Our New Family Member

Disclaimer: Tulisan ini sebenarnya udah mengendap di draft sejak beberapa minggu lalu karena mau di-post pas ulang tahun saya aja.πŸ™‚

***

Saya mungkin bukan orang yang gampang dekat sama hewan. Waktu kecil sih kepengen pelihara hewan biar ada mainan aja di rumah. Sempat punya kucing (karena dia nyasar di rumah saya) tapi dia nggak bisa diajak main dan kabur mulu; punya anjing tapi dibuang nyokap karena berantakin tamannya dia; punya kelinci yang cuma saya ajak main-main pas dia masih kecil dan imut tapi pas udah gede dan kayak raksasa lebih banyak si mbak di rumah yang ngurusin. Hihihi. Bukan saya nggak cinta binatang, cumaaaa…. akyu malas ribet kasih makan teraturnya dan dijilat-jilat pula entar tangannya. Bwahahaha ketularan si emak kalau soal freak kebersihan.

Nah, kira-kira 2 tahun lalu sejak rumah saya kemalingan, keluarga pun berpikir untuk punya anjing untuk jagain rumah. Tumben bener soalnya si emak kan paling anti sama hewan karena takut rumahnya jorok dan berantakan. Sekalian males ribet, sih. Pencarian anjing ini nggak gampang karena sebagai bukan pecinta hewan, si emak ya males beli karena mahal. Hihihi. Akhirnya suatu hari kita dikasih anak anjing umur 3 bulan campuran jenis tackle dan anjing kampung. Warnanya hitam coklat dan bentuknya kontet. Lucuk! Itulah awal mulanya Bebe jadi bagian keluarga kami.

Sejak punya Bebe, saya jadi terbiasa untuk berdekatan dengan anjing dan nggak takut-takut lagi walau si Bebe ini cenderung mainnya agresif dan nggak berhenti-henti. Kalau dia dideketin, dia bakal telentang minta dielus-elus perutnya. Lucu banget! Kalau udah kenal, Bebe bakal suka main-main, tapi kalau nggak kenal atau orang sekedar lewat depan rumah, dia bakal gonggong keras banget. Dia cukup alert dengan orang-orang asing makanya cocok banget jadi anjing penjaga.

Walaupun Bebe ada di rumah tapi teteeeep ya, yang kasih makan dan bawa jalan-jalan tiap pagi dan sore ya bokap. Bokap sampe dibilang punya anak bungsu karena yang paling banyak ngurusin. Hihihi. Saya mah kebagian main-mainnya aja walaupun suka males juga.

Pas nikah dan tinggal berduaan aja, mulai deh ngerasa ih sepi banget rumahnya. Pulang kantor, santai-santai bentar dan ngobrol habis itu tidur. Kurang berwarna kayaknya ya. Akhirnya kepikiran pelihara anjing aja, sekalian buat jagain rumah karena kan rumah sering kosong. Dari sekian banyak jenis anjing, saya udah jatuh cinta sama Golden Retriever karena dulu pas rumah kemalingan, polisi bawa anjing golden untuk melacak. Badannya besar, bulunya keemasan, dan kelihatan maniiiiiis banget. Aku sukaaaa! Belum lagi ada rumah di dekat kantor yang punya anjing peliharaan golden. OH EM JIII, saking cintanya saya suka mampir bentar untuk ngelus-ngelus doi.

Udah berbulan-bulan lalu selalu cekokin suami dengan gambar-gambar golden, yang mana dia juga suka. Golden ini tipe anjing penyayang, bisa diajak main, setia, dan pintar. Isssh, cocoklah, ya. Tapi selalu belum berani beli karena takut rempong ngurusin makanannya. Maklum eikeh kan anaknya maunya terima jadi aja. Hahaha.

Sampai akhirnya awal Juli ini, di tengah kepengenan yang menggebu-gebu punya golden, kita pun iseng ke petshop. Ada beberapa anak anjing golden di sana. Penjualnya membolehkan saya untuk menggendong si puppy daaaan…. seketika itu juga langsung jatuh cinta. Dia manis, nggak banyak menggonggong, dan langsung nempel-nempel. Tatapan matanya minta dibawa pulang banget! Maka saya langsung propose ke suami untuk beliin. Untungnya dikabulin……sebagai kado ulang tahun saya. YEAAAAY!

Jadi… perkenalkan anggota baru keluarga kami: Mika. She’s 2 months old girl. :’)

Halo, my name is Mika. Nice to meet you. :)

Halo, my name is Mika. Nice to meet you.πŸ™‚

Hari ini sekitar 2 minggu Mika ada di rumah dan hidup saya jungkir balik. Berubah banget. It’s like having a baby.

  • Biasanya saya bangun tidur jam 6 pagi, ngulet-ngulet males di tempat tidur sambil berusaha mengumpulkan nyawa. Jadi yah bisa aja bangun hampir jam 6.30. Sekarang, jam 5 pagi saya udah bangun karena harus kasih makan Mika dan bawa dia jalan-jalan keliling komplek. Yang mana kalau sekedar jalan, dia malah suka duduk atau nggak mau jalan. Jadi seringkali saya harus lari supaya dia ikutan lari. Masya ampun, olahraga bener!
  • Toilet training itu susyehnya minta ampun. Sampai sekarang masih belum berhasil. Kurang konsisten juga kayaknya saya soalnya kan kalau kita ke kantor dia ditaro di kandang, baru bisa diajarinnya cuma pagi dan malam. Tapi untungnya semakin membaik. Sekarang dia kalau mau pup biasanya ke taman atau di luar.
  • Berkaitan dengan pup dan pipisnya, saya dan suami juga ekstra bersih-bersih. Hampir tiap hari bersihin kandang dan lantai teras biar dia nggak cium bau pipisnya sendiri dan merasa itu daerah teritori dia untuk buang air.
  • Sebelum berangkat kerja, saya harus siapin makannya lagi di kandang biar dia nggak kelaperan pas ditinggal. Belum lagi air putihnya dia harus air matang. Matek nggak! Soalnya karena masih kecil banget kalau minum air mentah takut diare. Ini kata petshop dan dokter hewannya. Jadi PR saya adalah tiap hari masak air matang *kalau pake air mineral kan tekor juga, ya. Hahaha*
  • Pulang kantor, udah capek, teteeep harus bawa dia jalan-jalan supaya dia kenal lingkungannya dan olahraga. Habis itu, bersihin kandang (lagi), siapin makan, dan main-main biar dia capek dan tidur cepat.
  • Tiga hari pertama, Mika selalu nangis tiap kita masukin kandang kalau malam dan kalau kita pergi. Itu rasanya nggak tega banget tapi harus dipaksain biar dia disiplin. Hiks, berat ye!

Itu soal kebiasan yang berubah banget. Jadi berasa punya anak dan semuanya harus diurusin dan diajak main pula. Tipe anjing golden kan yang suka main-main, ya. Soalnya pernah pas pulang, dia nggak diajak main sama suami, eh dia ngambek lho bok! Dia langsung diem aja nggak mau datang kalau dipanggil. Hahaha. Rempong gila!

Belum lagi minggu pertama Mika di rumah, dia sakit. Pertama, perutnya ada bintik-bintik merah. Waktu itu sadarnya pas malam dan hujan. Saya langsung panik setengah mati dan ngeburu-buru suami untuk cari dokter hewan. Hasilnya adalah dia kena pipisnya sendiri yang masih kotor karena dia masih belum tau mana tempat bersih dan kotor. Oke deh, jadi tiap malam PR saya nambah: ngasihin salep ke perut dan obat minum ke doi.

Eh, besokannya dia malah mencret. Awalnya diperkirakan karena obat minumnya yang mana bikin saya langsung telepon dokter hewan untuk mastiin. Disuruh berhentiin obat minumnya. Belakangan baru ketauan, kalau itu karena dia makan hal nggak jelas di taman saya (seperti tanah, daun-daunan, dan entah apa lagi. Jorok!). Hal ini karena nggak tega liat dia di kandang padahal dokter udah bilang masukin kandang aja kalau kita nggak ada biar dia nggak nyentuh hal yang berbahaya karena masih kecil.

Beberapa hari kemudian, di hari Minggu pagi, saya keluar rumah dan mendapati…. Mika diare dan muntah. Dia mogok makan dan lemas banget sampai nggak bisa bangun. Kalau dilihat-lihat hasil muntahnya, kayaknya karena nggak sengaja gelang mutiara saya jatuh dan dia makan mutiaranya. Oh noooo!

Langsung saya panik akut mau nangis, dan merongrong suami untuk anterin ke rumah sakit hewan yang untungnya nggak jauh dari rumah. Dokter sempat mensinyalir kalau dia kena virus, tapi setelah dites virus ternyata negatif. LEGAAAAA! Jadi diperkirakan dia diare karena gelang dan makan-makanan nggak jelas di taman. Tapi tetap aja dia harus diinfus dan disuntik vitamin. Pas disuntik vitamin Mika nangis dan saya pun ikutan nangis. Heboh gilak nggak, sih? Habis itu Mika langsung tidur selama perjalanan pulang. Tapi pas sampai rumah, dia mulai semangat lagi. Ekornya mulai goyang-goyang. Yeay! Tapi sesuai saran dokter, masukin ke kandang aja biar dia istirahat dan nggak ngemilin benda-benda kotor lagi.

Saking lemesnya sampai pas diperiksa pun cuma bisa tiduran :'(

Saking lemesnya sampai pas diperiksa pun cuma bisa tiduranπŸ˜₯

Minggu kedua, keadaan Mika mulai membaik. Dia mulai banyak belajar dan mulai tau tuannya siapa. Dia mulai nggak terlalu sering ngotorin rumah dengan pupnya (langsung kabur ke taman doi), makin aktif dia, sekarang udah nggak takut jalan-jalan keliling komplek lagi. Udah gitu, dia makin kepo. Apa pun benda yang kita pegang, dia pengen tau. Padahal kalo kita kasih, dia mainin bentar doang trus dilepas. Selain itu, dia ngikutin ke mana pun kita pergi. Oh ya, dia suka gigitin banyak hal makanya sepatu langsung diselamatkan dari jangkauan dia. Kalau malam ditaruh di kandang udah nggak nangis lagi (good dog!).

Our life is so much different now, but we’re so much happier. Be healthy, happy, and nice, Mika.πŸ˜€πŸ˜€

Ups! Ketauan gigitin besi.

Ups! Ketauan gigitin besi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s