Cek dan Ricek Lagi

Setelah bulan lalu sempat cek lab, maka Kamis kemarin saya dan suami pergi ke obgyn untuk cek lagi. Sebenarnya udah dari hasil lab keluar, kita udah mau cek cuma ya karena bulan kemarin saya beberapa kali harus travelling dan kerjaan padat jadi si suami juga nggak bisa cuti, maka pas awal bulan ini bisa langsung ngegeret suami biar nemenin ke obgyn.

Oh ya, karena program bikin anaknya berdua suami (ya iya dong, masa sendiri aja), maka udah dari awal cek lab juga berdua dan ke obgyn juga berdua. It takes two to tango kan, ya.πŸ˜€

Untuk cari obgyn yang sesuai hati juga susah. Karena saya kerja di bidang kesehatan, jadi saya pengen obgyn-nya harus sabar, ramah, dan komunikatif. Jadi saya nggak mau obgyn yang buru-buru dan nggak sabar menjelaskan ke pasien. Big NO NO banget!

Nah, sehari sebelumnya Mama bilang ada dokter yang bagus di RS Bunda, namanya dr. Ivan Sini. Hal pertama yang saya lakukan adalah googling tentang si dokter dan nanya beberapa teman yang pernah konsultasi di RS Bunda. Semua review-nya positif. Dr. Ivan ini disinyalir ganteng, baik, selalu memberi sugesti positif, dan berdedikasi sama pekerjaannya. WEW, klop lah ya sama kriteria eike!πŸ˜€ Dan ternyata pulak, si bos pas program bayi tabung ya dengan dr. Ivan ini. Langsung deh nggak ragu lagi. Soalnya si bos kan orangnya concern banget sama pemilihan dokter (yaeyalah, dese kan dokter juga).

Langsung saya telepon ke RS Bunda Menteng. ALAMAAAAK, jadwal dr Ivan penuh terus. Minggu ini ke luar kota, minggu depan praktek sih tapi Senin-Sabtu full pasien, 2 minggu ke depan ke luar negeri, dan bahkan sampe awal Mei pun masih ke luar kota/negeri. GLEEEK! Rupanya banyak penggemarnya.

Okeh, kayaknya kelamaan ya nunggu sampe pertengahan Mei. Maka dari itu, nanya lagi ke teman-teman mana dokter yang oke. Sejauh ini komentarnya adalah rata-rata dokter di RS Bunda ini oke. Akhirnya saya coba dr Taufik Jamaan yang teman saya pernah konsul sama dia juga. Oh, tentu dong saya googling dulu nama dia. Hasilnya, banyak komentar positif. Katanya orangnya sabar banget dan komunikatif. Oke marilah kita langsung tanya jadwal dia. Kebetulan banget di hari Kamis itu masih ada jadwal kosong di jam prakteknya yang cuma 1 jam itu (BOS, bentar amat prakteknya).

Hari Kamis itu saya udah siap-siap berangkat 2 jam sebelum appointment. Nggak mau telat, bok! Waktu itu dia praktek di BIC (Bunda International Clinic), masih sejajaran dengan RSIA Bunda.Begitu sampe, eh ngeliat banyak banner program kelas kantor saya. Lah, ternyata RS Bunda ini kerja sama dengan kantor saya. Bahkan itu banner yang ngerjain si suami. HOALAAAH, kok saya nggak tau, ya? *toyor diri sendiri*. Langsung deh bilang ke suami, “Ish, it’s a sign, deh!” Hihihi.

Pas masuk disuruh isi form registrasi, di mana harus menyerahkan fotokopi KTP suami-istri dan surat nikah (yes! Harus ada surat nikah –> agak janggal, ya). Nunggu 10 menit, langsung dipanggil perawat untuk data kesehatan dan timbang. Nggak lama nunggu langsung deh ketemu Pak Dokter.

Dr. Taufik ini pas awalnya biasa aja, malah mukanya datar. Tapi jangan salah, pas ngobrol, eh dia bisa ngelucu juga. Bikin saya dan si suami nggak jadi tegang. Dia langsung menerangkan proses kehamilan itu gimana dan nanya beberapa hal mengenai menstruasi. Setelah itu saya diminta untuk USG Trans-V (udah khatam sekarang).

Pas USG, dia minta si suami juga ikut ngeliat. Dia jelasin detil banget mengenai kondisi rahimnya gimana (yang mana katanya dinding rahimnya tipis dan sel telurnya belum membesar). Tapi dia nyuruh kita untuk mencoba alami aja dulu. Biasanya masalah kayak gitu karena ketidakseimbangan hormon yang disebabkan banyak hal, mostly sih karena lifestyle dan stres. Oke deh kakak, jadi nggak boleh stres, ya. Pak dokter cuma kasih 2 jenis obat untuk 5 hari ke depan (karena masa subur saya 5 hari lagi) yang gunanya untuk mempertebal dinding rahim dan mempersiapkan kehamilan (progynova dan natavit).

Setelah itu, saya kasih hasil lab pak suami ke dia. Dia pun ngasih obat Prolibi untuk mempercepat jalannya sperma suami. Itu pun dikasih untuk 5 hari aja sampe masa subur saya.

dr. Taufik ini emang sabar banget, ya. Secara saya banyak nanya. Obatnya pun satu-satu saya tanya gunanya apa. Dan dia jelasin semuanya dengan baik dan lucu. Pak suami pun langsung jatuh hati karena kesabarannya dan dia pun jadi banyak nanya juga. YEAY!πŸ˜€

Untuk biaya sendiri, sebenarnya udah diperkirakan range harganya jadi nggak terlalu shock. Mungkin satu-satunya yang bikin shock adalah obat suami yang cuma 5 butir kecil tapi harganya paling muahal.

Berikut perinciannya:
Clinic administration fee ___ Rp 50.000
USG ___________________ Rp 175.000
New patient administration _ Rp 35.000
Consultation and treatment _ Rp 250.000

Obat:
Prolibi _________________ Rp 296.500
Progynova 2 MG _________ Rp 70.000
Natavit _________________Rp 42.000

Jadi totalnya: Rp 918.500

Benar kan obat suami bikin shock harganya. Si Prolibi ini hampir Rp 300.000 untuk 5 butir kecil obat. *meringis*. Semoga ampuh, ya. Semoga sperma-nya jadi juara lari sedunia. Semoga bisa membuahi sel telur, yeee.

Oke, mari tunggu sampe si masa subur datang *siramin sel telur pake vitamin*.πŸ˜€

 

 

9 thoughts on “Cek dan Ricek Lagi

  1. Hasilnya gmn jeng? Aq juga lg konsul sama dr.taufik. Emang ramah dan baik bgt ya dokternya.. Pdhl aq di medan, dia mau bantu konsul by phone lho..

    • Kebetulan suami nggak jalanin tes karena sebelumnya kita berdua udah test di lab jadi tinggal dibawa aja hasilnya ke dokter.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s