Berjodoh Dengan Dekor

Dengan dimulainya misi besar untuk tahun 2012, maka bye bye leyeh-leyeh tiap hari selasa. Karena sejak 3 minggu lalu, tiap selasa, yang mana hari libur saya, dipake buat… ketemu vendor dan survey sana-sini. -_____-

Nah, setelah bayar DP gedung. Selasa kemarin tugasnya adalah ketemu vendor dekor. Secara saya nggak mau rugi orangnya, jadi saya pake vendor yang rekanan gedung aja. Biar nggak di-charge lagi. Dari segudang brosur yang saya ambil, ada 2 yang paling saya suka: Rich Art dan De Riz. Dua dekor itu dipilih karena mereka nggak terlalu Batak banget dekornya. (Iya, saya Batak murtad, nih)

Pertama kali telepon Rich Art. Hal pertama yang ditanyakan tentu saja price list. Untuk dekor paling standar aja, tanpa dekor gereja, mereka mengajukan harga 25 juta! *pingsan* Oh, melebihi budget banget ini mah. Ya sudah, langsung beralih ke De Riz. Pas ditanya price list, harga untuk dekor standar sangat pas sama kantong *joged india*. Nah, ini boleh, nih. Akhirnya janjian ketemu deh di Plasa Semanggi. Mall di tengah-tengah kota.

Pas ketemu, ternyata pemiliknya adalah orang Batak juga, suami-istri. Awalnya si suami adalah rekanan Rich Art. Karena ada satu hal mereka pisah dan dia mendirikan De Riz. Saya suka sama konsep De Riz ini karena dia memodifikasi dekor untuk pelaminan Batak dengan modern. Pertama kali nelepon mereka, saya langsung bilang nggak mau pake Rumah Gorga. Nggak pake ulos segala. Duh, seumur hidup ke kawinan Batak biasanya selalu didominasi dua hal itu.

Yang lucunya, pas dia lagi nunjukin hasil dekornya, dia nunjukin satu dekor yang ternyata adalah dekor adiknya si pacar yang kemarin baru nikah. PYAR! Padahal saya nggak pernah tanya sama si pacar, dulu keluarga mereka pake apa. Eh, tapi bisa samaan gitu, ya. Jodoh kan, ya? Ya dong. *maksa*πŸ™‚

Setelah ngobrol-ngobrol sama mereka, akhirnya saya nemu tema warna untuk pernikahan ini: Burgundy, silver, gold. Sebelumnya, saya pengen banget ada warna silver. Karena udah mulai ngayal-ngayal kalau warna kebaya saya berbau silver. Tapi takut bikin dekor silver karena takut dikira balik ke jaman milenium (mari nyanyiii… happy happy 2000, happy happy 2000 -_____-). Saya juga ga mau terlalu ungu karena semua orang tahun ini tampaknya pake warna ungu. Bosyen! Eh, tapi pas disodorin warna itu, saya suka banget. Burgundy emang ungu juga, sih. Tapi bukan ungu muda, tapi ungu kemerah-merahan. Yihaaa, saya suka sekali. Udah gitu, misi nggak pake rumah gorga pun terkabulkan. Nah, si nyokap ternyata pengen ada sedikit nuansa Batak. Errr… ya sudah, harus kompromi dong, ya. Akhirnya dia memberikan ide ada ulos, tapi dibikin frame dan itu nggak akan menyita perhatian dan merusak dekor modern saya. WOHOOOOO! Tambah senang dong.

Yang tambah senang lagi (banyak senangnya ya), dekor yang saya au itu belum pernah dipake di gedung pernikahan saya. Biasanya dipake di resepsi hotel. Deuhhh, ini sih berkah banget. Biar nggak ada yang nyamain gitu.

So, untuk yang satu ini di awalnya saya cukup puas. Semoga ke depannya juga, ya. Doakan berhasil mencari vendor-vendor yang lain.

One thought on “Berjodoh Dengan Dekor

  1. hai naomi,,
    salam kenal.. aku juga mau cari dekor yang ga terlalu batak, tp tetep harus ada bataknya jugaaa (karna keluarga)..
    boleh email cp nya De Riz gaa?? ama dikasih harga berapa?
    oh ya, kasih tau doong apalagi niih saran jitu nemuin dekor biar biaya ga membengkak…
    email ke tasya_cecilia@yahoo.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s