Libur Leyeh-Leyeh

Sebelum mulai, mau mengucapkan:

Selamat Idul Fitri. Mohon maaf lahir dan batin. Maaf ya kalau ada postingan yang kurang berkenan, kata-kata yang menyinggung, atau niat-niat yang nggak baik.

Okeh lanjut.

Tahun ini, saya dapat 8 hari libur. Asik banget, deh. Tapi sayangnya si suami cuma libur 4 hari aja *puk-puk suami*. Oleh karena itu, liburan kali ini nggak bakal ke mana-mana karena males capek macet-macetan di luar kota. Cuma pengen menikmati lenggangnya kota Jakarta. Kapan lagi ke mana-mana cuma butuh 30 menit aja. #terharu :’)

Ada beberapa kegiatan yang dilakukan selama liburan ini (yah, kecuali makan, tidur, leyeh-leyeh, makan lagi, tidur lagi).

Main sama Mika
Akhirnya udah satu bulan Mika ada di rumah dan dia sungguh bertambah besar. Ternyata anjing itu cepat banget ya gedenya. Kita sih nggak terlalu nyadar karena lihat dia setiap hari, tapi kalau jarang lihat dia pasti komennya, “Ya ampun, kok udah besar?”.

Yang kita nyadar adalah dulu perutnya buncit karena kebanyakan makan, kalau sekarang larinya ke tambah panjang dan tinggi. Dia udah Β mulai ngerti rutinitasnya. Tiap pagi kalau bangun, saya langsung kasih dia makan. Jadi, kalau dia udah dengar kita buka pintu kamar, dia udah siap-siap duduk di depan pintu. Kalau kita lama keluarnya, dia akan gonggong nyuruh kita keluar. Oleh karena itu, saya suka keluarnya lama, ngintipin dia dari jendela, ngeliatin mukanya yang mupeng nungguin kita. Hihihihi, lucuuu!

Karena giginya lagi mau numbuh, dia suka gigitin apa pun, termasuk kaki kita. Grrr! Nggak bermaksud gigit beneran, cuma diemut aja, tapi kan kalau kena taringnya ya lumayan ngagetin juga.

Karena dia makin besar, jadi sekarang tenaganya juga makin kuat. Kalau digendong padahal dia pengen main, dia berontak makin kencang. Susah bok buat nahannya. Belum lagi kalau dimasukin ke kandang, udah nggak bisa selonjoran lagi karena badannya udah panjang. Maka dari itu, dia dilepas aja di halaman…. dengan resiko tanaman ancur semua dia makanin. #elusdada

Kalau siang panas, biasanya Mika suka ngumpet di bawah mobil. Mungkin karena bulunya tebal, dia jadi nggak tahan sama cuaca panas. Dia juga jadi kurang bersemangat kalau cuaca panas. Tapi kalau udah mulai sore, dia langsung keluar dari persembunyian dan lari-lari kayak kebanyakan tenaga. Kalau pintu rumah kebuka, dia langsung ngibrit ke kamar saya. Kayaknya dia tahu deh itu satu-satunya ruangan yang ada AC. Udah pastilah kalau di dalam kamar, dia geratakin apa yang saya pegang. Jadinya saya tiduran aja diem biar dia nggak geratakan. Biasanya dia bakal anteng main sama mainannya.

Daripada banyak cerita, ini dikasih lihat foto-fotonya aja, ya.

Tiduran habis kecapekan lari pagi

Tiduran habis kecapekan lari pagi

Muka memelas nunggu makanan *cubit*

Muka memelas nunggu makanan *cubit*

Aku punya baju baru, loh.

Aku punya baju baru, loh.

Mainan favorit Mika yang mengeluarkan bunyi selayaknya tukang roti keliling.

Mainan favorit Mika yang mengeluarkan bunyi selayaknya tukang roti keliling.

Kalau mau makan, harus duduk rapi dulu

Kalau mau makan, harus duduk rapi dulu

Little brother birthday dinner
Hari Minggu, 11 Agustus 2013, kita sekeluarga makan malam di Seribu Rasa untuk ngerayain ulang tahunnya si adik terkecil. Restorannya bagus, agak remang-remang (pengen bikin kesan romantis kali ya, tapi kan gelap, mak!). Makanannya makanan Indonesia yang porsinya dikit. Untuk rasa sih yah dengan harga semahal itu, ekspektasinya tinggi dong, tapi ternyata biasa aja. Buat saya sih bumbunya kurang nendang.

Kali ini si adik yang ulang tahun, tapi saya kebagian dapat hadiah, lho. Hadiah ulang tahun yang telat tepatnya. Hihihi. Saya dapat catokan baru. HOREEE! Catokan saya yang lama kan satu sisinya udah nggak berfungsi lagi karena jatuh jadi kurang panas, deh. Saya kan nggak bisa hidup tanpa catokan. Rambut boleh deh nggak dicatok, tapi poni wajib hukumnya. Hari saya bisa berantakan kalau poni nggak cetar membahana #DUARR!

Full team

Full team

Nge-ramen
Menurut rekomendasi banyak orang, ramen paling enak di Jakarta adalah Hakata Ikkousha. Dulu cuma ada di Gading aja. Jauh banget, deh. Nah, kebetulan waktu itu jenguk teman yang baru melahirkan di Gading jadi sekalian mau makan Ikkousha. Apa mau dikata, sepanjang jalan Boulevard pada tutup, termasuk Ikkousha ini. Kuciwa akuuh!

Untungnya setelah dicek ricek, Ikkousha baru buka di mall Taman Anggrek. Sebagai anak barat ya senanglah bukanya dekat rumah gini. Langsung deh ngajak Neng Melvi, si teman setia untuk ngeramen, ke sana. Kali ini udah lihat dulu kapan dia bukanya jadi nggak kecewa lagi.

Penampakannya kayak gini:

Ramen Ayam Special Tam-Tam

Ramen Ayam Special Tam-Tam

Saya pesan ramen ayam spesial tam-tam. Apakah tam-tam itu? Kurang jelas juga, sih, tapi menurut mbaknya kalau tam-tam rasanya sedikit pedas. Jadi favoritnya orang-orang. Okeh, mari kita coba!

Begitu disajikan, hmm.. kok kelihatan dari kuahnya kurang kental kayak di Ikkudo, ya. Kuah ramen Ikkousha emang nggak encer, tapi kekentalannya kurang sehingga rasanya kurang nendang. Secara rasa, tekstur, bumbu, masih lebih enakan ramen Ikkudo. Kalau ramen Ikkousha setaralah sama rasanya ramen Marutama. Tapi tentu saja jauh di atas ramen Sanpachi yang di mall (ramen Sanpachi di Melawai masih bisa dibilang enak). Iyak, saya suka banget cobain ramen.

Jadi apakah saya mau balik lagi ke Ikkousha? Hm, kalau nggak ada pilihan lain sih bolehlah, tapi secara ramen Ikkudo lebih dekat rumah dan lebih enak, jadi pastinya akan makan ramen Ikkudo aja, sih.

Dari soal harga, ramen Ikkodu berkisar Rp 45.000, sementara ramen Ikkousha paling murah Rp 55.000. Gilak, beda Rp 10.000 dengan rasa yang jauh beda. Ish, ramen Ikkudo, aku cinta padamu banget, deh.

Oh ya, di Ikkousha MTA, makanannya tidak mengandung babi, ya.

Tour de malls
Tentu saja yang dilakukan saat jalanan Jakarta bersahabat adalah keliling mall dan lihatin diskon lah. Hati paling berbunga-bunga waktu nggak sengaja mampir ke Ace Hardware dan lagi diskon. Emang ya, kalau Ace Hardware diskon harganya bisa miring banget. Sukses deh, suami belanja, istri apalagi. Akhirnya beli kursi rotan dan meja untuk teras depan dengan harga miring. Belum lagi, saya beli sarung bantal sofa yang diskon 50%. Pas bayar di kasir, ternyata diskonnya 70% sehingga harga per sarung bantal adalah RP 20.000 saja! *pingsan bahagia* :’)

Masak
Setelah sekian lama nggak masak, kerjaannya cuma masak nasi aja, dikarenakan libur lebaran dan banyak tempat makan tutup, akhirnya selama liburan kerjaan saya adalah masak. Yah, jenis masakan sih belum berkembang, masih seputaran tumis-tumisan dan nasi goreng, tapi lumayanlah soalnya suami bilang enak (mungkin pujian karena kasian istrinya udah capek masak. Hihihi). Setelah kembali masak kemudian menyadari, ya emang saya nggak suka masak, ya. Nggak senang eksplor dapur atau masakan baru. Kalau masak pun nggak excited, ya biasa aja. Hihihi.

Liburan kali ini nggak banyak pergi, tapi dapet banget istirahatnya. Begitu masuk kantor beneran fresh dan nggak capek. Senang banget! Semoga yang lain liburannya menyenangkan, ya.πŸ˜€

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s