Balada Perkostuman (2)

Setelah terakhir kali datang ke QZM untuk menentukan payet, saya nggak pernah lagi tanya-tanya kapan si kebaya martumpol jadi. Males, bok! Jadinya lama bener sampe udah lumutan kayaknya.

Kebetulan si Mama mau ke QZM nganterin bahan si adik, ya sudahlah saya ikutan tanya ke sana kebaya saya udah selesai belum. Sudah katanya saudara-saudara! Langsung keesokan harinya meluncur ke sana.

Pertama kali dikeluarkan kebayanya, Mama mengernyitkan kening. Kenapa payetnya nabrak begini kalau dikasih gold. Mulai deh dia agak kecewa. Gue malah masih berpikir nggak kok bagus aja. Emang saya minta payetnya harus ngejreng, jangan kebanyakan satu warna entar nggak keliatan.

Penampakan awal

Kelihatan kusam warnanya? Yaiyalaah, namanya juga dusty pink (a.k.a pink yang berdebu). Dengan setengah kecewa si Mama nanya bisa nggak kalau payetnya diubah lagi. Untungnya Pak Qosim ada di sana, dia bilang dicoba dulu di kulit, pasti kelihatan cantiknya. Akhirnya Mama nyuruh saya buat coba.

Dan voilaaaaaaaaa… Mama diam seribu bahasa. Eh iya, jadi cantik. HAHAHA! *anak kesenangan*

Cantik! (maap ya kameranya nggak bisa menangkap warna sebenarnya ;P)

Tampak belakang

Apakah kebayanya udah bisa dibawa pulang? Tentu tidak, dong! #malahbangga Seperti sebelumnya, saya nemuin ketidaksempurnaan dalam kebaya itu. Di bagian dadanya ada tambahan kain yang kayak garis-garis gitu.

Garis-garis di atas brokat

Setelah dilihat-lihat kok jadi nggak cantik, ya. Mama minta dibongkar aja dan biarin ngikutin pola brokatnya. Pak Qosim nanya dulu nggak papa nih kalau nanti jadi agak seksi dan coak banget, bahunya kelihatan gitu?

Langsung dengan semangat 45 saya jawab: MAU! #eaaa #diserudukFPI

Selain itu bagian pinggulnya mau dikecilin. Pokoknya ketat sana-sinilah biar cakep bentuknya. Jadi si kebaya ditinggalin lagi di QZM untuk final finishing.

Tapiii pas mau pulang, si Mama punya ide untuk merombak kain batiknya dengan cara dibelah depannya dan dikasih bordir. Belum sampe bilang ke mereka sih karena pengen lihat dulu hasil finalnya cocok nggak digituin. Sejauh ini, saya suka sama kebaya saya.

Ihiiiy!

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s