Eh, Si Komo Masih Lewat Nggak?

Ada yang ngerasa nggak kalau Jakarta akhir-akhir ini sungguh luar biasa. Luar biasa macet! #pembacabersorak #lagulama

Awalnya saya keukeuh nggak mau ngeluh soal kemacetan Jakarta. Jakarta kalau nggak macet itu baru berita heboh. Kalau macet mah udah makanan sehari-hari. Tapiii… akhir-akhir ini kegalauan (#tsaah bahasa gaul anak sekarang) meningkat karena waktu perginya sama tapi waktu sampai di tempat tujuan bisa beda-beda. Loh, ini saya harus pergi jam berapa dong dari rumah jadinya?

Yang paling mengerikan adalah Sabtu kemarin saya pergi ke mall dekat rumah. Biasanya 10-15 menit juga sampai mall itu pake mobil. Nggak jauh deh pokoknya. Nah, sabtu malam kemarin saya berniat pergi ke mall itu. Berangkat dari rumah jam 18.30. Baru keluar dari komplek, eh udah macet aja dong. Macetnya panjang banget. Karena malas macet, saya pakai jalan alternatif yang seharusnya lebih dekat dan nggak macet.

Salah perhitungan, sodara-sodara! Jalan alternatif ini SUPER MACET! Entah ada apa pula. Udah macet, ditambah 2 truk besar mogok dan nggak ada puteran balik untuk ambil jalan lain. Jadi benar-benar stuck di jalan. Emosi udah naik turun. Dari tenang, becanda, ngantuk, kesal, dan marah. Saking bosennya, malah sempat beli kacang rebus di pinggir jalan (yang mana gara-gara kacang rebus itu sukses bikin perut mules-mules malamnya).

Setelah melewati kemacetan luar biasa, baru sampai di mall jam 19.40. IYA, ngabisin waktu 1 JAM lebih! *emosi ke ubun-ubun* Ini mall dekat rumah kok bisa selama itu ditempuhnya, sih? *nangis berlinang air mata buaya*

Kemacetan di Jakarta kayaknya udah berlebihan, deh. Udah sampai tahap menghabiskan waktu dan energi sia-sia di jalan. Waktu buat istirahat berkurang, waktu buat kumpul dengan keluarga juga nggak ada. Who’s to blame?

Dulu saya bilang, kalau naik mobil pribadi jangan suka ngomel kalau jalanan macet karena kita salah satu penyebabnya. Nah, saya udah sering pake kendaraan umum yang mana makin nggak aman karena banyak pencopet (baru kejadian hampir dicopet di angkot), kotor, suka ngetem, dan berbagai keluhan lainnya. Jalanan juga banyak dipake untuk pembangunan-pembangunan nggak jelas, galian jalan di mana-mana pula. Belum lagi kredit motor makin gampang bikin jalanan dikuasai motor. Pejabat yang nggak mau tahu karena mereka tinggal buka tutup jalan kalau mereka lewat.

Blah, ini gimana ngatasinnya?

Cuma berharap bisa berangkat dari rumah tanpa macet. Itu bisa bikin hidup saya jauh lebih mudah. Bisa, Pak, Bu?

#menunggujawaban

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s