Review: Salon Inan, Benhil

Kemarin saya, Neng Lucky, dan Neng Melvi yang udah lamaaa banget nggak ketemu janjian untuk nyalon bareng. Kita udah lama nggak perawatan. Nah, karena rumah kita jauh-jauhan semua, maka dicarilah salon yang di tengah-tengah. Neng Melvi menyarankan Salon Inan di Benhil. Dulu pas kuliah di Depok, ada juga Salon Inan dan rame dibicarakan. Pas dikasih daftar harganya, woooow, murah banget, yak! Oke, yuk langsung capcus ke sana.

Plang Salon Inan agak kecil, jadi pas saya datang, saya agak kelewatan. Pas masuk, langsung di meja resepsionisnya ditanya mau perawatan apa. Kami pilih perawatan yang sama: Keraton spa ditambah madu. Harganya Rp 63.000,-. Langsung bayar saat itu juga. Kemudian kami disuruh menunggu.

Pas lagi nunggu itu, saya berkomentar, “Ini nggak ada AC-nya, ya?” karena berasa agak gerah, ya. Tapi kami pikir, mungkin AC-nya nggak kencang aja, kok. Setelah itu kami diajak naik ke lantai 3. Banyak tersedia bilik-bilik. Neng Melvi dan Neng Lucky sekamar dan saya milih sendirian aja karena pengen tidur.

Pas disuruh masuk ke biliknya, langsung bengong. Cuma ada kasur di lantai dan nggak ada AC, jadi pake kipas angin. Bok, kalau kita telanjang trus dikasih kipas angin bisa-bisa masuk angin, dong. #kekecewaan1

Setelah diminta buka baju, tiduran, mulailah dipijit dan lulurnya. Biasanya kalau udah dipijit, saya pasti ketiduran saking enaknya. Ini nggak sama sekali. Pijatnya nggak kena titik-titiknya jadi cuma berasa diremes-remes aja, trus sebentar banget pula. #kekecewaan2

Pas lagi dipijit itu, nggak ada rasa ngantuk sama sekali. Rasa enak pun nggak berasa. Biasa aja. Belum lagi karena ruangannya ga ber-AC jadi kipas angin dinyalain. Anginnya bikin badan nggak enak. Lalu mungkin jendela juga dibuka supaya banyak angin, tapi akhirnya malah bikin berisik karena kedengeran suara bemo, motor, dan mobil berseliweran. #kekecewaan3

Setelah dilulur bagian belakangnya, saya disuruh bergeser dari tempat tidur dulu karena mau dibersihin seprainya. Jadi dengan cuma pake underwear doang, saya duduk di pinggir tempat tidur. Aneh! Saya nggak pernah disuruh nunggu kayak gitu karena biasanya bagian bersih-bersih ya terakhir. #kekecewaan4

Setelah selesai proses pijat dan lulur yang menurut menu sih harusnya 90 menit. Oh, tentu jangan dipercaya sodara-sodara. Karena saya nanya, ini lulurannya 90 menit, ya? Dan mereka menjawab, itu cuma 60 menit saja karena 30 menitnya adalah mandi. Bok, gue mandi juga nggak sampe 30 menit juga kali. Ih, dibohongin! #kekecewaan5

Setelah proses lulur selesai, kami melanjutkan dengan creambath. Seperti biasa, harus ke resepsionis dulu untuk bayar. Rambut saya yang nggak panjang ini, dinilai panjang dan harganya lebih, dong. Ya saya nanya kriteria pendek, tanggung, dan panjang itu gimana. Jadi kalau pendek itu berarti sependek rambut cowok yang cepak. Kalau tanggung, berarti sependek pipi. Kalau panjang berarti lebih dari pipi. Kriteria macam apa ini? Inan itu salon cewek kan, ya? Seberapa banyak cewek yang rambutnya cepak, sih? Dan definisi pendek cewek kan bukan cuma sebatas cepak. #kekecewaan6

Tapi masa dari segitu banyak kekecewaan, nggak ada positifnya, sih? Ada dong. Positifnya adalah hasil dari creambath itu rambut saya haruuum banget. Bertahan sampai besokannya. Trus senangnya adalah yang ngeblow rambut saya itu cepat dan bagus. Secara rambut saya tebal banget dan suka lama orang ngeblownya, tapi dia bisa cepat.

Well, karena poitnya minus di salon ini, kami bertiga memutuskan bahwa kayaknya bakal jarang deh kalau ke salon ini. Atau bahkan nggak mau lagi ke situ.

Kesimpulannya adalah ada harga, ada rupa. Untuk harga yang murah seperti itu, yaaah.. jangan harap dapat pelayanan bintang lima dong. Oke, kembali ke salon langganan dekat rumah aja deh buat perawatan.

 

 

5 thoughts on “Review: Salon Inan, Benhil

  1. Inan ini cabang yg di Depok ga si mi? Gw 2x ke Inan Depok utk lulur+creambath alhamdulillah gak sejelek ini pelayanannya. Yah harganya ga 63rb si, tp gak yg 200rb jg. Waaa parah jg ya. Ckckck. Mungkin tandanya harus trial compare ke Depok, mi😀 wakaka

  2. Pernah sekali ke inan salon bulan april 2016 lalu. Ambil paket spa juga sama facial sari ayu. Waktu spa, Pijatannya therapistnya kurang nampol. Trus mbak2nya ngajakin ngobrol tapi kalau dijawab ga pernah nyambung. Dicoba aku yang ajak ngomong, dy diem aja. Mungkin ga bagus pendengarannya. Sempet disuruh bangun n berdiri pas scrubing soalnya mba2nya bersihin kain, abis itu disuru tiduran lagi. WTH! Pas lagi di masker, aku disuruh berdiri 10 menit. Beda sama di salon langganan deket kantor. Trus awalnya dibilang kalo paket yang aku ambil dapet wedang jahe, tapi pas udah selesai, trus nunggu jemputan 1 jam, wedang jahe tak jua disuguhkan.
    Beralih ke bagian facial, yang bersihin komedo jahat. Selesai facial muka aku lecet2 kecil. Trus pas bersihin masker, ga bersih, masih banyak di rambut bagian dahi dan deket kuping. Kecewa tapi yaudah lah. Anggap aja dapet pengalaman. Saking betenya, ga ada yang aku kasih tip. No good services, no tips. Eheehehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s