Mari Membuat Perubahan

DISCLAIMER: Tulisan politik oleh orang awam yang nggak ngerti politik. Nggak dibayar oleh siapa pun juga.

Sebentar lagi tanggal 11 Juli 2012. Tanggal istimewa buat warga Jakarta karena hari itu akan diadakan pilkada.

Sebenarnya saya nggak kepikiran buat milih pada pilkada ini. Percaya nggak kalo seumur hidup saya baru milih satu kali aja karena sebelumnya golput dan nggak peduli. Waktu itu saya semangat banget mau ikutan pemilu sampai baca latar belakang calon presiden. Eh, habis itu kecewa karena presiden sekarang kok ya melempem, ya. Kepikiran lagi deh apa nggak usah milih aja.

Lima tahun lalu saya juga nggak milih waktu Pilkada Jakarta. Kenapa? Karena satu keluarga nggak dapat kartu pemilih. Nggak jelas keberadaannya. Lagi-lagi saya nggak peduli. Nggak tertarik untuk milih. Setelah dipikir-pikir, bisa aja kan kartu pemilih saya dan keluarga dipake oleh orang-orang yang berkepentingan terhadap partainya.😦

Nah, tahun ini saya berniat nggak milih lagi. Udah kecewa banget sama pemerintahan yang ada. Berasa nggak selama 5 tahun kepemimpinan Foke, jalanan makin macet, mal semakin banyak, ruang hijau hampir nggak ada. I don’t even know what he did all this time! Sebagai warga Jakarta, saya merasa capek banget harus terjebak kemacetan setiap pergi dan pulang kantor. Kalo masih satu jam sih nggak papa. Ini bisa sampe 2 jam. Pulang ke rumah tenaga udah capek dan rentan stres. Kualitas hidup pun menurun.

Lihat deh, pertumbuhan kendaraan bermotor semakin membabi buta. Pernah lihat kan kalo pas lampu merah motor mengerubung kayak laron. Begitu pula mobil yang rasanya makin membuat kota Jakarta padat. Sedangkan transportasi umum terseok-seok.

Satu kata buat Jakarta: PARAH. *nangis*

Saya jadi warga yang hopeless. Kayaknya siapa pun yang mimpin, Jakarta nggak bakal berubah, deh. Trus ngapain capek-capek milih. Saya marah, saya kesal, dan saya ngambek. Makanya saya memutuskan untuk nggak milih.

Kemudian masuklah nama seperti Jokowi. Well, saya tahu banget reputasinya bagus. Dia tampaknya begitu mencintai kota Solo dan memajukan kota tersebut. Tampaknya dia orang yang sederhana dan bukan orang yang jahat.

Tapi terlintas di pikiran saya: Kan dia masih menjabat ya jadi walikota Solo, kok di tengah-tengah pindah? Secara awam, saya cuma mikir, kok dia kurang konsisten, ya? Lalu kemudian, dia didukung oleh Prabowo yang dulu tersangkut kasus HAM waktu tragedi Trisakti. Ih kan ya, males kalo dukungannya dari orang yang saya sendiri nggak yakin dia baik. Kemudian Jokowi pernah bilang di Mata Najwa kalo dia nggak akan pasang poster, spanduk, stiker yang akan mengotori Jakarta. Eh, kenyataannya… malah bertebaran di mana-mana. Lagi-lagi nggak konsisten.

Kemudian di twitter orang mulai sering menyebut Faisal Basri dan Biem Benyamin. Saking ramenya di twitter membicarakan calon independen ini, saya mulai cari tahu latar belakangnya dia. Mulai deh saya jatuh cinta karena:

  1. Dia tidak terkait dengan partai mana pun. Sekian tahun menonton partai-partai berantem, cari muka, pindah halauan, semua demi kekuasaan. Siapa temannya siapa mulai nggak jelas. Yang penting asal menang. Lalu tiba-tiba FaisalBiem muncul secara independen, tanpa partai. Murni dukungan warga. Hutangnya hanya kepada warga, bukan kepada partai yang cuma cari kekuasaan aja. Secara logika, saya cuma mikir seharusnya dia tidak dikontrol dengan keinginan partai yang pasti ada maunya, kecuali keinginan dan kepentingan warga.
  2. Faisal sampai menjual rumahnya demi membiayai kampanya. Secara dia berasal tidak dari partai mana pun, jadi dia nggak bisa dibiayai partai atau pengusaha. Yang ada dia harus berusaha sendiri melalui kampanye dari media sosial seperti twitter dan facebook, jual merchandise, bikin garage sale, sampe buka rekening bantuan dari warga. Melihat yang seperti ini saya jadi percaya bahwa ketika dicintai warganya, warga akan bersatu untuk membantu. Sesuatu yang jarang saya lihat di Jakarta.
  3. Berdaya bareng-bareng. Motto yang diusung oleh FaisalBiem mencerminkan cara kerjanya nanti. Saya suka sekali ketika dia bilang bahwa kalangan menengah atas harus mau mengurangi sedikit kenyamannya supaya dapat membantu kalangan menengah bawah memperoleh kenyamanan yang lebih. Fair enough, right? Sama seperti motonya, berdaya bareng-bareng. Saling membantu sesama lapisan masyarakat demi Jakarta.
  4. Saya suka sekali waktu beliau menolak penambahan 6 ruas jalan tol. Menurut beliau lebih baik revitalisasi transportasi massa. Penambahan ruas jalan tol sama saja mengijinkan penambahan volume kendaraan. Yang ada malah makin macet, bukan menyelesaikan masalah. Sedangkan memperbaiki dan menambah transportasi umum sehingga warga Jakarta Β mau naik adalah solusi yang lebih bijaksana. Buktinya di Singapore sana orang mau naik MRT kan. Jadi sebenarnya kalo transportasi umumnya yahud, pasti orang rela naik.
  5. Faisal Basri secara tegas mengatakan akan menertibkan ormas-ormas anarkis, termasuk FPI. Calon gubernur lain nggak ada yang berani nyentuh topik ini. Bahkan ada yang kampanyenya digambarkan bersalaman dengan tokoh si ormas anarkis. Piye toh? Tapi FaisalBiem berani bilang akan menertibkan mereka. Satu angin segar buat saya yang udah eneg banget sama mereka. Nggak mau dong ya kalo nonton konser tiba-tiba bubar karena mereka?πŸ˜€
  6. Pernah merasa Jakarta jadi lebih jorok karena ditempeli stiker-stiker dan spanduk cagub. Ih, kesal dong, ya. Jujur, sampai saat ini saya nggak terlalu sering melihat spanduk mereka. Lihat sih pasti pernah, tapi nggak bertebaran banyak. Ketika masa tenang kampanye seperti ini, beliau mengatakan di twitter, kalo ada masyarakat yang masih melihat spanduk atau poster atau stiker mereka terpampang di jalanan, tolong dilaporkan ke mereka. Mereka akan mencabut dan membersihkannya. Beliau konsisten dan mentaati peraturan. Saya suka.
  7. Sejauh ini saya nggak melihat latar belakang yang kurang baik dari FaisalBiem. Mereka adalah orang yang konsisten, sederhana, dan lurus-lurus aja. Hal semacam ini pasti akan punya banyak musuh, tapi dia berani maju memberontak. Saya dengar sendiri Faisal pernah bilang akan berusaha membersihkan birokrasi yang nggak perlu. Sebel dong ya kalo lagi mau urus ini-itu tapi birokrasinya ribet, lama, dan ngabisin waktu kita.
  8. Selama kampanye saya melihat program kerja beliau realistis. Nggak janji muluk-muluk kayak uang sekolah swasta grastis, bebas macet dalam 3 tahun, dan lain-lain. Buat saya program kerja itu harus realistis dan nggak perlu janji-janji manis. Yang penting prosesnya ada dan jelas.

Saya sudah memantapkan hati untuk memilih pada tanggal 11 Juli 2012 nanti. Saya sadar saya punya suara yang bisa digunakan untuk masa depan Jakarta. Tempat tinggal keluarga dan anak-anak saya nanti. Saya muak dengan kemacetan, kekacauan yang ada di Jakarta, maka dari itu saya memutuskan untuk memilih. Setidaknya saya berbuat sesuatu untuk tempat yang saya tinggali, kan?

Jadi, bagi warga Jakarta jangan lupa untuk mencoblos tanggal 11 Juli 2012 nanti, ya. Mari buat perubahan!πŸ˜€πŸ˜€

 

2 thoughts on “Mari Membuat Perubahan

  1. gue juga kagum dgn sosok Faisal Basri ini bok, secara dia akademisi kan (yg mana gue selalu kagum ama yg pinter2 plus rendah hati gitu hahaha drpd yg tong kosong nyaring bunyinya *you know who*), apalagi bagian soal transportasi massa yang menurut gue sebagai angkoters sangat konkrit dan bener bgt emg kita udah ketinggalan bgt soal transportasi massa dibanding negara asean lain.
    sebagai warga jakarta coret yg gak bisa nyoblos, gue sih awalnya berprinsip siapapun asal bukan Foke (tapi jgn Hidayat Nurwahid juga sik), ya minimal Jokowi boleh lah, atau si Faisal ini. dengan hasil quickcount ini, walopun kalah, benerr bgt bapak Faisal udah bisa bikin orang Jakarta percaya sama perubahan, dan bahwa semua orang bisa membangun jakarta kalo emang niat. ya gaaaaa..
    semoga gubernur yg baru bisa merubah jakarta tercinta ini ya.

    • Eh, bener banget bok. Kalo dia ga pinter mungkin gue ogah ngelirik. Hahahaha. Cowok pinter itu emang menggoda sekali wlpn udah tua. #salahfokus Pokoknya siapapun yang mimpin, plis deh jangan macet lagi. Tua di jalan gue.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s