Semakin Dekat, Semakin Rempong

HALOOO! Apa kabar persiapan nikah eike?

#terdiam #menatapkelangit #pusing

Pusing, mak! Setelah mengalami sakit-sembuh-senang-sedih-marah-mellow-excited silih berganti maka didapatlah kesimpulan penting: Don’t get married twice… EVER! Bok, nyiapin satu perkawinan aja ribet dan hampir bikin sinting, apalagi dengan adat Batak yang makin bikin kepala mau meledak. No! Jangan pernah nikah dua kali, deh. Cukup kepusingan ini cuma sekali aja.

#sungkemsamaAndharaEarly

*tarik napas sedalam samudera Hindia*

Setelah menunda berbulan-bulan untuk nggak beli bahan kebaya pernikahan dan menjahitkannya, akhirnya karena trauma lihat seorang teman yang H-1 sebelum pernikahannya kebaya masih di tukang jahit aja, loh. Akhirnya, si mamak ngomel-ngomel dan mengejar-ngejar saya untuk ke tukang jahit segera. Minggu kemarin jadilah kami sekeluarga ke Pasar Baru, tempat tukang jahit kebaya pernikahan (berasa mau masuk TK, dianterin seluruh keluarga). Mau ke tukang jahit aja drama udah dimulai dari pagi, di perjalanan, sampai akhirnya sesenggukan, dan menemui desainer kebaya-nya dengan hidung merah. #malu

Penjahit kebaya saya namanya Mas Ivan. Dia ceplas-ceplos dan ceriwis banget. Cocoklah sama si Mamak. Sementara saya memandangi kebaya-kebaya bikinan dia di etalase. Bok, cantik semua! *ngiler* Tapi sambil deg-degan juga ini semua harganya berapa. Secara kebaya-kebaya bikinan dia itu payet bertebaran di mana-mana dan kristal swaroski-nya kinclong banget.

Pertama, Mas Ivan ngeluarin buku favorit orang-orang yang datang ke sana. Buku-nya Anne Avantie. Saya langsung bilang pengen liat contoh kebayay ang off-shoulder. Iyak, bahunya kebuka seksi gimana gitu. #dirajamFPI Eh, pas lagi liat-liat contoh kebaya, di etalase ada contoh kebaya yang punggungnya kebuka banget sampe mirip backless. Langsunglah saya menunjuk kebaya itu untuk jadi patokan punggungnya entar. Si Mama langsung melotot dan ngomel karena apa kata orang nanti, udah kebuka di depan, kebuka pulang di belakang. BWAHAHAHA! #anakpengenseksi #dihukumpendeta.Β Ya sudahlah ya, restu orang tua itu penting, jadi kerah bahu di depan dinaikin dikit, bolongan di belakang juga nggak seksi-seksi banget. Mama-pun senang.

Setelah ngomongin model dan warna, langsunglah dengan Mas Ivan kita pergi beli bahan bareng-bareng. Tentu saja pengennya kebaya berwarna putih gading. Mas Ivan mengkreasikannya dengan kain berwarna Lavender yang belum kebayang juga gimana bentuknya nanti. Tapi karena kreasinya dia bagus semua jadi yah percaya aja, deh.Β Sekarang lega banget deh. Setidaknya urusan kostum nanti udah bisa diberesin. #gulinggulingdipasir

Sensasi megang bahan brokat brokat warna putih gading di tangan itu luar biasa, ya. Kayaknya semakin membukakan mata kalo sebentar lagi mau kawin. Kemarin-kemarin masih ngambang dan belum kebayang. Sekarang perlahan-lahan makin bisa ngeliat kalo saya beneran mau kawin, loh. Misalnya aja nih, kemarin coba baju Marhusip. Bok, langsung kebayang adegan film saya dan dia duduk berdua dan dinasehati para tetua pas Marhusip nanti.

Belum lagi kalau sekarang ngeliat si pacar, eh beneran nih dia bakal jadi suami gue? Saya sekarang suka merhatiin dia lama-lama dan membatin, “Orang ini nih yang bakal gue lihat setiap bangun tidur pagi hari seumur hidup gue.” Belum lagi dia suka iseng kalau lagi ngobrol-ngobrol, tiba-tiba dia pegang perut saya dan bilang, “Kamu mau hamil?” Bok, entah kenapa pertanyaan itu kok bikin saya meleleh kayak coklat yang dipanasin.πŸ™‚

Kayak kemarin aja pas kita lagi mau cari tempat makan di pinggir jalan. Kita lewat daerah dekat rumah yang penuuuuhbanget sama anak-anak muda (a.k.a alay) yang nongkrong-nongkrong di pinggir jalan sambil pacaran. Saking banyaknya mereka, jalanannya jadi ketutup dan kita jadi susah lewat, serta tampaknya para alay ini nggak peduli ada mobil mau lewat. Mereka nggak mau minggir. Tiba-tiba si pacar dengan emosinya bilang, “Awas aja ya nanti kalau anak kita nongkrong kayak gini. Aku bakal langsung marah dan nyuruh dia pulang!” Ih, langsung berbunga-bunga gitu. Tampaknya dia bakal jadi Bapak yang bisa diandalkan, deh. #ngayal

Oh baiklah, tampaknya segitu saja cerita pernikahan kali ini. Mak, waktu jangan jalan cepat-cepat, dong. Tuh, ikutin keong yang jalannya lambat. #apaini

Ciao!

 

2 thoughts on “Semakin Dekat, Semakin Rempong

    • Tokonya Mas Ivan ini namanya Hen’s Fashion di Pasar Baru. Dia dekat toko bahan Queentex. Kalo range-nya itu tergantung seperti apa kebayanya. Jadi langsung datang aja ke sana, ya.πŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s