Tentang Konser Terakhir Mocca

Gimana rasanya mau ketemu band idola dari masa remaja? Saya berasa kayak mau ketemu gebetan. Excited dan deg-degan.

Tanggal 15 Juli lalu saya menghadiri konser band kesayangan saya, Mocca. Konser terakhirnya karena sang vokalis mau menikah dan menetap di Amerika sana. Mocca ini merupakan band yang lagu-lagunya punya kesan emosional sendiri. Dari jaman SMA waktu saya tinggal sendiri di Jakarta dan ngalamin masa puber dan cinta monyet, lagu-lagu Mocca selalu nemenin saya. Nggak cuma pas remaja aja, sampe dewasa pun lagu Mocca selalu ada di setiap kisah cinta saya.

Mulai dari naksir, malu-malu kucing, jatuh cinta, pacaran, kesal-kesalan, putus, dan nemuin pacar baru. Ihiiiy, selalu ada lagu Mocca. Semua CD Mocca saya punya. Semua lagunya ada di iPod saya. Pokoknya Mocca mania, deh. *pasang ikat kepala tulisan Mocca*

Nah, karena mau nonton konser saya dan ketemu idola hampir selama 10 tahun, saya berasa kayak mau ketemu pacar dari alam maya. Sehari sebelumnya aja saya udah mikir mau pake baju apa. Pagi-pagi saya bangun dengan senyum paling lebar. Berdandan khusus untuk Mocca. Bahkan sehari sebelumnya saya niat facial dan ngeblow rambut dulu, lho. Ya kali, dia bakal liat saya. Hahahaha. Teman-teman sekantor sampai nyadar kalau hari itu saya kelihatan lebih kinclong dan manis. Ya ampun Mi, sampe segitunya lho saya.

Saya nonton berdua dengan teman saya yang penggemar Mocca juga. Kita berdua punya kenangan dengan lagu-lagu Mocca, deh. Sepanjang mereka nyanyi lagu sebanyak 23 lagu, saya kayak nonton adegan cinta saya sendiri terputar tepat di depan mata saya. Rasanya pengen bawa semua personil Mocca dan nyanyi buat saya live di kamar. Terlepas dari venue yang kurang oke untuk band sebagus Mocca, tapi semua itu dimaklumi dengan musik mereka yang emang bagus banget. Nggak peduli di mana tempatnya.

Seusai konser waktu Arina menyanyikan lagu terakhir Life Keeps On Turning, duh ini beneran sedih, lho. Rasanya masih nggak rela kalau untuk beberapa tahun ke depan saya nggak akan dengerin lagu baru mereka.

Tapi senangnya karena akhirnya saya bisa ketemu dan denger langsung mereka nyanyi. Pas si pacar jemput dia tanya, “Lagu kita dinyanyiin nggak?” merujuk pada lagu I Love You Anyway. Sayangnya nggak dinyanyiin dan saya bilang, “Kamu sih nggak ada. Tunggu kamu ada dulu baru dinyanyiin sama mereka.” Dan dia tersenyum manis. Aaaaw!

Oh well, so long Mocca. Gonna miss you a lot.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s