Demi!

Halo Pak Dokter (lagi)!

Hari ini, tepat di masa subur, saya disuruh balik untuk cek kondisi sel telur dan dinding rahim. Nah, karena itu di weekdays, Pak Dokter bilang jam 16.00-19.00 dia praktek di PacHealth Plaza Indonesia. Oh, baiklah mari kita ke sana.

Supaya cepat, pulang kantor saya langsung naik busway. Saya langsung naik ke lantai 7 tempat PacHealth berada. Begitu keluar dari lift langsung disambut dan ditanyakan keperluannya. Saya pun diantarkan ke resepsionis. Kesan pertama adalah berasa di hotel berbintang 5. Ruangannya luas, bersih, dan mewah.

Yang terlintas pertama kali di pikiran saya, “Ini berapa biayanya?”. GLEK! Tapi muka sih sok iye aja.

Setelah registrasi dan difoto untuk kartu member (yang kayaknya mikir sejuta kali buat berobat ke sana lagi), saya pun diantarkan ke bagian obgyn. Haish, ruang tunggunya aja keren: sofa embuk, karpet halus, dan banyak majalah ibukota. Saya langsung dilayani perawat untuk tensi dan timbang badan. Ehm, tapi peralatannya masih manual, bok! Beda sama RS Bunda yang tensi dan timbangannya udah digital.

Setelah cek, saya ditanya, “Mau minum apa, Bu? Air putih, teh, kopi, atau jus?”. Bingung deh saya. Ini minuman gratis atau bayar. Kebayang nggak mahalnya berapa kalo bayar. Ya udah, saya pun cuma pesan air putih hangat. *kekep dompet erat-erat*

Nunggu nggak terlalu lama, saya pun dipanggil ketemu Pak Dokter. Lagi-lagi USG Trans V (dan lagi-lagi saya tetap tegang. Hahaha!). Kata Pak Dokter, dinding rahim udah pas tebalnya (yeay!), endometrium bagus, sel telur saya banyak, tapi…. kecil. Kalau dilihat cuma ada 1 tel telur yang besar, yang lainnya kecil dan belum memadai untuk ovulasi. Tapi si Pak Dokter kelihatan positif-positif aja mukanya. Jadi saya pun nggak takut.

Si Pak Dokter nyuruh saya minum vitamin E Enurol. Lalu dia bilang berharap aja sel telur akan membesar setiap hari, jadi dia memberi rencana tanggal berapa aja harus berhubungan. Kalo bulan ini belum berhasil, maka bulan depan disuruh balik lagi untuk disuntik pecah telur. HAISSSH! Plis, berhasil aja, dong!

Setelah selesai konsul, ditanya perawat vitaminnya mau dibeli di situ atau nggak. Oh, tentu saja nggak. Takut mahal, bok! Nanti beli di apotik langganan aja, deh.

Keluar dari ruang konsul, saya diantarkan ke meja kasir. Mulai deh ya, harap-harap cemas bayarnya berapa. FYI, dari tadi pasien yang saya temukan bule semua. Kebayang kan kira-kira tarifnya berapa. Yak, pas disebutin totalnya Rp 610.000 untuk konsul dan USG. *kesambar petir* *tapi berusaha cool* *dalam hati senyum miris*.

Anyway, hasil foto USG di PacHealth juga nggak terlalu jelas kayak di RS Bunda. Kalo di RS Bunda, foto USG-nya jelas banget dan dapat 3 print yang berbeda. Sementara di Pac cuma dapat 1 print dan nggak jelas pula itu fotonya.

Oleh karena itu, saya memutuskan lebih baik kabur dari kantor bentar demi ke RS Bunda aja, deh. Ini mahalnya sih keterlaluan amit! Tapi demiiii si baby, ya. Demi banget! πŸ˜€

Doakan bayinya muncul di perut, ya! πŸ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s