Situ Gengges, Deh!

Suatu hari, seorang teman lama mengirim message di Facebook minta PIN BB-ku. Sebenarnya nggak terlalu dekat sama dia (bahkan selama kuliah hampir nggak pernah ngobrol), tapi karena satu angkatan itu kita dekat banget jadi demi sopan santun, saya kasihlah PIN BB itu.

Nggak lama kemudian dia BBm saya, ngajak ngobrol basa-basi. Tentu saja, saya senanglah, tukeran kabar dengan teman lama. Dia terkesan ramah. Setelah beberapa lama ngobrol, dia cerita kalau dia kerja di asuransi sebagai marketing. Oke, di situ saya mulai berprasangka buruk: jangan-jangan dia mau nawarin produk asuransi, nih. Tapi belum ada omongan ke arah situ, sih. Cuma basa-basi yang akhirnya malah jadi… ini basa-basi ngobrol ngalor ngidul nggak jelas, ya.

Karena saya orangnya tertutup, ya tentu saja males kalau kebanyakan basa-basi, cerita ini-itu ke orang yang sama sekali nggak saya kenal (anggaplah dia itu cuma teman selewat karena hampir nggak pernah ngobrol). Jadi, saya udah mulai males, nih. Dia BBm, saya jawabnya berjam-jam kemudian dengan singkat-singkat. Tapi dia orangnya konsisten, tetap BBm saya seminggu sekali… untuk basa-basi nanya kantor saya di daerah mana, kerja sebagai apa, dan bla bla bla. #capek

Nah, pagi ini dia BBm lagi (satu hal yang patut dibanggakan dari dia adalah: gigih). Setelah berminggu-minggu basa-basi kali ini dia langsung ke poin utamanya: dia mau datang ke kantor karena mau nyebarin kuesioner untuk orang-orang dari berbagai profesi. Sungguh aku malas! Soalnya, kalau ketemuan, trus dia nawarin produk, bikin makin males aja, kan!

Untungnya karena saya kerjanya nanganin pasien di klinik, jadi ya emang jam istirahat saya nggak tentu. Nggak harus jam 12.00-13.00 istirahat kayak kantor lainnya. Kalau jam segitu ada pasien ya ditangani dulu, baru setelahnya bisa makan. Jadi itu pun yang saya bilang ke dia. Oh, tentu saja untuk orang segigih dia, dia pun menawarkan ketemuan setelah jam pulang kantor. Dia tahu pula kalau rumah saya di daerah mana. Ya saya bilang, saya nggak tahu kapan pulangnya (ngarang banget, ya!).

Lalu, saya bilang kalau mau kasih kuesioner, kirim lewat email aja. Nanti diisi pas waktu luang, jadi menghembat waktu. Dia pun bilang kalau dia mau ngirim ke email, tapi masih butuh ketemuan untuk menjelaskannya. Cis, dikira saya bodoh apa ya nggak ngerti ngisi kuesioner. Ya udah saya bilang, jelasin aja di email cara ngisinya, kalau nggak ngerti nanti saya tanya. Dan dia bilang, tetap harus ketemuan. Di situ saya langsung mengakhiri pembicaraan dan keukeuh kalau mau email ya ayo, kalau nggak yuk dadah byebye. Sampai terakhir, dia nggak nanya email saya apa, lho!

Kenapa dia keukeuh ketemu, karena dia pasti akan menawarkan produk asuransinya. Orang biasanya akan lebih mudah menerima kalau udah ketemu. Kalau di psikologi istilahnya foot in the door. Jadi kalau kita mau minta sesuatu yang besar, kita biasanya minta dari hal kecil dulu, kayak misalnya ketemuan untuk ngisi kuesioner. Kalau sudah ketemuan, ada rasa nggak enak untuk menolak, maka kemungkinan untuk menerima permintaan lebih besar akan terbuka. Jadi daripada saya terjebak sama mulut manis dan nggak bisa nolak, ya lebih baik ditolak dari awal.

Permasalahannya adalah menurut saya kalau nggak pernah dekat, jarang ngobrol, tapi sekalinya ngobrol cuma buat jalan itu adalah orang yang nggak punya etika. Tujuannya berteman ya buat jualan. Sebagai orang yang juga kuliah di psikologi dulunya, harusnya dia tahu ketika orang udah mulai ogah-ogahan diajak ngobrol dan mulai nggak nyaman. Kenyataannya, dia nggak tahu atau mungkin nggak mau tahu.

Untuk teman gengges seperti ini, maka yang terbaik adalah: delete contact.

Yuk, dadaaaaah! *melambaikan sapu tangan*

3 thoughts on “Situ Gengges, Deh!

  1. agreeeee! aduh gue jahat bgt sih emang kalo dipikir2, tapi bener gue setuju ama lo,entah karena gue emang gak bisa asertif dan bisanya agresif jd pasti akan delete contact.
    gue sih berdoa aja biar ga kena karma, tapi gini ya, kalo gue jd dia sih, gue males nerima kerjaan kayak gitu hahahahaha super jahat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s