Belum Waktunya

Di sini saya pernah cerita tentang saya yang lagi ngecek kondisi rahim ke dokter. Bukan karena hamil, ya. Tapi karena belum hamil juga. Di bulan April itu, nggak dilakukan tindakan apa-apa, cuma dikasih vitamin aja biar alami. Hasilnya, bulan itu saya nggak hamil.

Bulan depannya, saya melanjutkan pemeriksaan. Kali ini diprogram. Jadi H+3, +7, +18 setelah mens saya harus periksa ke dokter untuk lihat perkembangan sel telurnya. Waktu itu, saya bela-belain datang pagi-pagi ke dokter ditemani Mama, habis itu langsung balik ke kantor lagi.

Setiap datang ke dokter dan di-USG hasilnya selalu baik. Sel telur berkembang dengan semestinya. Bahkan pas masa subur, telurnya ada beberapa yang ukurannya sesuai untuk ovulasi. Supaya pas ovulasinya, saya pun suntik pecah telur (yang mana mahal amit, yee). Selain disuntik, saya pun harus minum obat hormon yang harus sama jamnya. Itu perjuangan banget, deh. Kadang-kadang di tengah meeting keluar cuma buat minum obat, atau kalau lagi di pesta teteep bawa obat buat diminum tepat waktu. Biar nggak telat, saya pasang alarm pas siang dan malam hari. Saya jadi bawel harus makan sebelum minum obat, yang mana kadang-kadang situasinya nggak mungkin. Kalau situasinya lagi nggak mungkin buat makan, ya udah saya minum obat tanpa makan.

Waktu masa subur, dokter bilang hasilnya bagus dan dikasih jadwal berhubungan. Ish, saya langsung gembira berbunga-bunga, dong. Pasti jadi, nih. Semua perintah dokter dilakukan dengan baik.

Lewat masa subur mulai deh berhati-hati biar nanti jadi bayi. Jalan hati-hati, makan hati-hati, nggak mau kecapekan. Pokoknya semua hati-hati. Menjelang H+30, kok ya nggak menunjukkan gejala hamil. Badan tetap fit, nggak pusing-pusing, nggak mual, nggak bolak-balik pengen pipis. Pokoknya biasa banget, deh. Udah deh mulai pesimis kayaknya gagal lagi.

Tepat di H+30, mens datang pas saya lagi di kantor. Itu udah nggak kebendung lagi gimana meweknya saya. Rasanya hati hancur berkebing-keping. Ekspektasi udah setinggi langit, dokter bilang udah bagus, tapi.. tapi… kenapa gagal juga.

Saya langsung bbm suami ngasih tau kalo saya mens. Dia pun ikut sedih. Hari itu saya yang harusnya pulang jam 6 sore, nggak kuat lagi nunggu selama itu akhirnya ijin jam 5 sore pulang. Sampe rumah, langsung masuk tempat tidur dan mewek lagi. Sediih, mak! Ini kok kayaknya susah amat mau hamil, padahal orang-orang kok ya hamil kayak ngeluarin telur. Gampil!

Untungnya punya suami yang lebih nggak gampang down dibanding saya. Dia pun peluk-peluk saya, beliin makanan, dan biarin saya tidur lebih awal.

Berkali-kali saya bilang dalam hati, belum waktunya dikasih. Waktunya mungkin buat senang-senang pacaran berdua dulu. Semudah-mudahnya untuk berusaha ikhlas dan pasrah, kenyataannya itu susaaah banget. Lebih susah lagi waktu si Mama nanyain gimana hasilnya dan saya harus dengan sok cool-nya bilang lagi mens, tuh. Kenapa nggak curhat aja? Because I would cry like a baby and that was the last thing I wanted to do. Menceritakan betapa sedihnya saya waktu itu sungguh bikin hati tercabik-cabik, sih. Melihat orang menunjukkan empatinya dan kemudian mengasihani saya malah bikin saya makin sedih. Jadi  waktu itu saya memutuskan untuk (pura-pura) cool dan seperti biasanya aja.

Setelah dua bulan mencoba (dan cukup bikin saya stres), akhirnya kami memutuskan untuk berhenti dulu ke dokter. Istirahat dari segala treatment yang bikin capek mental dan fisik. Milih untuk bersenang-senang dulu dan tetap berdoa, serta meyakini mungkin emang belum waktunya.🙂

So yes, semoga lain kali ada berita bahagia, ya.🙂

4 thoughts on “Belum Waktunya

  1. yes, everything beautiful in His time..
    Aku sering baca blogmu dan sering merasa dikuatkan ama kata-kata di dalamnya..
    meski ga pernah ketemu aku percaya kamu baik dan imanmu kuat..
    Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! (Lukas 11:13)

    Semangat menunggu waktuNya..
    Saat yang kamu nanti datang rasa syukurnya pasti besar sekali..🙂
    semangat..
    Kudukung doa

    Raras
    itsbuilttolast.blogspot.com

    • Halo Raras,
      It’s very nice to know someone like you, whom I’ve never met, yet you give me comforting words. Terima kasih, ya. You just made my day.

      God bless you.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s