Prewedding Photos: Concept Brainstorming

Kemarin saya baru prewed photoshoot, lho!

Kisah menuju prewed ini agak berliku dan rumit. *tsaaah* Niat untuk melakukan prewed udah dari awal Januari. Udah sempat kirim-kiriman e-mail sama Fish Photography, tapi untuk ketemu jadwal kita bentrok. Baru akhirnya bisa ketemu dengan Mbak Sofia (istri fotografernya, yang juga make-up artist wedding saya nanti) di akhir Januari.

Di situ, saya dan pacar membahas konsep seperti apa yang kita mau. Intinya, kita pengen konsep yang fun untuk menggambarkan hubungan kita. Pengennya pake yang casual aja. Uhuuy!

Setelah membahas konsep dan nunjukin seperti apa yang kita mau, kita membahas tanggal. Ditentukanlah di pertengahan Februari setelah Marhusip dulu. Lalu menentukan lokasi, yang mana mereka memberi ide di TMII. Katanya banyak tempat bagus. Secara kita berdua udah bertahun-tahun nggak ke TMII jadi ya nggak tahu tempat itu gimana, ya kita angguk-angguk aja.

Belum ada sehari memutuskan jadwal prewed, eh besokannya si pacar memberi tahu kalo sehari setelah prewed itu dia ujian. Cape deh! *tepok jidat* Mana ujiannya 2 minggu pula! Jadi diputuskan diundur sampe 1 Maret karena kita pengen hari Kamis di mana saya lagi libur dan cuti dia belum kepake banyak. Mepet banget, kan dengan pernikahan kita. Tapi ya sudahlah. Prioritas dulu lah ya. Ujian dia lebih penting.

Konsep awalnya adalah piknik, karena kita suka suasananya yang menyenangkan. Kenapa piknik? Karena dari sejarah pacaran, kegiatan yang paling menyenangkan dan membekas adalah kegiatan di luar ruangan dan di alam bebas. Misalnya, kayak dulu sering ke Puncak, Bogor, dan Bandung untuk kencan outdoor. Makin kesini makin nggak punya waktu buat ke luar kota karena banyak yang mesti diurusin. Nah, pengennya dengan piknik itu bisa menggambarkan kesenangan kita akan sesuatu yang fun dan bukan nge-mall.

Lalu, konsep kedua adalah nonton bioskop. We love watching movies. Kayak belum lengkap kalau seminggu nggak nonton bioskop. Jadi pengennya foto prewed di bioskop dengan berbagai ekspresi sesuai dengan jenis filmnya. Nah, untuk konsep yang ini saya pengen di Subtitle, Dharmawangsa. Tempat ini semacam private theater yang bisa disewa dan tentunya boleh buat prewed. Masalahnya adalah dari Dharmawangsa ke TMII jauh bener, ya. Akan menghabiskan waktu di jalan.

Lalu kepikiran gimana kalau foto pikniknya di Taman Langsat, Barito aja. Barito ke Dharmawangsa kan deket, tuh. Udah sempat tanya-tanya ke orang-orang berapa biaya untuk prewed di sana. Taman Langsat itu taman milik pemerintah yang artinya terbuka untuk publik dan gratis. Tapi tau sendiri kan kalau pasti ada pungutan liar yang suka-suka orangnya aja mau ngecharge berapa.

Di tengah-tengah lagi cari lokasi dan mematangkan konsep, camer minta ada foto formil yang pake gaun dan jas. Ooww oww… saya nggak mempersiapkan untuk konsep seperti itu. Tapi baiklah, mari kita wujudkan. Jadi saya tanya sana-sini lagi konsep seperti apa yang paling oke untuk foto formil. Pengennya di dermaga Ancol. Kayaknya pernah lihat yang bagus foto di situ. Ancol-Dharmawangsa-TMII. Buset ini jauh semua lokasinya.

Kalau udah begini langsung hubungin Mbak Sofia dan minta saran. Mbak Sofia bilang kalau di Ancol (yang mana dia pernah di situ) untuk booking tempat harus bayar 2,5 juta, kecuali kalau kita main kucing-kucingan. Apalagi kan pakaian kita nanti pake gaun dan jas, jadi kemungkinan untuk ketauannya besar.

Setelah pikir punya pikir, diputuskan ada 3 konsep yang kita mau: piknik, vintage, dan formil. Semua di TMII karena ada ijin resmi, nggak mahal, dan banyak pilihan tempat.

Sip. Mari lanjut ke perburuan properti.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s