Perkara Sepatu Cinderella

Tahu, kan, kalau Cinderella bersatu dengan Pangeran karena sepatu? Sepatu kaca yang cantik. Jadi, sepatu itu penting dalam pernikahan. #teorisukasukaπŸ˜€

Begini lho, saya ini pecinta sepatu. Kalau lihat sepatu bagus dan nggak dibeli pasti kepikiran banget, trus kebawa mimpi, trus akhirnya beli. Padahal kalau baju bagus nggak terlalu kepikiran banget. Untuk itulah kalau di mall sebisa mungkin menghindari toko sepatu kalau lagi nggak ada budget karena…. takut kepikiran. Hihihi.

Minggu kemarin dengan semangat ’45 saya ke Donamici di Mangga Dua. Dengan 1 niat: beli sepatu untuk martumpol dan sepatu pernikahan. Karena di sana bisa di-custom, jadi saya udah bawa print sepatu yang saya pengen buat.

Niat awalnya adalah untuk sepatu pernikahan pengen model yang begini:

sepatu idaman

Bagus banget kan, ya. #ngiler. Nah, sesampainya di Donamichi, ada sepatu yang sama persis seperti di atas. Wuih, pas dicoba cantik banget! Tapi pas dilihat-lihat lagi di lemari pajangan, ada sepatu yang lebih bagus lagi. Penuh dengan bling bling. Wuih, berasa kayak punya sepatu Cinderella, deh. Langsung jatuh cinta setengah mati.

Karena hari itu saya nggak ke sana bareng Mama, langsung deh saya telepon Mama untuk minta persetujuannya mengenai sepatu itu. Apa kata si Mama? Dia bilang NO! Kalau kebaya itu nggak boleh pake sepatu model tali-tali gitu, tapi harus selop. Katanya dia nggak pernah lihat ada yang pake kebaya trus pake sepatu. Lagian nanti talinya kesangkut di songket.

Hancurlah hatiku. #nangisseember

Selanjutnya adalah pemilihan selop dengan penuh kegalauan dan semangat yang jatuh ke titik 0. Selopnya nggak ada yang secantik sepatu itu. #mewek Yah, bukan berarti jelek juga, sih. Tapi nggak ada yang menarik hati seperti yang itu (sayang nggak bisa difoto kalau belum beli). Akhirnya saya bilang ke si Mbak, “Mbak, saya minta selop yang paling cantik”.

Mbak mengeluarkan beberapa sepatu. Yah, yang paling lumenjen (cantik juga sih, tapi tetap nggak membuat jatuh cinta), adalah sepatu ini, yang akhirnya dibeli juga karena males bolak-balik beli lagi.

Karena udah dibeli jadi boleh difoto. Langsung dikirim fotonya ke Mama. Komen si Mama adalah selopnya cantik. Tapi dengan merengut, saya tetap mengagung-agungkan sepatu pilihan saya sebelumnya. Dan akhirnya Mama menyerah bilang, ya udah beli aja sepatu. Bok, telat bener. Selop ini udah dibayar lunas nas nas! Tinggal tunggu sebulan lagi penampakannya.

#pundung

Karena si Mama tahu anaknya ini kecewa berat tingkat dewa, akhirnya si Mama menawarkan untuk menemani saya ke Mangga Dua lagi untuk lihat sepatu yang saya taksir. Sepatu di atas bisa dijadiin sepatu untuk martumpol.

Karena keburu udah kuciwa dan males, saya diem aja. Lalu berulangkali menatap sepatu pernikahan saya yang sampai saat ini belum bikin jatuh cinta.

Gagal deh jadi Cinderella.😦

2 thoughts on “Perkara Sepatu Cinderella

  1. halo naomiii.. aduh ak jatuh hati sama sepatu impian kamu.. sama selop kamu yg akhirnya ud jadi juga.. rencana ak emang bakal bikin di donamici.. boleh nyontek model ga sih? heheheheπŸ˜€

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s