Dear Jay

Hari ini nggak sengaja buka blog seorang teman lama. Dulu blog-nya sering saya baca tapi udah hampir setahunan belakangan ini dia nggak nulis lagi. Jadi saya udah lupa dengan blognya.

Dia teman sebangku saya waktu kelas 1 SMA. We were strangers. Saya nggak kenal siapa-siapa di sekolah itu, dia pun begitu. Jadilah kita terdampar duduk berdua di bangku paling belakang. She’s a Chinese, a minority in our school. Agak kaget juga dia mau masuk ke sekolah negeri. Alasannya sederhana sekolah ini murah dan bagus.

Dari yang nggak sengaja duduk sebangku sampai akhirnya jadi akrab dan saling curhat. Dari siapa yang kita taksir (oh, dan love life kita di SMA benar-benar menyebalkan) sampai segala macam cerita. Dia dan saya berbeda jauh. Kalo dia lebih tomboy, saya lebih girly. Dia mau ikut ekskul, saya sih males. Dia pinter banget, saya biasa aja. Tapi yah kita nyambung aja. Saya banyak belajar dari dia.

Oh ya yang paling penting adalah kita berdua tergila-gila sama The Moffatts. Tergila-gila parah!πŸ˜€πŸ˜€

Hidup membawa kita ke arah yang berbeda. Dia sekarang tinggal di negeri Singa dan saya masih teteep di sini. Bukan karena dia tajir melintir makanya dia bisa ke sana, tapi karena kerja keras banget. And I am proud of her.

Dua tahun lalu dia menikah di negeri Singa dengan pria yang kalo dari blog-nya pasti sayang banget sama dia. Kisah cintanya ups and downs. Bahkan denger dia menikah aja bikin saya kaget. Saya pikir pernikahan adalah sesuatu yang nggak akan dilakukannya dalam waktu dekat. But she did.

Pernikahannya cukup sederhana. Nggak perlu yang heboh dan besar. Yang penting dihadiri orang terdekat saja. Ah, ini sangat dia banget. Nggak seperti saya yang pas mau nikah bisa jungkir balik nyiapin ini-itu, dia nggak terlalu mikirin. Dengan kesulitan yang sudah dialaminya dengan si pacar, menikah adalah suatu hadiah yang indah buat dia. :’)

Kehidupan pernikahannya nggak semulus yang dibayangkan. Kesulitan bahasa yang berbeda, budaya yang berbeda, dan untuk beberapa lama dia harus tinggal terpisah dengan suaminya.

Tapi lupakan itu. Sekarang saya dapat kabar kalo dia sedang hamil. Iya, hamil! Dulu semua orang akan mengira saya yang menikah duluan dan hamil. Tapi ternyata dia yang mengalaminya duluan. Hihihi. Hidup itu penuh kejutan, kan?

Mengetahui dia hamil bikin saya yang sentimentil ini pengen mewek terharu. Senangnya bukan main. She’s gonna be a mom and I know she will be a very good one. :’) :’)

Udah lama banget nggak ketemu dia. Rasa-rasanya kalo ketemu dia sekarang saya bisa lari meluk dia karena senang. Congrats on your pregnancy, dear Jay.πŸ˜€

2 thoughts on “Dear Jay

  1. Pingback: hellooooo world!! | The World With No Together

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s