Ketika Hujan di Rabu Pagi

Pagi ini bangun dengan malas-malasan karena udara dingiiiin banget kayak di Puncak. Pas lihat ke jendela luar ternyata hujan nggak berhenti dari semalam. Wuih, emang paling enak kalau meringkel di tempat tidur sampai siang, nih.

…..tapi itu hanyalah khayalan semata.

Kenyataannya tetap harus bangun pagi dan masak.

Semalam habis belanja bulanan, saya udah nyiapin bahan masakan untuk bikin sup ayam. Sebagai pecinta sup sejati, kangen banget udah lama nggak makan sup bikinan rumahan. Biasanya kan selalu tersedia dan dibikinin sama si emak, ya. Sekarang mah harus usaha sendiri. Dulu sih pernah bikin sup sendiri sama si Mbak. Seinget saya sih gampiiiil. Tapi kok ya nggak pede. Apa cuma perasaan saya aja, ya? Maka dari itu, saya pun browsing dan tanya sana-sini. Oh, ternyata lumayan gampang, nih. Tinggal cemplung-cemplungin jadi. *tsaaah* *gayanya*

Karena kemampuan memotong dan mempersiapkan bahan masakan selelet kinerja SBY (*loh?*), maka nyiapinnya harus dari malam. Niatnya kan supnya harus canggih, ya, pake ayam, kentang, sosis, bakso, wortel, daun bawang, endesbrei-endesbrei. Masalahnya adalah… kemampuan memotong saya sangat memprihatinkan sehingga untuk motong itu semua butuh satu jam lebih *masa oloooh*. Itulah kenapa saya jarang nyiapin bahan masakan ribet pagi-pagi karena nggak kuat harus ngurangin waktu tidur sejam. Hihihi!

Kebetulan banget pagi-pagi hujan. Cucok bener deh bikinnya sup biar badannya hangat. Tinggal cemplung-cemplung, nunggu mendidih, dan disajikan. Endeeeuus! Oh ya, dan yang pasti sih sehat dan kalorinya nggak banyak karena direbus. *semoga turun 10 kg* *lah, mirip anorexia*

Oh, foto makanannya nggak ada karena nggak sempat kepikiran juga pagi-pagi di saat harus gerak cepat trus foto-foto. Lain kali deh, ya.

Pas mau berangkat, ternyata masih hujan. Dikira kan hujannya nggak terlalu deras, ya. Jadi untuk menuju parkiran, saya dan suami pun sepayung berdua. *romantis* *padahal payung satunya ketinggalan*. Pas menjejakkan kaki di luar, hujan lumayan deras, tapiii yang bikin keki adalah… anginnya dasyat banget. Agak nggak berguna juga pake payung karena tetap kena hujan angin dari depan. Pas lagi menantang angin, eeeh… saking kencangnya angin itu, payung pun ngejeblak ke atas. BOOOOKKK, basah ajeee kita. Benerin payung dulu, baru habis itu lanjut jalan ke parkiran lagi…. tetap ngejeblak. Dasyat, deh! Ini apa sekalian joged-joged di bawah hujan apa kayak di film India supaya makin seru gitu?

Jadi pagi ini, mau ke parkiran aja usahanya setengah mati. Hampir aja saya pikir ini pertanda untuk stay di rumah dan lanjut tidur lagi. *NGAREEEP*πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€

Untungnya sampe di kantor tepat waktu dan sekarang lagi mikir ngemil apa nih saat hujan gini?πŸ˜€

Selamat hari Rabu!πŸ™‚

2 thoughts on “Ketika Hujan di Rabu Pagi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s