Di Bandung

Selamat ulang tahun kota kesayangku, Bandung.

Tempat yang penuh kenangan indah. Tempat yang selalu menarik saya untuk kembali. Tempat yang suatu hari nanti ingin saya tinggali dengan keluarga kecil saya.

Bandung adalah tempat di mana Bapa saya mengambil kuliah sarjana dan pascasarjananya. Kami sering diajaknya dulu ketika sekolah sedang libur. Menelusuri jalanan Bandung yang sejuk. Membayangkan betapa menyenangkannya kalau harus sekolah dengan berjalan kaki seperti ini.

Tibalah waktu ketika Bapa diwisuda. Adik terkecil pun memakai toga dan jubah wisuda Bapa. Si kecil yang bahkan belum masuk SD mengatakan bahwa suatu saat dia akan kuliah di tempat yang sama seperti Bapa. Keinginan yang dibawa si kecil sampai ia dewasa. Alam semesta pun mengabulkannya. Ia masuk ke universitas yang sama seperti Bapa.

Bandung, kamu pasti menarik kami untuk selalu kembali, kan?

Pekerjaan Bapa menuntutnya untuk tinggal di kota-kota yang berbeda. Tentu saja, kamu menarik kami kembali. Bapa ditempatkan di kota ini. Kota kesayangan kami.

Tidak pernah ada rasa bosan ketika menginjakkan kaki di Paris Van Java. Saya suka udara sejuk yang tercium ketika berada di sini. Saya suka bangungan-bangunan lama yang masih kokoh berdiri. Saya suka restoran-restoran kecil yang nyaman. Oh, tentu saja saya cinta makanannya. Menggendut adalah kata wajib setelah mengunjungimu.

Oh, kamu tentu belum lupa bagaimana kamu membuatku jatuh cinta di sini. Masih ingat ketika kami sedang liburan dengan teman-teman dan dia ada di sana. Waktu masih jaman PDKT tapi masih gengsi setengah mati untuk ketahuan orang lain. Jalan sama-sama tapi nggak ngobrol.

Kamu ingat kan malam itu ketika mau tidur, dia mengirim sms mengucapkan selamat tidur. Yang tentu saja saya balas dengan, “Ih, beraninya kalau di sms doang.” Akhirnya malam itu kami malah nggak jadi tidur, keluar dari kamar masing-masing, dan ngobrol sampai pagi.

Hati kami terlalu berdebar sampai akhirnya tidak bisa tidur. Pagi itu, dia mengajak saya mencari makan. Kami menulusuri jalanan Bandung dengan jalan kaki. Kalau dipikir-pikir, jalan kaki dari Setiabudi sampai Cihampelas itu jauh banget cuma untuk makan nasi kuning di pinggir jalan.

Hari itu saya jatuh cinta di kota kesayangan saya. Hari itu pula saya menemukan orang yang menjadi suami sekarang ini. Pasti itu karena campur tangan kamu, kan?

Selamat ulang tahun, Bandung. Tetaplah jadi kota di mana kebahagian selalu terjadi.πŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s