Gendut Dan Kurus

Dulu waktu pacaran, saya dan suami punya panggilan sayang standar, seperti dear dan sayang. Udah itu aja. Nggak pake bebeb, ayang (euh!), ataupun honey bunny bla bla bla.

Nope!

Setelah menikah, ternyata perut si suami itu lucu banget. Ngegemesin gendut kayak flubber (tokoh di film). Sebelum tidur kebiasaan saya pasti gemes-gemesin perutnya dia. Soalnya bisa kayak goyang-goyang sendiri, kayaka ada air di dalamnya (eh, emang pasti ada air di dalamnya, sih). Trus saya suka bilang, “Ndut.. ndut.. ndut!” dengan bibir monyong diimut-imutin.

Akhirnya malah keterusan sekarang kalo manggil dia jadi si ndut. Hihihihi. Eh, dia nggak mau kalah, dia juga punya panggilan ke saya: si kurus. Panggilannya, “Rus.. rus.. rus”. Ish, jelek banget ya kedengerannya. Belum lagi entah dari mana dia suka nambahin dengan manggil, “Rustam.. rustam”.

BOK, PLIS DEH! Nggak ada yang lebih bagus apa?

–________________________–*

 

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s