A Box Of Chocolates

Udah lama banget nggak ke toko buku, pas kemarin ke toko buku ternyata… HUWOOOOW.. banyak buku baru. Sebenarnya pengen banget beli komisk Miss Modern yang dicetak ulang lagi. Dulu, komik ini sukses bikin saya mewek pas SD karena saking menghayatinya. *jiwa drama dari kecil*. Tapi sambil keliling toko buku, nggak sengaja ketemulah buku ini:

A BOX OF CHOCOLATES FOR TWO: a book on parenty by Hanna Carol.

A Box Of Chocolates

Hal pertama yang bikin saya melirik adalah desain covernya yang menarik. Saya termasuk orang yang nggak percaya dengan pepatah: don’t judge the book by its cover. I do judge the book by its cover. Cover yang menarik dan eye catching tentu saya lirik duluan, dong. Baru deh habis itu lihat isinya.

Pas dibuka, kertasnya tebal dan full color. Kalimat yang penting di-highlight. Lalu ilustrasinya juga menarik. Udah deh, makin suka aja.

Setelah ditelaah kayaknya isinya menarik, nih. Bahasa yang digunakan sederhana dan nggak kaku. Makin tergelitik aja untuk beli. Yang bikin ragu adalah: ini kan buku parenting, saya hamil aja juga belum. Tapi kemudian saya pikir, well I wanna enrich myself (and my husband too) with proper knowledge to raise kids. Apalagi buku ini ada bagian untuk ibu dan bagian untuk ayah. Jadi klop banget, kan.

Mulailah perjalanan saya membaca buku itu. YA AMPUN, kenapa bukunya bikin saya terharu begini, sih? Oke, mungkin ini hormon yang membabi buta muncul ketika mau dapet. Tapi ya buku ini emang bagus.

Buku ini memberi pengetahuan yang cukup baik mengenai bagaimana menjadi orang tua yang baik secara Kristen. Gimana seharusnya orang tua banyak memberikan kasih dan penghargaan untuk anak-anaknya.

Puncaknya adalah saya mewek aja dong baca buku ini. Mewek karena ingat orang tua saya yang membesarkan saya dengan penuh kasih, mewek bahwa suatu saat saya akan jadi orang tua juga dan berharapnya sih bisa merawat anak-anak dengan sama baiknya.

Suka sekali dengan pernyataan bahwa kenapa Tuhan memberikan manusia anak karena Tuhan mau mengajarkan kasih seperti orang tua ke anak itulah kasih yang dimiliki Tuhan kepada manusia. *mewek*

Ini udah pasti jadi buku yang bakal saya baca berulang kali. Lagi dan lagi. Worth to read. :’)

2 thoughts on “A Box Of Chocolates

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s