Mencari Souvenir

Si Emak tercinta sudah berkoar-koar agar saya mencari souvenir dan mulai mendesain undangan. Ya oloh Emak, yang besar-besar aja belum kelar, kayak catering dan musik, ini udah disuruh cari souvenir dan undangan. Tapi ya sudahlah, disuruh cari souvenir ke Pasar Pagi Mangga Dua itu suatu keuntungan, kok.

Jadi saya dan pacar akhirnya hari Minggu kemarin ke Mangga Dua. Ih, sumpek banget deh Mangdu ini kalau udah weekend dan dekat Lebaran. Lautan manusia banget. Baru jalan dikit aja udah haus bener. Setelah muter-muter, akhirnya ketemu tempat jualan souvenir di Pasar Pagi, yaitu di lantai paling bawah. Banyak yang jual dan banyak pilihan. WOW, murah-murah banget, yak. Ada yang dari 500 rupiah hingga yang mahal dan semuanya bisa ditawar, dong.

Saya kan pengennya standar-standar aja untuk souvenir pernikahan. Pokoknya yang bisa dipake nantinya. Jadi pilihannya kipas (kipas lagi, kipas lagi) dan notes. Itu juga udah melalui approval si emak. Dia melarang yang aneh-aneh, macam handuk kecil yang dibentuk lucu-lucu itu, gunting kuku (yang katanya kurang baik), dan mainan-mainan nggak jelas lainnya. Pas sampai di Pasar Pagi, si pacar malah tertarik dengan souvenir berupa sapu tangan. Katanya berguna kalau kepanasan di gedung atau kalau mau lap sisa makanan kotor di mulut. *ngikik* Oh, tentu saja ga saya setujui. Habis sapu tangannya nggak bagus. Kan nanti dibuang sama orang-orang. Lagian gedung kita itu ber-AC jadi nggak bakal kepanasan sih seharusnya.

Pokoknya kemarin udah puas tanya-tanya harga souvenir. Langsung lanjut ke ITC Mangdu untuk mencari toko wedding shoes yang terkenal di forum: Donamici. Agak di pojokan sih tokonya, tapi nggak terlalu susah dicari. Lagian pas ditanya, banyak yang tahu di mana letaknya.

Pas baru masuk, ajegile, tokonya RAME banget. Biasanya yang datang cewek-cewek, lalu para cowoknya nunggu di luar sambil menguap kebosanan (hihihihihi). Eh, sepatunya emang beneran bagus, lho, desainnya. Penuh blink-blink. Pas dicoba pakai, uwoooo… cantik banget di kaki. Sayang, ada larangan untuk memfoto. Padahal udah mau difoto aja, tuh. Nah, udah gitu bisa dicustom lagi. Secara saya nggak bakal tahan kalau pakai heels terlalu tinggi dan si pacar pun tak tinggi-tinggi banget. Jadi daripada saya menjulang bak menara Eiffel, kayak lebih baik si sepatu nanti dicustom ga terlalu tinggi. Pramuniaganya bilang sepatu ini bakal jadi dalam sebulan. Hm, jadi mungkin awal tahun depan aja kali, ya. Ah, aku suka sepatu cantik.

Nah, apalagi yang dikerjakan di Mangdu setelah itu? Tentu saja cuci mata. Bener deh, tadinya cuma niat cuci mata aja karena kan harus menabung, ya. Tapi tapi.. begitu masuk ke toko, coba satu baju, digoda dengan celana, dan baju lain. Drrr… berakhir membeli 2 pasang baju, 1 celana, dan 1 ikat pinggang. Tapi aku puas.😀

Begitu sampai rumah dan melaporkan perburuanku hari ini, eh si Emak ternyata lebih pengen souvenirnya notes. Trus saya bilang, mungkin kalau notes harus ke percetakan kali, ya. Ribet, deh. Enakan tinggal beli aja. Beres. Tapi si Emak memilih ribet, lho. -___________________-

Ya sudah, sebagai anak nurut ajalah. Mari kita berburu notes yang entah di mana.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s