Dilarang Naik Lift

Kantor saya ini bergerak di bidang kesehatan. Jadi berupa klinik obesitas. Tentunya untuk penurunan berat badan bagi yang merasa dirinya gemuk, ya. Kenapa dibilang merasa? Karena kalo dilihat-lihat banyak yang kurus langsing, teteeep aja ke sini karena merasa gemuk. -_-*

Ruangan saya ada di lantai 6. Cukup atas lah. Sehari-hari biasanya saya naik lift. Ya iyalah ya, masa naik tangga. Lumayan gempor kakinya, dong. Tapiiii… suatu hari masuklah e-mail kantor yang menyatakan bahwa karyawan nggak boleh lagi pake lift, kecuali lagi sakit, hamil, atau bawa barang besar. Jadi harus naik tangga! *pingsan*

Udah pada misuh-misuh deh karyawan karena kan capek bener, ya. Belum lagi nanti keringetan, trus lepek, trus penampilan jadi lecek, trus jadi nggak oke, deh. *cetek*

Ternyata oh ternyata, si big boss, yang merupakan dokter, kayaknya udah melihat para karyawannya mulai menggendut. Jadi dialah yang memberikan titah untuk melarang karyawannya naik lift, supaya pada olahraga dikit. *elap keringet*

Ya emang sih ya, kita emang pada males olahraga. Secara *alasannya* nggak punya waktu. Sebenarnya nggak juga, sih. Itu gym di lantai paling atas boleh dipake karyawan untuk olahraga. Kenyataannya, jarang tuh yang nyentuh padahal udah dikasih gratisan, ya. Hihihi!

Apakah sekarang saya jadi rajin naik tangga? Ya nggak sepenuhnya juga. Kalo pagi sih masih segar jadi rajin deh naik tangga. Mayan, anggap aja olahraga. Tapi kalo pulangnya udah malam, trus udah nggak banyak orang lagi di kantor, ya males juga, mameeen! Males banget jalan sendirian turun tangga di kantor, sepi dan gelap. Hiii! Ya mending ngesot pake lift aja kan. Lagian, kalo malam kan nggak ada yang tahu juga saya pake lift. Hihihi!

Oh ya, kembali ke soal niatan si bos supaya karyawannya sehat dan langsing bak model. Kenyataannya adalah, tepat satu lantai di bawah saya, yaitu lantai 5, ada koperasi kantor. Jualannya bikin memori masa kecil kembali menyeruak, seperti choki-choki, coklat better, dan lidi pedas. Siapa yang bisa menahan godaan seperti itu? SIAPA? *ngemilin satu bakul*

Jadi walaupun niat diet udah dimantapkan dan sekarang makan malam saya cuma buah, tapi tetap di sela-sela jam kantor ngemil makanan itu. Alasan yang sering dipake adalah kan udah naik tangga terus jadi kalorinya udah kebuang, dong. Masalahnya, kan cuma naik tangga 6 lantai, bukan 40 lantai. Nggak sampe banjir keringat juga, sih. HIH!

Bos, bikin eskalator aja, dong! *loh, kok kesimpulannya begini?* πŸ˜€ πŸ˜€ πŸ˜€

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s