Undanganku

Kemarin, undangan telah selesai dicetak. Begini bentuknya:

Undangan adat

Undangan nasional

Our names

Undangan ini dibuat di Kartu Pesona, Pasar Tebet. Puaskah? Nggak. Sadar nggak kalau warna amplopnya beda sama undangannya? Ya kaleee, warnanya beda-beda gitu. Tentu saja saya ngamuk *tarik napas dalam-dalam* dan minta diganti, dong. Untungnya bisa diganti. Tapi tetap udah kecewa duluan sih karena kok warnanya merah ngejreng gitu, ya. Kan pengennya burgundy (iya, warnanya emang nyusahin, sih). Trus di covernya embosnnya nggak terlalu kelihatan, ya. Padahal itu ada, loh. Harusnya kelihatan. Grrr.

Tapi ya sudahlah, harus mengatur emosi. Teman-teman saya langsung menenangkan dan bilang, sebagus apapun undangan itu akan berakhir di tempat sampah dan nggak terlalu diingat orang-orang, kok. Yang penting kan nanti yang diundang datang. Oh, baiklah *menghembuskan napas panjang*.

Well, kurang puas, sih. Tunggu dua minggu lagi saat amplopnya diperbaiki, ya. Eh, anyway saya berasa jadi orang chinese yang nikah pake warna merah. Yah, sesuai sih sama mata saya yang sipit. Hihihihi. Tapiii yang penting, merah artinya bahagia, kan? *rasionalisasi diri sendiri* 😀

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s