Nanti…

26 tahun tinggal sama keluarga, nggak kebayang tahun depan bakal tinggal dengan keluarga yang baru. Nggak perlu nunggu mau dekat hari H supaya mellow, dari sekarang aja kalau keinget mau pindah suka mellow sendiri.

Misalnya pembicaraan seperti ini:

Dia: “Nanti pas hari H, kamu  langsung bawa koper buat honeymoon, ya. Soalnya besoknya kita langsung pergi.”

Saya: “Iya. Eh, selain koper honeymoon kan harus bawa koper lainnya untuk pindahan.” *langsung mellow*

Di adat Batak itu, kalau sudah menikah ceritanya perempuan itu udah jadi anggota keluarga cowok. Sebulan setelah nikah dia belum boleh pulang ke rumah orang tuanya. Baru boleh pulang kalau keluarga cowok udah datang ke rumah keluarga cewek sambil bawa makanan.

Saya: “Nanti habis nikah jangan lama-lama datangnya dong ke rumahku. Aku nanti nggak bisa ke sana, nih.”

Dia: *ketawa licik* “Tunggu setahun ah, baru ke rumah kamu.”

Saya: *keplak*

Hal-hal kecil aja bisa bikin saya mellow. Misalnya kalau bangun pagi, di meja makan udah tersedia sarapan. Kalau nanti, saya pasti harus bangun lebih pagi dan masak. Errr… dan saya nggak bisa masak sebenarnya.

Nanti harus ngurus diri sendiri. Kalau sakit biasanya yang ngurusin Mama, sekarang bukan Mama lagi. Nanti harus cuci baju, beresin rumah, dan bikin makanan sendiri. Nanti harus belajar lebih mandiri. Nanti nanti nanti…

*air mata merembes*

#kangen

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s