Neuroku Benci, Neuroku Sayang

Dulu waktu jaman S1, saya pernah dapat kuliah neuropsikologi. Satu-satunya kuliah di mana saya dapat nilai D dan harus ngulang! Gimana nggak ngulang, waktu itu kuliah 1 semester dipadatin jadi 2 minggu karena dosennya adalah ahli neuropsikologi dari Belanda. Kalau ngomong kayak orang kumur-kumur.

Pas mau ujian harus ngapalin segambreng istilah-istilah neuropsikologi dalam bahasa Inggris. Duh, mendingan nyebrangin Selat Sunda bolak-balik aja, deh (ya kayak sanggup aja gue!). Setelah mengulang, ya lumayan ngerti tapi seperti biasa setelah ujian selesai dan lulus, semua ilmunya menguap begitu aja. Bablas!

Nah, pas S2 ngambil kuliah yang berhubungan dengan klinis. Lagi-lagi ketemu sama si neuropsikologi ini. Duh, mak! Jodoh kali awak sama kuliah ini. Kalau dulu dapat bule yang ngomongnya kayak kumur-kumur, sekarang dapat profesor berumur 80 tahunan yang kuliahnya selalu jam 8 kurang (dan dipastikan mahasiswa ini telat karena pagi-pagi harus ngejar Bis Debora yang entah kapan datangnya). Sampai kelas udah pasti ngos-ngosan dan capek. Ditambah lagi profesor itu ngomongnya pelan dan kayak nyanyiin lagu Nina Bobo. Mau saya duduk di barisan paling depan atau tengah atau belakang, saya tetap ngantuk. Nggak ngerti dia ngomong apa. Mana bahan-bahan ujian berasal dari buku karangan dia yang istilah kata-katanya setara dengan kata-kata pas Indonesia baru merdeka. Jadul berat! Alhasil, pengetahuan saya tentang Neuro itu antara ada dan tiada. Oh, untuk kuliah ini saya malah lulus dengan nilai gemilang. Dapat dari mana nilainya? Nggak tahu juga. Cuma berbekal rajin ngerjain tugas. Itu pun suka ngerjainnya sama teman-teman. Err.. nggak sama-sama juga, sih. Lebih tepatnya saya yang lebih sering menyalin.

Nah, pas kerja di bagian klinis. Alamakjang, si dokter ternyata lulusan jurusan Neuroscience Behavior. Pas dia bilang dia akan memulai neurotherapy di kliniknya dan meminta saya untuk jadi terapis, saya mulai cenat-cenut. Duh, salah apa gue selama ini sampai mata kuliah yang paling nggak disuka jadi kerjaan sehari-hari.

Jadi neurotherapy ini adalah terapi untuk melatih gelombang otak. Misalnya supaya berhenti ngemil, supaya lebih fokus, supaya nggak hiperaktif, dan segala macamnya. Semua hal itu kan pusatnya di otak. Mulai deh si dokter ngajarin saya di mana letak emosi, logika, kontrol diri, dan sebagainya. Tentu saja dulu saya pernah dapat ini di kuliah, tapi ya itu tadi, udah lupa semua. Kenapa saya harus ngapalin letak-letak itu di otak, karena akan adakabel yang dipasang ke bagian otak yang diterapi. Jadi misalnya dia punya masalah emosi, berarti yang dilatih adalah otak bagian emosi.

Ajaibnya, ternyata kalau langsung praktek, saya bisa langsung hapal di mana letak-letaknya. Emang ya kayaknya saya nggak bisa ngerti kalau cuma baca doang. Saya butuh mengalami langsung baru deh melekat di otak. Jadi hari ini untuk pertama kalinya saya melakukan neurotherapy sendirian. Daaan… berhasil! Wohoooooo! *bangga*

Seperti kata orang-orang jaman dulu, nggak boleh sebel sama sesuatu, entar malah dapatnya yang itu. Ini juga berlaku dalam soal jodoh, kan?πŸ˜„

2 thoughts on “Neuroku Benci, Neuroku Sayang

  1. Mbak Naomi, boleh tau alamat kliniknya? anak sy penyandang CP, sy sedang mencari klinik neurotheraphy utk anak sy. Terima kasih utk bantuanya…….

    • Klinik kami ada di Jl. Ciasem I no 29, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan (di belakang Gereja Santa)/ http://www.shape-indonesia.com. Nomor teleponnya: 021-72801572, 021-72801627. Klinik kami fokusnya adalah untuk penurunan berat badan dan obesitas. Tapi jika ingin melihat atau mengetahui lebih lanjut mengenai neurotherapy Ibu bisa datang ke klinik kami dan membuat appointmet.πŸ™‚

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s