Pindahan

Minggu pagi kemarin saya dan suami bisa bangun lumayan siang, jam 8 pagi. Setelah Sabtu kemarin sibuk beresin renovasi rumah, pagi ini bisa agak santai itu menyenangkan hati. Mulai deh merencanakan makan pagi apa kita. Makan bakmie bangka, roti bakar di Bangi Kopitiam, atau apa ya? Setelah dapat mau makan apa, kami pun masih tidur-tiduran menikmati hari Minggu.

Sekitar jam 10-an dapat telepon dari mertua bahwa truk dari meubel bisa nganterin tempat tidur dkk ke rumah jadi mending sekalian aja pake truknya untuk pindahan.

JENG JENG!

Maka hilanglah semua rencana leyeh-leyeh dan makan pagi di tempat yang enak. Yang ada kami pun harus grabak-grubuk mempersiapkan pindahan. Harus ke building management apartemen yang ternyata hari Minggu tutup dan melarang adanya pindahan sebelum dapat tanda tangan pengelola. YAKS! Akhirnya terpaksa membujuk-bujuk teknisi agar lift barang dibukakan dan untungnya berhasil.

Sementara suami berurusan dengan pengelola, saya sibuk packing. Masya ampun, banyak juga yang harus di-packing padahal berasanya sengaja nggak beli banyak barang dulu sebelum pindahan, deh. Apartemen cilik itu pun kayak kapal pecah.

Hamburkan saja barangnya biar berantakan

Hamburkan saja barangnya biar berantakan

Barang-barang besar seperti tempat tidur, lemari, dan kulkas dibawa oleh truk. Sebagian lagi yang kecil-kecil dibawa pake mobil. Itu pun belum bisa semuanya langsung masuk.

Setelah menaruh lemari, kulkas, dan tempat tidur di rumah. Truk dibawa ke rumah mama untuk mengambil sofa, meja, dan barang pecah belah lainnya. Kemudian dianterin ke rumah lagi. Bolak-balik aja gitu terus.

Baru sadar kalau tempat tidur yang baru udah ada, tapi ternyata spring bed-nya belum ada. Akhirnya malam itu pun juga langsung beli spring bed. Kelar beli spring bed, masih harus ke apartemen lagi untuk ambil koper-koper berisikan baju. Kemudian masih harus balik ke rumah lagi untuk nganterin colokan karena kabel kulkasnya nggak sampe ke tempat colokan. Gimana nasih daging-daging ekeeh? *teteep makanan yang dipikirin*

Baru selesai jam 10 malam. Itu pun masih ada beberapa barang di apartemen yang belum dipindahin, seperti AC karena teknisinya tadi nggak ada. Lalu masih ada kompor, TV, endesbrei-endesbrei. Rumah pun masih berantakan karena barang-barang ditaroh gitu aja. Tukangnyaย  masih harus nyelesein beberapa hal dulu. Cepat atuh, Pak!

Pokoknya cuapek pol! Bahkan saking sibuknya, si suami pun nggak sempat mandi seharian.

Karena rumah belum beres sepenuhnya dan apartemen udah berantakan, maka marilah menginap dulu di rumah mertua sebelum pindahan tahap 2, yaitu Kamis nanti dilakukan.

Mak, cepetanlah ini selesai, ya. Pengen bisa bangun siang di weekend lagi, nih. *teteep loh tidur yang dipikirin*๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€

 

2 thoughts on “Pindahan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s