The Honeymoon

Sehari setelah menikah, saya dan suami langsung capcus honeymoon. Buru-buru banget ya, ceu! Hihihi. Tujuannya adalah Phuket, Thailand.

Sempat agak serem juga mau ke sana karena beberapa hari sebelumnya ada gempa berpotensi tsunami di mana bandara Phuket sampai ditutup beberapa jam. Untungnya semua aman terkendali.

Hari 1
Kita berangkat dari Jakarta naik Air Asia jam 16.00. Perjalanan lancar banget, hampir nggak ada turbulensi. Saya yang penakut ini pun bersuka cita. Tapi ya, namanya baru nikah, trus baru keluar dari rumah, di pesawat sempat galau. Berakhir mewek di pelukan suami karena kangen rumah. Aih, cengengnya! *ngumpet di bawah pesawat* *dilindes*

Sampe di airport Phuket sekitar jam 19.30. Di depan udah ada airport transfer yang jemput dari Renoir Boutique Hotel tempat saya menginap untuk 3 hari pertama. Miss Pla dan suaminya menjalankan tur. Mereka ramah dan baik sekali. Sampe di Renoir, eh masa katanya kamar hotelnya penuh padahal saya kan udah booking. Untungnya dipindahin ke hotel lain untuk semalam doang. Nggak terlalu complain karena hotel satunya lagi sama bersihnya.

Apa yang dilakukan orang yang baru menikah di malam pertama honeymoon-nya? Tidur dong, sodara-sodara! Capeknya pesta nikahan seharian di hari Sabtu masih bikin badan pegel dan capek setengah mati. Jadi mari tidur!

Hari 2
Bangun siang, bobo-boboan di tempat tidur. Emang sengaja nggak mau langsung ke pantai di hari kedua ini. Ini beneran capek sampai kita baru keluar pas siang hari. Itu pun karena kelaparan.

Sebelum jalan-jalan, kita pindah ke hotel sebenarnya di Renoir. Kamarnya bergaya etnik dengan lantai kayu. Bagus banget! Setelah taro tas, kita sewa motor dan jalan-jalan keliling kota. Si suami merekomendasikan noodle soup yang katanya enak banget. Muter-muter carinya sampe keliling kota. Begitu dapet, eh Β masih tutup aja. Aih, udah laper ini, mak! Akhirnya berakhir kita makan di mall, dong. Pas lagi cari restoran itu, perut udah terasa melilit. Yak, saya haid, sodara-sodara! *tutup kelambu*

Nge-mall dulu

Setelah makan, kita muter-muter keliling mall. Pas lagi beli obat karena si suami merasa nggak enak badan, tiba-tiba gerai ditutup. Orang-orang berlarian ke luar sambil panik. Lah, kita yang nggak ngerti apa-apa ini tentu merasa panik juga, dong. Ikutan lari ke luar. Pas di luar, jalanan udah macet, orang-orang berlarian, dan ketakutan. Kita masih clueless ada apaan. Apakah bom, gempa, atau apa? Udah berusaha nanya ke beberapa orang, tapi mereka bahkan nggak ngerti bahasa inggris *nyemplung ke got*. Akhirnya nemu satu pelayang McD yang inggrisnya lumayanlah bisa dimengerti walaupun sepatah-patah. Intinya, tadi ada gempa dan orang-orang panik karena takut ada tsunami. Ya oloh, beneran gempa? Kok saya dan suami nggak merasa?

Oleh karena situasi panik, saya dan suami memutuskan untuk balik ke hotel, yang untungnya letaknya agak ke bukit. Sampai di hotel malah diketawain sama resepsionisnya karena katanya orang-orang di Phuket emang gampang panik kalau udah gempa. Zzzz!

Setelah istirahat, malamnya saya dan suami pergi ke luar lagi untuk cari makan. Kali ini niat makan noodle soup kesukaannya harus kesampaian. Untungnya kali ini buka dan emang enak rasanya! Sayangnya porsinya nggak terlalu banyak, ya.

The famous noodle soup

Puas mengeyangkan diri dengan noodle soup, kita jalan-jalan ke Bangla Road, pusat kehidupan malam di sana. Banyak bar dan penari striptease. Tapi ya gitu, deh. Nari-nari biasa aja. Kalau menurut si suami, “Ini nari apaan, sih? Nggak bikin nafsu juga”. Hahahaha!

Bangla Road

Russian stripper

Bar yang paling gede

Jadi hari itu ditutup dengan nonton cewek-cewek Thai joged-joged di tiang. Hihihi.

Hari 3
Mari kita bersenang-senang di Phi-Phi Island. Sebenarnya agak males juga karena saya lagi dapet dan lagi banyak-banyaknya. Berbekal pengetahuan kalau lagi ada di air, haid-nya nggak akan keluar karena ada tekanan air yang lebih kuat, jadi hajar bleh aja hari itu main di air. Agak geli juga, sih. Hahahaha!

Pantai di sana bagus, bersih, dan pemandangannya keren banget. Tapi yang jadi masalah adalah WC-nya jorok. Serius kotornya! Padahal waktu itu saya lagi dapet jadi mau nggak mau bolak-balik ke WC. Euh! Sampe akhirnya saya memutuskan untuk nggak banyak minum supaya nggak pipis.

Anyway, akhirnya bisa merasakan pacaran di pantai dilatarbelakangi laut biru dan langit cerah. Keren!

Maya Bay

The happy newlywed

Hari 4
Hari ini kita pindah hotel ke Lae Lay Suites yang terletak di Karon. Begitu pertama kali menginjakkan kaki di hotel itu langsung jatuh cinta. Bersih dan kamarnya luas! Di kamar itu, kita dapet ruang tamu dan balkon yang menghadap ke bukit sekaligus pantai. Cantik banget!

View from our room

Setelah check in di hotel yang baru, kita langsung sewa motor untuk jalan-jalan keliling kota: Big Buddha, Wat Chalong, Panwa View Point, dan Promthep View Point, diakhiri dengan makan malam romantis menghadap ke sunset. Ciamik!

Big Buddha

Wat Chalong

Panwa view point

Promthep View Point on sunset

 

Hari 5
Hari ini mari kita ke pantai lagi. Kali ini ke James Bond island. Ceritanya pagi-pagi itu hujan jadi dengan pedenya saya nggak pake sunblock. Nggak bakal panas juga cuacanya. Eh, siapa yang tahu kalau begitu kapal berangkat, cuaca malah terik. Bok, kulit saya kebakar sampe perih banget. Hiks!

Anyway, beda dengan Phi-Phi Island yang lautnya berwarna biru, kalo di James Bond island lautnya berwarna hijau. Di sini kita berkunjung ke floating village. Jadi sebenarnya nggak ada pulau di sini, tapi para penduduk membangun perkampungan dengan model rumah panggung. Bahkan sampe ada sekolah juga, lho. Keren, deh.

Canoing

The famous rock on James Bond island

Floating school

Hari 6
Hari terakhir di Phuket dilakukan dengan jalan-jalan keliling kota. Main air di pantai Karon, beli oleh-oleh, makan di Subway, dan hujan-hujanan di sepanjang jalan. Hihihi, lucu!

Ketika sampai akhirnya pulang, saking kecapekannya sampai tidur aja gitu loh di pesawat. Keajaiban dunia banget kalau saya bisa tidur di pesawat.πŸ˜€

It was a great honeymoon! Santai, nggak terlalu padat jadwalnya, dan hura-hura sepuasnya. Senang!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s