Banjir

Kamis, 17 Januari 2012, saya terbangun jam 4 subuh karena mendengar jendela kamar saya terhentak-hentak hujan. Tampaknya di luar lagi hujan deras. Karena masih subuh, saya berusaha kembali tidur. Sekitar jam 5.30 pagi, saya bangun lagi karena alarm. Langsung saya lihat ke luar jendela dan ternyata masih hujan deras. Pemandangan dari lantai 21 apartemen ke bawah jalan raya adalah….. banjir. Tampaknya hujan nggak berhenti dari tadi malam. Langit gelap banget sampai kelihatannya masih malam.

Kebetulan hari itu emang saya libur jadi nggak terlalu cemas harus pergi ke kantor. Sementara si suami harusnya masuk kantor. Sekitar jam 6 pagi, dia pun bangun dan melihat ke jendela, masih hujan deras, gelap, dan banjir. Banyak kendaraan yang bahkan nggak bisa lewat. Dia pun secepat kilat memutuskan hari itu nggak usah masuk kantor dan…. kembali tidur.

Sementara saya manalah bisa tidur. Wong hujannya serem gitu. Saya pun sibuk memantau keadaan di luar sana lewat twitter dan TV. Oke, tampaknya banjir cukup parah sedang terjadi di Jakarta. Sudah ada dua saudara saya yang masing-masing rumahnya kebanjiran sampe masuk ke dalam rumah dan mereka terpaksa mengungsi ke lantai 2 rumahnya. Sementara itu listrik padam dan di rumah itu ada anak kecil. Selain itu, sepupu saya juga akan menikah Sabtu ini. Coba bayangkan ini gimana ceritanya mau nikah tapi banjir?😦

Sekitar jam 9 setelah si suami bangun, kami turun ke lobi apartemen untuk beli pop mie *yes, males masak*. Eh, di bawah ternyata masih hujan. Baru kali ini lihat lobi apartemen serame ini. Hallooo, para tetangga! Rupanya banyak yang nggak bisa masuk ke kantor dan terpaksa harus stay di apartemen. Maka segala macam bahan makanan instan pun menjadi sangat laku.

Setelah makan dan nonton tv. Sinyal HP tiba-tiba drop. Nggak ada sinyal sama sekali. Lalu TV kabel pun terganggu. Cuaca tampaknya makin buruk. Jadi apa yang dilakukan selanjutnya? Tidur aja lah. Habis ya nggak bisa ngapa-ngapain juga. Mau diapain lagi. Zzzz!

Saya dan suami bangun kira-kira jam 12 siang dan langsung lihat keluar jendela. Eh, hujannya udah berhenti dan banjir udah surut. HOREEE! Kita pun bergegas membersihkan rumah, mandi, dan siap-siap pergi karena hari ini janjian sama mama saya untuk lihat wallpaper *tetep ya bok*.

Kami pun makan siang di Ah Mei Mall Puri Indah. Tumben lho, sepi. Ya iyalah ya, mana aja yang ngeceng ke mall sementara rumahnya lagi pada kebanjiran. Setelah makan siang, suami stay di mall, sementara saya dan mama ke toko wallpaper……yang ternyata tutup. Menurut nganaaa?

Karena tutup itulah, maka 2 perempuan yang nggak tau mau ngapain di hari libur ini, akhirnya memutuskan creambath di salon. Ini salon dekat rumah yang buka jadi ya dimasukin aja. Ternyata……creambath paling nggak enak seumur hidup. Serius, baru kali ini setiap si capster mijit pengen teriak minta udahan karena sakit banget. MAAAAAK, kepala jadi pening. *sigh*

Setelah creambath, saya pun dijemput suami yang ternyata habis pijit juga. Dih, enaknya! Kemudian kami pun kembali ke apartemen.

Dikira sudah selesai ya sampe sini. Malamnya sekitar jam 10, Jakarta kembali hujan deras dengan petir menggelegar. Mengerikan! Bahkan apartemen saya aja sampe bergetar. Saya pun sampe teriak manggil-manggil suami karena dikira ada bom meledak. *jantungan*

Semoga Jakarta kembali pulih, ya. Stay safe, everyone.

Pemandangan dari kamar apartemen

Pemandangan dari kamar apartemen

Keadaan cuaca yang disertai hujan dan petir

Keadaan cuaca yang disertai hujan dan petir

 

2 thoughts on “Banjir

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s