(Resmi) Dilamar

Setelah penundaan sekitar 3 minggu, akhirnya 3 Maret 2012 kemarin saya Marhusip. Marhusip itu semacam lamaran resmi. Jadi udah menyangkut keluarga besar dan Raja Parhata kedua belah pihak.

Karena sifatnya yang resmi, jadi di sini udah mulai pake pakaian yang bagus juga karena saya dan pasangan akan diperkenalkan ke keluarga pasangan masing-masing.

Sehari sebelumnya terjadi kehebohan. Masih inget pakaian yang harusnya saya kenakan untuk Marhusip di sini? Nah, pakaian itu gagal karena kurang pas. Untungnya si Mama dulu nggak sengaja jahit baju untuk saya. Waktu dicoba kemarin pas banget. Masalahnya adalah belum ada bawahannya. Pengennya bawahannya kain batik selutut. Karena kesibukan tak terhingga, satu hari sebelum hari Marhusip kain itu belum dibeli juga.

Karena panik, pulang dari kantor saya langsung ke mall cari kain itu, tapi ternyata nggak ada yang selutut. Mana badan udah lemas dan pegal karena habis foto prewed yang jumpalitan. Si Mama bilang pulang aja karena nanti dia bongkar kain-kain yang ada di rumah.

Sampai di rumah, badan udah rontok. Orang rumah masih sibuk beres-beresin ruangan, sementara saya pamit buat tidur karena udah nggak kuat lagi. Untungnya saya tidur karena besokannya badan udah cerah ceria dan segar banget.

Begitu bangun udah langsung pergi ke salon untuk make up dan hair do. Untuk rambut saya nggak pengen dimacam-macamin karena takut kelihatan tua. Jadi milih untuk diblow saja. Begitu pulang ke rumah, masih ribet cari bawahan buat baju saya. Untungnya ternyata Mama punya kain batik berwarna senada. Langsung deh si Mama bantuin untuk ikat kain tersebut dan dijadikan rok. Yeay, berhasil! *cium Mama*πŸ˜€πŸ˜€

Taraaaa... make up dan hair-do

Untuk make-up dan hair do cukup di salon dekat rumah. Biasanya dia kurang bagus untuk make-up dan hair do tapi menurut orang-orang, hari itu saya kelihatan cantik dan fresh. *malu-malu tapi senang*πŸ˜€πŸ˜€ Apakah aura saya keluar? Hihihi.

Setelah siap-siap, saya disembunyikan di kamar atas. Untungnya saya udah mempersiapkan hal ini. Jadi saya pasang AC, pasang TV, dan udah makan. Di kamar tinggal duduk sambil bobo. Hahaha. Tapi nggak lama kemudian, si pacar ketok kamar. Lah, dia ikutan ke atas juga. Hihihi. Jadilah kami berdua garing di atas karena… kelaparan. Krik krik.πŸ˜€ Untungnya bala bantuan segera datang bawa makanan.

Setelah makan, sepi, dan tetap belum boleh turun ke bawah, ya tentu saja ngantuk. Apalagi si pacar duduk di kursi pijat. Pas duduk tiba-tiba…. kreeek. Eh, celananya robek tepat di selangkangan. #ngakak Langsung deh telepon ke bawah untuk minta dibawain benang hitam dan jarum. Thanks to Mbak di rumah yang jahitin celana si pacar.

Si Mbak yang lagi jahitin celana pacar yang robek ;P

Setelah itu lagi-lagi kerjaan kami berdua adalah menunggu. Bahkan si pacar dan sepupu udah ketiduran aja. Tck tck, bisa-bisanya.

Si pacar dan sepupu ketiduran

Nah, akhirnyaaa.. kami dipanggil juga ke bawah. Di bawah, kami disuruh duduk di tengah-tengah. Kami dinasehati oleh Raja Parhata untuk nggak boleh ngelirik kiri-kanan lagi dan menjadikan si pasangan satu-satunya. Ciyeilaaah, suit suit! Setelah itu, kami diperkenalkan ke keluarga pasangan dan salamin satu-satu.

Selanjutnya, untuk mensahkan apa yang udah disepakati di acara tersebut, secara simbolis dibagikan uang ingot-ingot. Jadi yang ada hadir di situ akan terus inget ‘perjanjian’ yang udah dibicarakan. Uang ingot-ingot itu kalau untuk kami berdua, katanya nggak boleh dibelanjakan sampai tanggal 14 April nanti. Kalau nggak berarti nggak lagi, dong.

Nah, karena uangnya 2000an jadi agak riskan ya kalau ditaro di dompet. Nanti tiba-tiba kepake buat parkir lagi. Akhirnya saya taro di kaca lemari biar nggak kepake. Begitu pun dengan uang ingot-ingot si pacar.

Acara marhusip berlangsung sukses. Lega rasanya! Akhirnya satu tahap terlewati juga. Tinggal 2 tahap lagi: Martumpol dan pemberkatan. Doakan lancar, ya.πŸ˜€

Ini gambar-gambar dari Marhusip kemarin:

Keluarga Siahaan

Keluarga Siahaan

Keluarga Tobing

Keluarga Tobing

My sister

Makan-makanπŸ˜€

Diperkenalkan pada keluarga Siahaan

Diperkenalkan ke keluarga Tobing

Senyum-senyum sambil dinasehatin

Uang ingot-ingot

Latihan koor dari keluarga Tobing untuk acara Martumpol

 

 

3 thoughts on “(Resmi) Dilamar

  1. Hai Naomi, salam kenal ya,
    baca blog secara aku ngaca tentang persiapan aku juga,
    walaupun aku ndak posting di blog, tanggal nikah-nya deketan,
    hehehe.. smoga lancar ya persiapannya sampai hari H-nyaπŸ™‚
    GOD BLESS

  2. Hai Naomi, salam kenal ya,
    ternyata pesta kita deketan tanggalnya, hehehe…πŸ™‚,
    seru baca persiapannya, krna ngerasain hal yang sama juga,
    semoga lancar ampe hari H-nya, God Bless

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s