QZM Mengecewakan

Setelah puas cuap-cuap tentang kekesalan saya hari Minggu kemarin, sekarang mari ceritakan lagi di sini. Kemarin Minggu udah diniatin banget untuk fitting di QZM (Pasar Sunan Giri). Dari Minggu yang lalu saya udah telepon nanya kebaya saya udah bisa difitting belum? Mereka bilang bisa, tapi belum dipayet karena tunggu fitting juga. Lalu saya bilang, ya udah disiapin aja ya, nanti saya datang.

Karena kesibukan dan training di weekend, maka baru sempatlah minggu ini ke sana. Emang sehari sebelumnya saya nggak telepon lagi untuk bilang saya datang. Jadi ketika datang ke sana jam 1 siang, QZM penuh dengan customer yang sebagian besar perempuan, saya pun sabar menunggu. Mereka minta saya untuk ngantri dulu. Oh baiklah, tak masalah. Saya pun duduk dengan tenang bersama si pacar.

Melihat si Mas Herman (salah satu pegawai di sana) kelabakan dengan serbuan ibu-ibu (2 pegawai yang lainnya nggak masuk), saya pikir alangkah baiknya kalau saya menunggu dengan sabar dan nggak nambahin kepusingan dia. Jadi saya pun kembali menunggu dengan manis. Nggak protes, nggak ngamuk, nggak demanding.

Sampai Mas Herman mendatangi saya, “Mbak ini mau ngapain?”

“Mau fitting kebaya, Mas.”

“Lho, kok nggak bilang dari tadi, sih? Dikirain mau masukin bahan lagi. Kan biar sekalian carinya.” lalu dia melengos pergi.

Saya mengerutkan kening. Perasaan pas pertama kali datang, dia bilang untuk antri, deh.

Sampai akhirnya si Mbak (nggak tahu namanya, salah satu pegawai juga) bilang, “Mas Herman, ini kasihan Mbak Naomi udah nunggu lama. Kebayanya mana?”

“Iya ini lagi dicariin,” saat itu udah 2 jam lho!

Yang ketemu pertama kali adalah rok batik, kemudian bustier, dan songket. Yang bikin mata melotot adalah songket itu udah difitting kurang lebih sebulan lalu dan saya minta diperbaiki dan dibordir juga. Yang ada di depan mata waktu itu adalah songket yang sama sekali belum dibordir.

Udah nunggu 2 jam, belum makan, dan kebaya serta dress batik belum juga bisa ditemukan, mulai naik pitam lah saya. Ditambah lagi, ibu-ibu yang datang juga mulai panas karena mereka juga mau fitting tapi alasan yang selalu diberikan adalah kebaya belum jadi, belum dipotong, harus dicari dulu, nggak bilang-bilang, sih! Cis, sebesar apa sih tempat itu sampai cari kebaya aja susahnya minta ampun. Simpannya asal-asalan atau gimana, sih?

Sampai akhirnya kebaya saya baru ditemukan jam 14.45. Tebak di mana ditemukannya? Di bawah, di tengah tumpukan kebaya yang dikruntel-kruntel. Begitu dikasih ke tangan, I was so shocked! Kok jauh dari yang diharapkan, ya? Padahal saya udah kasih foto kebaya yang saya pengenin dan mereka bilang bisa mengerjakan seperti itu. Akhirnya berusaha menahan marah dengan bilang ke diri sendiri mungkin itu belum dipayet jadi belum kelihatan cantiknya.

Pas giliran saya fitting…. *tarik napas dalam-dalam*:

  • Bustier kekecilan di bagian pinggang sampai nggak bisa dikancing sama sekali (oh, don’t blame my weight because the last time I checked it, I lost about 1 kg).
  • Di bagian kerah kebaya saya ketinggian. Kerahnya seharusnya model sabrina, tapi dibikinnya tinggi banget. Sangat mengecewakan!
  • Di bagian lengan dan ppinggang kebesaran jadi harus dikecilin lagi.
  • Di bagian punggung, bagian terbukanya kecil padahal saya pengennya besar, biar manis.

Cukup di bagian kebaya. Itu kemarahan udah membara tapi berusaha nggak sampai ngamuk. Saya langsung bilang tegas ke Mbaknya, semua yang harus diperbaiki itu harus dicatat di depan mata saya. Jangan sampai kayak minggu lalu, minta diperbaiki tapi nggak dicatat. Yang ada, nggak dikerjakan.

Nah, selesai fitting kebaya, itu dress batik belum ketemu juga. Alasan si Mas Herman adalah, “Lah kemarin udah diambil, kan?”. Hissh! Kalau udah diambil ya ngapain juga ke situ sih, Mas. Lalu dia bilang, “Belum dipotong deh kayaknya”. Bok, hampir saya berubah jadi Hulk!

“Gimana belum dipotong sih, Mas? Saya sebulan lalu udah fitting dress-nya. Masa sebulan belum dikerjain. Pokoknya saya tunggu sampai ketemu.”

Mungkin karena nada saya udah tinggi akhirnya dress itu beneran dicari, deh. Ketemu dong akhirnya. Langsung saya fitting. Berakhir sangat mengecewakan. Bagian kerah nggak diturunin, seperti permintaan bulan lalu, bagian bahu masih kekecilan, bagian pinggang terlalu ke atas, dan jahitan sum-nya asal-asalan jadi kelihatan banget. Duh, jelek banget, sih!

Akhirnya mereka minta penjahitnya turun ke bawah dan lihat bagian mana aja yang perlu diperbaikin. Ajaibnya lagi, si penjahit bingung gimana harus memperbaikinya. Gila nggak, tuh! Trus dia bilang, ya udah deh dibikin pola baru lagi aja. Awas kalau sampai dress itu rusak!

Setelah merasa nggak puas, saya tanya ke mereka kapan saya bisa fitting lagi. Mereka bilang hari Minggu depan. Ok, saya setuju. Lalu karena nggak mau kejadian kayak hari ini terulang lagi, saya memastikan ke meraka bahwa nanti kebaya dan dress harus udah disiapin. Mereka iya-iya aja dan lagi-lagi nggak berusaha menulis catatan kalau saya fitting Minggu depan.

Kesimpulannya adalah sejauh ini QZM mengecewakan. T_____T

Sekian dan terima dijahitin di Anne Avantie. #eaaa #ngarep

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s