Cinta Beta

*tarik napas dalam-dalam*

KONSER GLENN FREDLY GOKIIIIIL!πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€

*hembuskan napas*

Hari Minggu, 2 September 2012 adalah hari yang udah saya nantikan. Dari beberapa hari sebelumnya udah ribet bongkar-bongkar lemari mau pake baju apa buat konser nanti. Lah, kenapa harus ribet? Situ bakal dilihat Glenn Fredly emangnya? #tsaah #ngarep

Rencana udah disusun dengan apik pada hari Minggu itu: ke Gereja, ambil tiket di mall terdekat, pergi ke Ambasador untuk beli kacamata, dan langsung ke Istora Senayan. Manusia boleh berencana, tapi Tuhan yang menentukan. #tsaelaah. Rencananya nggak semulus itu. Habis ngambil tiket konser, eh kita malah pulang ke rumah untuk bobo-bobo lucu karena cuaca panas banget, men! Yang akhirnya kebablasan dan baru berangkat dari rumah jam 15.30. Sore bener, deh!

Tiket udah di tangan

Tentu saja di kemacetan Jakarta sekarang ini mana bisalah sampe cepat ke Ambasador. Baru sampe sana jam setengah lima sore. Langsung buru-buru ke optik untuk masang lensa kacamata. Katanya harus tunggu 1 jam. Oke baiklah, mari muter-muter dulu. Tapi hati ini udah resah karena nanti baru bisa keluar jam 6 dong ya dari Ambas. Padahal sih konser emang mulai jam 8 malam. Tapi kan pengen dong dapat tempat di depan. Hihihi.

Jam setengah 6 saya udah kembali ke optik untuk ngambil kacamata. Ternyata kacamata saya belum dikerjakan sama sekali. MAU NGAMUK NGGAK, SIK! “Mas, saya udah 1 jam nunggu lho, ini. Saya ada urusan lain lagi. Bisa selesai dalam berapa lama?” Untungnya bisa selesai dalam waktu 15 menit. Kalo bisa selesai cepat kenapa nggak dari tadi dikerjain, sih? Hih!

Habis ngambil kacamata langsung buru-buru ke parkiran. Jalannya saya udah cepat banget kayak mau ikut lomba lari. Si suami masih bisa ngajak becanda, “Kalo tiba-tiba mobil mogok gimana?” Langsung saya menatap setajam silet siap-siap menerkam dia, “Kalo sampe mogok, aku pergi sendiri naik ojek.”
DUILEH, SEGITU AMAT GUE! Hahahaha!

Untungnya jalanan Jakarta lumayan bersahabat. Begitu masuk dari sebelah FX, si suami ragu pula. Itu Istora Senayan maksudnya di Tennis Indoor kan, ya? Padahal sih keliatan banyak yang masuk ke GBK situ. Si suami malah lurus terus mau ke Tennis Indoor. Cakep! Saya udah ragu dan panik gini suruh dia untuk nanya satpam aja, deh. Beneer kan, harusnya masuk ke kawasan GBK. Untung belum jalan terlalu jauh. Saya udah wanti-wanti ke suami, “Nggak papa parkirnya jauh, jalan kaki lebih cepat”. Sesuai sabda ratu, maka kita pun nggak berusaha cari parkir terlalu lama.

Waktu sampe itu udah jam 18.30. Istora Senayan udah penuh dengan antrian para fans Glenn. Panjaaang bener antriannya. Si suami yang antri, sementara saya kebelet ke WC. Pas di WC, antrenya kayak ular panjang. Ebuseet, beser semua tampaknya.

Begitu gate dibuka, saya dan suami langsung buru-buru jalan. Karena nontonnya di kelas festival jadi harus dulu-duluan dong ngambil tempat paling depan. Sayang oh sayang, barisan paling depan udah penuh. Untungnya belum penuh-penuh banget jadi saya masih dapatlah di tengah-tengah.

At the gate

Si suami yang pertama kali nonton konser udah sampe geleng-geleng kepala. Ini semua pada heboh banget, sik nonton Glenn doang. You’ll see, baby! *kedipin*

Dengan manisnya yang kelas festival duduk di lantai. Di stage ada layar gede hitungan countdown sampe jam 8 malam, waktunya konser dimulai. Kayaknya bakal tepat waktu, nih.

Oh ya, beberapa tahun lalu, Glenn Fredly ngadain konser tunggal pertamanya di JHCC. Waktu itu saya juga nonton. Dibandingkan dengan dulu, venue sekarang jauh lebih sederhana. Saya asumsikan karena Glenn udah keluar dari major label, jadi semua diusahakan sendiri. Nggak pake sponsor sama sekali. Promosi dilakukan lewat social media. Surprisingly, Istora Senayan penuuuuh banget! Keren!

Tangan bercap nomor gate

Akhirnyaaaa bisa nonton konser Glenn sama suami *cita-cita*

Sepuluh detik sebelum jam 8 malam, secara serentak seluruh penonton menghitung mundur.

Countdown di layar

The crowd

Tepat jam 8 malam muncullah Pandji. Sebelum mulai, Pandji mengajak satu Istora untuk bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya. Sungguh deh ya, itu merinding bener nyanyi lagu kebangsaan. Biasanya kan cuma sambil lalu ya kalo di upacara. Tapi denger satu gedung nyanyi dengan penuh semangat, berasa deh bangganya jadi orang Indonesia.

Opening act by Pandji

Setelah menyanyikan lagu Indonesia Raya, Pandji melakukan stand up comedy selama 10 menit. Dia bisa menghangatkan suasana banget, deh. Pandji pun memanggil Glenn Fredly. Langsung satu Istora histeris, termasuk saya. AAAAK! Istora langsung disuguhi lagu Happy Sunday. Cocok banget sama hari itu yang emang hari Minggu.

*Jangan tanya susunan lagunya apa aja, ya. Nggak hapal*

Satu demi satu lagu bergulir. Kayak kehipnotis gitu semua. Pas lagu Pantai Cinta, tiba-tiba saya dan suami udah gandengan tangan aja. Itu lagu favorit kita berdua dan dinyanyiin pula. Aaa, senang!

Udah nggak perlu ditanya ya kualitas Glenn Fredly gimana. Jempolan kaki dan tangan, deh (kalo perlu minjem jempol orang lain). Yang paling kerasa buat saya adalah, he looked happier. Dibanding konser tunggalnya yang dulu, yang ini dia kelihatan lebih lepas, bahagia, dan kayaknya ini memang sesuatu yang dia inginkan. Beberapa kali dia mendengungkan kalo untuk jadi musisi itu harus punya dedikasi sehingga bisa diapresiasi masyarakat. Dia pun memasukkan beberapa kritikan soal keadaan negara ini. He looked wiser than before.

Bintang tamu yang diajak juga keren banget: Indra Lesmana, Sandy Sondhoro, Tompi, Pasto, Ivan Saba, Endah n Rhesa, Fariz RM. Bayangkan, itu kualitas dunia banget semuanya dan dihadirkan dalam satu panggung. Gimana nggak tambah histeris? Udah nggak perlu dikasih tau kan gimana kerennya mereka berkolaborasi?

Sandy Sondhoro dan Endah n Rhesa

Kolaborasi dengan Pasto

The legendary Fariz RM

Dengan Rame-Rame People dan paduan suara dari anak-anak Maluku

Dengan Tompi

Bagian favorit saya adalah waktu, Glenn memasukkan tema Maluku di konsernya. Ada paduan suara dari anak-anak Maluku yang terkena kerusuhan waktu itu. Suaranya bikin seluruh bulu merinding. Yahud maksimal!

Waktu Glenn menyanyikan lagu Suara Kemiskinan dengan dilatarbelakangi layar bergambar bendera merah putih, spotlight hanya mengarah ke dia seorang. Dia menyanyi sendu. Bahkan di tengah-tengah dia nggak bisa melanjutkan nyanyiannya. Suaranya mulai bergetar dan dia menunduk, terduduk di panggung sambil menangis. Kamu bisa bayangkan kan, seberapa cintanya dia dengan negara ini, sekaligus seberapa sedihnya dia melihat keadaan negara ini? Itu adegan yang bikin saya pun terdiam dan berkaca-kaca. Merinding!

The moment he cried

Selama 3,5 jam itu semua lagu disuguhkan dengan baik. Saya yang nggak suka tuh joged-joged jejingkrakan aja sampe joged-joged. Benar-benar menikmati magisnya konser. Berdiri 3,5 jam nggak berasa banget (habis itu encok kali ya badan ini. Hehehe). Tepat jam 23.30, konser pun berakhir. Seluruh musisi di panggung turun. YAAAH, kenapa berakhir? *sedih tak berujung*

Penonton pun keluar dari istora. Seperti biasalah ya keluar kan masih terdengar lagu-lagu gitu. Saya dan suami masih jalan santai. Loh, tapi di lapangan istora kok ada panggung kecil, trus ada penyanyinya juga. Saya bilang ke suami, “Oh, itu mungkin artis pendamping gitu, ya. Buat menghibur pas pulang”. Tapi makin dideketin, lhoooo itu kan…. GLENN FREDLY! AAAAK! *pingsan* *bangun lagi*

Langsung deh kita heboh deketin panggung. Saat itu dia nyanyi lagu Dansa Yok Dansa. Kemudian dia bilang, ini untuk mengiringi kepulangan para penonton. Bok, kalo dia nyanyi mah bakal nggak pulang-pulang ini penonton kan. Kemudian dia nyanyi lagu Good Times dan terakhir My Everything. Udah deh lompat-lompatan lagi, nyanyi-nyanyi dengan sepenuh hati lagi! KELAAAAAR!

Panggung outdoor untuk mengiringi penonton pulang

Terakhir Glenn dan musisi lainnya bergandengan tangan sambil membungkuk memberi penghormatan pada penonton. Ga rela banget kalo harus berakhir. Sampe subuh juga dijabanin, deh! *maunyaaa*

Cuma satu kata yang bisa menggambarkan konser ini: GOKIL! It was worth every penny!

Suami pun mengubah opininya tentang Glenn. Dia sekarang malah kagum dan bisa ngerti kenapa istrinya tergila-gila sama Glenn. Nope, bukan karena lagu-lagu galaunya. Tapi karena musikalitas dan kecintaannya sama musik itu nggak main-main. Respect!

Bisa nonton konser Glenn berdua sama suami dan disuguhi performace yang ciamik, it was the day that I would remember as one of my happiest days in my life. Dan disuruh nonton 1000 kali lagi Glenn konser, saya nggak akan nolak.πŸ™‚

PUAS!πŸ˜€

2 thoughts on “Cinta Beta

  1. Hi naomi kmrn diriku jg nonton konser glenn tercintaaa…;o)

    Eniwei liat dirimu jg, ptama liat si kemeja jokowi suamimu (dlm ati kyk pnh liat dmana ya?!) Tnyata sbelahnya dirimu baru deh ngeh itu kan yg blognya sering diriku baca… ;oD

    Tnyata sesama fans gilanya glenn ya kitaaa… ;o) sama bgt aku jg in a rush bgt mnuju ke konsernya glenn.. ;op

    • Hallooo Danish, ya ampun kamu kemarin nonton konser Glenn juga? Aaaa, kenapa ga nyapa aja? Kamu di sebelahku kah? Ih, seneng, deh!πŸ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s