Bali With Orenz (2)

HARI KE-2 di BALI! #semangat45

Nah, hari ke-2 kita bangun pagi karena hari ini adalah resepsinya Made dan Bli Alit. Upacara pawiwahan (semacam akad) udah dilaksanakan beberapa hari sebelumnya. Resepsi ini diadakan di hotel tempat kita menginap.

Pagi-pagi bangun dan yang dilakukan saya, Bayu, dan Yuris adalah…. pergi keluar yuk lihat pantai. Setelah berjalan ke luar kamar, menyusuri kolam renang (yang tampak tua), dan aula pernikahan nanti… lho lho lhooooo…. kok nggak ada jalan menuju pantai. Cis, dikibulin bell boy-nya, nih. Akhirnya balik lagi ke kamar dan menceritakan soal itu ke teman-teman.

Gina saat itu lagi menelepon Thomas, orang yang akan menyewakan mobilnya ke kita besokannya waktu di Denpasar. Eh si Thomas malah komentar, “Oh hotel di tengah kota yang angker itu, ya?” MAKJANG! Kenapa bilang-bilang sih kalau hotel yang kita inepin ini angker?

Nggak beberapa lama kemudian teman-teman Made datang menghampiri ke kamar sekaligus ngasih lontong dan makanan kecil buat makan pagi (yang mana lontongnya berasa nggak ada garam). Eh, mereka malah kasih tahu kalau habis pesta si Made, mereka akan balik ke tengah kota. Err… jadi kita sendirian dong di hotel ini? Nah, dari situ kita akhirnya kepancing untuk pergi juga ke tengah kota dan merubah jadwal untuk nginep sehari lagi di Lovina. Sepi bener bok di situ.

Lalu nggak lama kemudian, si pengantin baru masuk kamar kita. Dengan cengengesan dia bilang, “Teman-teman, aku udah nggak perawan lagi!”. BWAHAHAHAHA! *tebar confetti* *masuk klub ibu-ibu* Dan dia menceritakan proses malam pertamanya yang sungguh…. ajaib! *tutup mulut* *masih ngakak*

Setelah asik melepas kangen, dia pun kembali ke kamarnya untuk dandan dan kita pun sibuk dandan.

Prytha sibuk jadi hair stylist

Yang paling bawa perlengkapan makeup paling lengkap: Gina

Fokus di mata!

Kelar dandan yang super heboh dan ribut banget. Taraaaa, hasilnya begini:

Cantik semua, kaaan? *todong pisau* :p

Baru kali ini datang ke pernikahan adat Bali di Bali langsung lagi. Ada beberapa yang berbeda. Misalnya, begitu mau masuk, ada stand minuman ringan seperti Teh Botol, Fanta, Coca Cola, Fanta, dll. Lalu begitu melewati meja angpao, kita dikasih suvenir dan cemilan kacang dan kue-kue ringan di piring kecil. Jadi begitu masuk kita membawa minuman dan makanan ringan. Di dalam udah ada berderet-deret kursi yang mana bisa langsung kita duduki.

Prosesi banyak diwarnai dengan tari-tari Bali yang cantik banget. Lalu selanjutnya sama acaranya seperti prosesi yang lainnya. Bahkan ada sesi lempar bunga, lho. Kita, kecuali Gina dan Bayu yang udah nikah, langsung maju ke depan dan berusaha nangkap bunganya. Errr… nggak dapet.

Prosesi masuk Made dan Bli Alit

Orenz!πŸ˜€

Setelah puas berfoto-foto ria di pesta nikahan Made, kita balik lagi ke kamar hotel. Oh ya, rencana untuk pergi dari Singaraja hari itu juga gagal karena biaya travel untuk drop kita ke Legian itu Rp 320.000 cuma untuk 2 jam. Ih, mahal amat! Ya udah deh tahan-tahanin aja di hotel tua itu.

Setelah menghapus make up dan bobok siang sekitar jam 16.30 kita siap-siap mau main di Pantai Lovina. Secara dulu saya pernah ke Lovina dan ingetnya kalau pantainya bagus dan enak buat main-main. Eh pas dijalanin ternyataaa… kami nyasar aja, loh.

Jadi kita jalan kaki lewat luar hotel. Sebelah kiri kanan sawah. Begitu jalan terus, malah melewati perkampungan warga dan INI:

melewati peternakan babi hitam! Hahaha!

HIYAAAH, ini Lovina atau Taman Safari sih sebenarnya? Belum lagi ada banyak sapi dan babi.

Oh ya, pas mau jalan ke Lovina itu, saya dan Gina udah tampil gaya maksimal dong, ya. Pake kacamata hitam dan topi pantai. Eh, ternyata oh ternyata…. pas sampai pantainya jorok. Ada warga kampung yang berenang dan banyak anjing. Ini mah Ancol masih lebih bagus.

-________________________-”

Kayaknya kita ke bagian pantai Lovina yang salah, deh. Akhirnya kita melewati hotel lagi dan nanya dengan jelas mana pantainya. Setelah dikasih tau, kita melewati jalan setapak, sawah-sawah, dan pegunungan baru sampai di pantainya hotel yang cuma seiprit. Nggak bisa ngapa-ngapain. #ngok

melewati sawah

lewat jembatan juga

AKHIRNYAAA... Pantai Lovina!

Pasirnya hitam

Setelah puas main-main di pantai, kita langsung balik lagi ke hotel. Niatnya sih mau berenang, tapi… eng ing eng… males ah kayaknya. Ya udah akhirnya kita gangguin si pengantin baru ke bungalow-nya. Dia masih belum hapus make up-nya. Dan seperti biasa, tentu saja dia kita bully. HAHAHA!

Bullying Made

Setelah puas main-main dan ngecengin pengantin baru, kita malah mati gaya. Waduh, mau ngapain lagi nih di Lovina? Secara angkot udah nggak ada dari jam 6 sore, trus mobil lagi nggak ada. HIYAAAH, bengong! Bahkan untuk makan pun kita langsung pesan ke hotel aja. Nggak tahu lagi mau pesan di mana.

Jadiii… jam 7 malam kita udah masuk ke kamar hotel dan ngobrol semalaman. ZZZZZ!

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s