Bali With Orenz (4)

HARI TERAKHIR DI BALI, NIH! *teriak*

Setelah pulang pagi semalam dengan misi yang gagal, akhirnya begitu sampe hotel kita tidur. Pagi-paginya saya kebangun gara-gara weker Yuris yang bunyi terus menerus.

Setelah itu saya merasa gatal teramat sangat di daerah punggung dan pantat. Ya udah saya garuk dong. Saya pikir biasa nih. Biasanya habis berenang saya suka gatal. Tapi yah.. nggak lama, sih. Itu masih sempat saya ambil foto sendiri di daerah punggung. Kemerahan kulitnya tapi masih wajar.

Setelah itu teman-teman saya bangun dan kita makan pagi di hotel. Sebenarnya sih rencana pagi itu berenang tapi karena hujan, jadi batal deh. Setelah makan pagi, kita mau siap-siap karena rencana hari itu adalah jalan-jalan di Legian.

Saya yang mandi pertama kali karena udah kepengen banget menyusuri toko-toko di Legian. Pas keluar kamar mandi pake handuk, Bayu bilang, “Mi, badan lo kok merah semua, sih? Bentol-bentol gitu? Alergi, ya?”

Langsung saya kaget. Tadi pagi sih emang gatel-gatel tapi udah nggak, kok. Trus saya mintain Yuris untuk fotoin punggung saya. ALAMAK! Seluruh punggung saya kayak biduran gitu. Itu sangat mengerikan! (Fotonya nggak akan diupload karena udah dihapus). Langsung saya panik dan minta diolesin minyak tawon ke seluruh badan. Itu pertama kalinya saya alergi.

Kecurigaan penyebab alergi adalah kaporit atau alkohol. Tapi sepanjang saya berenang saya nggak pernah gatal dan biduran kayak gini. Jadi tersangka utamanya adalah alkohol. Oh baiklah, nggak ditakdirkan untuk jadi bandel kali, ya. Clubbing gagal, minum alkohol malah alergi. -____________-”

Setelah itu saya langsung minum Bear Brand supaya alerginya menghilang dan tetap menjalankan misi jalan-jalan di Legian. Teteeep, dong! Berhasil membawa 1 baju lucu di Body and Soul dan lagi diskon. *senang*

Setelah puas muterin Legian, kita check out dari hotel dan mampir ke toko oleh-oleh paling besar di Denpasar: Krisna. Sungguh aku kalap di sana. Itu semua murah-murah banget! Akhirnya asal masukin barang ke keranjang dan nggak pake mikir-mikir. Begitu bayar…. 700 ribu rupiah saja. *tebar-tebar uang*. Mamah, aku bangkrut!

Yuris ngitungin uang yang tersisa

Tampang kere habis belanja oleh-oleh satu orang per dus!

Setelah kere belanja di Krisna. Kita langsung ngebut ke daerah Sanur. Niatnya cuma satu, makan sop ikan di Mak Beng yang tersohor itu. Huish! Itu sop ikan paling enak sedunia kayaknya *lebay*. Nggak amis dan pedesnya bikin nagih. SLLRRP! Begitu bayar cuma 122 ribu rupiah saja untuk 6 orang. Ya ampun, itu makanan termurah dan terenak selama di Bali. Tau gitu makan di situ terus, deh.

Kita cuma makan setengah jam doang di Mak Beng karena udah hampir jam 3 dan pesawat kita jadwalnya jam 15.55. Sampai di bandara jam 15.30. Kita langsung lari-lari ke tempat check in dan kemudian lari-lari lagi ke tempat boarding. CAPEK, mak! Untung aja nggak telat. *selonjoran di pesawat*

Take off fromBali to Jakarta. Bye bye, vacation!

Dengan terbangnya pesawat Citilink, maka berakhirlah liburan ini. Aku senang, hati riang! Sampai jumpa liburan berikutnya!

*dadah-dadah* *kembali kerja*

One thought on “Bali With Orenz (4)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s