Hot Seat

Almost one month to go, I feel so excited! Kadang-kadang bingung juga, kok belum ada rasa deg-degan atau panik, ya. Pokoknya santai kayak di pantai.😀 Oh, mungkin juga karena kalau lagi stres ngurusin pernikahan yang saya ingat adalah… bulan depan itu mau liburan, lho. Look at the fun side.

Ngomong-ngomong soal liburan alias honeymoon kita, semuanya hampir beres. Kita udah pesan hotel dari beberapa bulan lalu. Paling yang masih on-progress adalah ngurusin airport transfer supaya ada yang jemput pas nanti sampai di sana.

Tadinya kita beli tiket tanpa beli seat. Ya kita pikir bisa duduk di mana aja, deh. Tapi setelah dipikir-pikir… saya kan lumayan takut naik pesawat. Lah, kemarin aja pas ke Bali yang pesawatnya adem ayem dengan sedikit turbulance saya bisa cemas setengah mati. Mana teman samping saya bisa dengan santai tidur, ya makin paniklah saya. Padahal itu cuma 1,5 jam perjalanan, lho.

Dulu waktu saya pergi sendirian ke Manado menghabiskan waktu hampir 4 jam di pesawat malah nggak takut sama sekali. Sejak nonton berita jatuhnya Lion Air beberapa tahun lalu hampir setiap hari dan ditambah pernah naik Adam Air sehari setelah pesawat Adam Air lainnya kecelakaan dan cuacanya buruk banget, saya ngalamin yang namanya PTSD (post-traumatic stress disorder). Tadinya naik pesawat adalah hal yang paling menyenangkan buat saya, tapi sekarang lumayan bikin cemas. Benda yang harus ada di dekat saya kalau lagi di pesawat adalah iPod yang berisi lagu rohani dan alkitab. Ditambah lagi harus udah minum Antimo biar ngantuk. Dasyat ya persiapan saya. :p

Selain mempersiapkan hal-hal tersebut, hal yang paling penting kalau naik pesawat adalah teman seperjalanan, dong. Berhubung kali ini dengan (calon) suami, tentu saja dia harus duduk di sebelah saya. Kayaknya saya nggak bakal bisa tenang kalau duduk 3 jam kepisah. Bukan karena pasangan pengantin baru sih, tapi lebih ke saya takut naik pesawat.

Niat yang tadinya nggak mau beli seat, akhirnya kita memutuskan untuk beli seat aja, deh. Untuk pemilihan seat, saya minta yang dekat jendela. Ini wajib banget. Kalau saya takut, saya biasanya suka lihat ke jendela, terutama ke sayap pesawat. Lihat sayap pesawat yang getarannya biasa aja bikin saya merasa tenang, damai sentosa. Hehehe.

Urusan honeymoon hampir beres. Tinggal nukerin uang ke money changer dan packing aja. Doain pasangan saya nggak ketiduran di pesawat, ya. Pegimane nasib aye ntar kalo melek sendirian? *baca mantra*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s