Balada Medical Check-Up

Sabtu kemarin, saya dan suami akhirnya melakukan pemeriksaan pra-nikah (tapi dilakukannya setelah nikah. Hehehe) di salah satu rumah sakit. Sebenarnya udah dari sebelum nikah pengen banget melakukan medical check-up tapi selalu ketunda dengan berbagai macam alasan. Dulu sempatnya cuma vaksin kanker serviks aja. Di mana saya anaknya takut sakit dan menganut prinsip lebih baik mencegah daripada mengobati maka keukeuh banget pengen med-check sebelum hamil. Seram juga dengar cerita teman-teman yang nggak med-check lalu ternyata ada apa-apa dengan bayinya. Ih, jangan sampe, deh *ketok meja seribu kali*.

Karena sering ketunda, saya udah niat banget mau med-check setelah selesai pindahan. Ternyata gayung bersambut, dalam rangka hari valentine, ada promo untuk pemeriksaan pra-nikah. YEAAAY! Sebagai banci diskon, tentu saja saya langsung semangat, ya. Udah wanti-wanti si suami dari beberapa minggu sebelumnya kalo Sabtu kita bakal med-check.

Sabtu pagi kita langsung menuju rumah sakit. Di sana udah ada teman saya. Seperti biasa med-check pasti melibatkan pengambilan darah, kan. Ah, tenang! Dari kecil udah sering disuntik jadi nggak takut sama jarum suntik. Tapi si suster kayaknya nggak rela saya nggak takut. Dia keukeuh bilang kalo saya takut bilang aja, nggak apa-apa. Ya opo toh suster ini masa nggak takut tapi dipaksa. Udah gitu tadinya yang disuntik adalah lengan kiri saya, tapi venanya terlalu tipis jadi walaupun udah dimasukin jarum suntiknya tapi tetap nggak bisa keambil darahnya. Akhirnya pindah ke lengan kanan dan sukses bisa diambil darahnya.

Udah aman, dong ambil darah. Habis itu saya nunggu lagi dan giliran suami diambil darahnya. Begitu balik dari ambil darah, si suami cerita kalo sebenarnya dia takut banget disuntik. HUAHAHAHA, kalah sama istrinya. #istrikurangajar #dikeplak

Tapi kemudian giliran istri yang ketakutan karena dokter kandungan bilang USG-nya bukan yang USG luar, tapi USG transvagina aja, di mana kamera kayak benda panjang dimasukin ke vagina untuk dilihat rahimnya. Ini dilakukan karena saya udah nikah jadi biar kelihatan lebih jelas.

MAMA, aku takuuuut!

Seumur hidup mana pernah di-USG macam gini. Harus buka celana, dong? YAOLOH, apa yang harus kuperbuat? #drama Untungnya dokternya cewek. Sebelum buka celana saya nanya berkali-kali apa rasanya bakal sakit. Dia bilang sih nggak. Kenyataannya, agak sakit dikit karena saya tegang. HAHAHAHA! Sebenarnya sih mungkin nggak bakal sakit. Setelah di-USG katanya sih baik-baik aja. Cuma karena saya mau haid, kondisi sel telurnya udah pecah-pecah dan dinding rahimnya menebal.

Setelah cek sana-sini, yang terakhir adalah konsultasi fisik dengan dokter. Nah, si suami ini sering pegal-pegal. Dokter bilang coba cek kolesterol siapa tau pegal-pegal itu dari kolesterol. Lalu si suami seperti tertampar. Secara dia hobi banget makan dan jajan. Walaupun dilarang, dia tetap aja jajan sembarangan. Padahal di rumah mana pernah saya sediain cemilan. #pukpuksuami

Akihrnya si suami pun berniat untuk diet ketat dan menurunkan berat badan dan kolesterolnya. Katanya pengalaman ke rumah sakit itu menyeramkan dan dia nggak mau ke sana sering-sering ke sana. Hihihi! Semoga kali ini dietnya konsisten, ya.

Oh ya hasilnya minggu depan udah keluar. Doakan semua baik-baik aja. Akyu juga deg-degan.😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s