(Part-3) Serendipity in Reality

Setelah melewati hari yang melelahkan ditambah hujan lebat yang mengguyur Jakarta seharian, akhirnya sempat juga untuk melatih jari-jemari ini untuk melanjutkan artikel part-3. Namun Alangkah nikmatnya jika ditemani segelas kopi panas dan sedikit cemilan biskuit *nyeduh kopi & ambil toples cemilan* Kraukk..kraukk.. slurrpp ahhh…πŸ˜€

Serendipity, sebuah film komedi romantis arahan sutradara Peter Chelsom yang dibintangi oleh John Cusack dan Kate Beckinsale. Inti dari film ini adalah kalo Jodoh itu tidak akan kemana, walaupun dipisahkan oleh jarak dan waktu, dan selalu ada sign / tanda-tanda yang kita rasakan / lihat jika orang tersebut adalah jodoh kita.


Menurut Buku LOA (Law Of Attraction) jika kita berbuat positif maka dunia akan tertarik ke kita untuk membalas tindakan positif kita dengan hal positif juga, seperti perbuatan baik, menghargai sesama, tertawa, tersenyum, dan lainnya. Namun sebaliknya jika kita berbuat negatif maka kita akan dibalas dengan hal negatif juga. Hal ini saya alami sejak awal kenal dengan si Naomi hingga saat ini, saya merasakan jalan saya hampir selalu mulus tanpa kendala berarti.

Jujur sejak pertama ke 2 dan 3 kalinya bertemu Naomi, saya merasakan aura positif di sekitar saya. Saya merasa bahagia, penuh gairah, dan semangat, penuh pengharapan akan masa depan yang cerah. Saya rasa dia akan jadi pacar saya dan kelak jadi future wife. Entah atas dasar apa saya bisa mengatakan hal itu yang jelas saya yakin, Naomi akan jadi istri saya. Meskipun kita belum saling kenal baik. Inikah yang namanya Faith? Self Confidence? Well yang jelas saya “yakin” itu saja, tidak ada embel-embel lainnya. Dengan keyakinan kuat ini saya mampu menghadapi rasa takut, grogi, dan canggung.

Dengan keyakinan kuat ini saya melangkahkan kaki ke medan perang. Ya, cinta adalah sebuah medan perang yang harus diperjuangkan dan dimenangkan. Bak seorang ksatria Templar yang berjumlah sedikit dikepung ribuan bala tentara musuh, tiada kata lain selain melawan atau mati di pertempuran. Biasanya manusia tenaga dan otaknya akan berlipat ganda jika dalam keadaan terdesak, saya kerahkan segenap usaha dan pikiran untuk memenangkan perang ini.

Dalam usaha saya ini, banyak kejadian seperti di film Serendipity yang kita alami bersama, dan kami merasa heran kok bisa ya? Kenapa begini begitu? Ahhh.. ini mah kebetulan aja kok, tapi kok ya kebetulan sering banget terjadi dan hampir sulit diterima akal sehat dan saya ambil kesimpulan kalo ini memang suatu fenomena sign positif kalo saya cocok dengan Naomi.

Fenomena Serendipity yang saya alami antara lain :

  1. Natal 2008 ada acara Christmas Potluck di rumah saya, saya mengundang teman” Gereja dan teman wilayah 6 untuk memeriahkan acara, kami menyulap rumah saya menjadi Hard Rock Cafe edisi NatalπŸ˜€ Kami pasang gitar listrik, bas, piano. Tidak lupa games menarik yang melibatkan tamu. Ada sebuah games yang mengharuskan berpasangan, untuk pembagian pasangan berdasarkan nomor yang diundi acak. Saat itu juga saya ngarep dot com untuk dapat berpasangan dengan Naomi. Lalu saya berdoa supaya nomor kami sama.

    Saat Naomi diketahui bernomor 15 alangkah kagetnya saya. Seketika itu juga sepersekian detik jantung saya berdegup cepat, antara senang dan grogi karena disorakin teman-teman yang hadir. Karena nomor saya juga sama no.15. akhirnya kami diteriakin teman-teman untuk maju ke depan untuk melakukan show enath bernyanyi, baca puisi atau joged. Berjuta-juta rasanya saya saat itu. Bahagia sekali.. Ya, bahagia yang amat sangat saya bisa berdampingan dengan Naomi. Thanks God itulah yg saya ucap dalam hati. Mati-matian saya berusaha untuk tetap cool tidak menunjukan grogi dan rasa tertarik (belum saatnya :D)
  2. Saya punya saudara yang 1 kantor dengan Naomi, sebut saja Erick Tobing. Erick cerita kalo dia mau dijodohkan dengan seorang anak baru di kantornya, kriterianya : Batak, seiman, cantik, keren, fashionable. Anak baru itu memenuhi semua kriteria itu, tapi ada satu kesalahan besar, yakni marganya samaπŸ˜€ di orang Batak tidak bisa berpasangan dengan marga yang sama / masih dalam satu garis keturunan. Saudara saya mengatakan tidak bisa menikah dengan yang semarga, tapi teman kantornya tetap teguh harus bisa, “Apa perlu pindah marga aja biar bisa nikah?” ujar salah seorang teman kantornya. Siapakah anak baru di kantor saudara saya itu? Yup.. si Naomi anak baru ituπŸ˜€
  3. Pelat nomor mobil Erick sama dengan pelat nomor mobil Naomi, hanya saja berbeda urutan nomornya. B 1517 BFC & B 1715 BFCπŸ˜€ Mobilnya juga sama: Yaris berwarna hitam.
  4. Ketika acara X-mas potluck di rumah saya, si Naomi bertemu dengan Erick, tapi masih agak tidak yakin apa benar itu Erick. Erick dengan style layaknya Photographer ditambah memakai ID card kantor, semakin menguatkan Naomi kalo orang tersebut Erick Tobing. Naomi mengira acara X-mas Potluck di rumah saya akan diliput oleh kantornya Erick (Perusahaan Media anak muda terbesar di Indonesia)πŸ˜€ hahaha. Masa sih acara X-mas potluck di rumah saya diliput sebuah media besar!? Suatu hal yang lucu, dunia terasa sempit yaπŸ™‚ dari situ Naomi tau kalo saya dan Erick sepupuan.
  5. Kami mengadakan Acara Cross kado. Saya dan Naomi membeli kadonya bersama, jadi dia tau kado saya dan saya tahu kado Naomi. Kemudian keanehan terjadi, ketika cross kado bergulir, masing-masing peserta mendapat nomor undian kado. Saya mendapatkan kado Naomi dan Naomi mendapatkan kado sayaπŸ˜€

    Aneh, ya. Lalu katanya ga boleh begitu mesti kocok ulang. Ya sudah diulang lagi cross kadonya. Dan tak disangka kejadian tadi berulang. Saya dapet kado Naomi dan Naomi dapet kado saya. Sungguh suatu kebetulan yang sulit dinalar. Udah dua kali diulang masih tetap sama hasilnya. Ohh this was just like Serendipity> I always Love Christmas.πŸ™‚

Natal 2008 merupakan Natal yang paling berkesan buat saya karena ada beberapa hal yg saya alami : Lulus S1, dapet kerja, berteman dengan Naomi (berteman kalo di orang Batak artinya pacaran :D) Tak terasa, rasanya seperti baru kemarin kita kenal dan sekarang sudah masuk tahun 2012 dan kami akan segera menikah dalam waktu dekat. Saya sepertinya mengikuti nasihat dari orang tua saya : sekolah yang baik trus kuliah, lulus kuliah cari kerja, cari pacar, menikah, punya anak, besarin anak, sekolahin anak, ngawinin anak, punya cucu, dipangggil Bapa di Sorga. Yeah bisa dibilang saya sudah ikutin SOP-nya, sesuai manual book yang diamanahkan orang tuaπŸ˜€.

Well pengalaman Serendipity ini dapat saya simpulkan : Tuhan akan memuluskan jalan kita jika kita berusaha dan hati kita baik dalam mmenjalankannya. Kalo niat kita baik niscaya apapun yang kita kerjakan akan berhasil baik. Sign yang ada meyakinkan saya jika Naomi adalah jodoh saya, respon yang ada diantara kami begitu baiknya. Saya ngajak Naomi kencan selalu mulus, dan saya selalu deg-degan. Haha.. Rasa deg-degan, takut, senang, bete, ngarep, tenang bercampur jadi satu. Inikah namanya cinta? Saya cinta dan sayang sama Naomi. Lebih banyak ketawa, canda-ria, daripada pertengkarannya. Kalo lebih banyak bertengkar artinya tidak cocok. Yah inilah pengalaman Serendipity saya. Siapa tau ada teman-teman yang sedang mencari jodoh tapi bingung apakah dia orang yang tepat untuk saya? Teman-teman bisa memakai pengalaman saya sebagai referensi. Kalo emang yakin, rasa yakin itu akan timbul dari dalam diri, seperti suara dari Tuhan yang mengatakan untuk bergerak, “She’s your soulmate dude” Lalu perhatikan respon dan sign yang ada, apakah membawa hal positif atau sebaliknya. Lets Roll the Dice, pray & GoodluckπŸ™‚ Semoga berguna.

– Abraham Ardiles Siahaan –

4 thoughts on “(Part-3) Serendipity in Reality

  1. A very nice writing and yet very nice story indeed, Abe & Naomi!
    So happy for both of youuuuu…
    Ahhh sebel gue gak bisa dateng pesta nikah kaliaaaan. :(((((
    *nangis sampe Sydney banjir terus balik Jakarta*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s