The Big News

So, here’s the big news that I kept for quiet a while:

I’M GETTING MARRIED!

*tebar confetti* *tiup terompet* *pukul drum* #berisikπŸ˜„

Oh well, mari bagi cerita gembira ini sekarang. Setahun lalu si pacar mengutarakan ngajak nikah. Saya langsung senyum-senyum GR. Tapi oh tapi, saya yang baru lulus tahun itu tentu saja menolak. Baru aja menikmati udara kebebasan setelah 2 tahun disiksa di daerah Depok sana, eh ya moso langsung diajak kawin. Saya bilang nanti aja, deh. Dan rencana baik ini pun ditunda.

Nah, awal tahun ini si pacar udah sounding ngingetin mau ngajak nikah lagi (ahey, dia kebelet rupaya sama saya #ditabokpacar). Kali ini saya mengangguk. Yah, udah puaslah main-main setahun setelah kelulusan. Tapiiii… nggak segampang bilang ke orang tua trus langsung oke. Karena kami berdua Batak, jadi adatnya agak ribet.

1. Kami berdua ngomong ke orang tua masing-masing
Si pacar mah ngomong sama orang tuanya lancar jaya. Pas saya ngomong sama orang tua, pake acara nangis bombay, ditanyain macam-macam, dan si Mama pake adegan nangis. Jiah, biasa anak pertama perempuannya mau nikah. Jadi berat deh rasanya. Tapi akhirnya, mereka nerima dengan senang hati.

2. Si pacar melamar ke orang tua saya
Inget banget waktu itu tanggal 4 Juni 2011. Sebelumnya rencananya tanggal 29 Mei, si pacar udah mau datang. Tapi sayangnya waktu itu saya ada acara dan belum kasih tau orang tua kalau dia mau datang. Agak lega juga sih ditunda karena rasanya jantung udah berdetak kencang dan kaki tangan dingin banget. Pas hari H ternyata si pacar juga deg-degan. Mau ngadepin orang tua pacar, minta anaknya. Nah, pas datang ke rumah, dia langung kasih sogokan kue tart ke Bapa. Habis itu dia ngobrol berdua aja di teras rumah. Nggak tahu deh mukanya dia gimana ngadepin Bapa. Lah saya aja yang di dalam udah deg-deg ser setengah mati. Habis selesai ngomong sama Bapa, Mama datang. Dan kami ngobrol berempat. Ditanyalah keseriusannya gimana, bla bla bla dan penuh dengan nasehat. Ah, aku terharu lihat dia berani ngomong di depan orang tuaku! Ngobrol-ngobrol aja bisa berlangsung dari jam 7-12 malam!

3. Perkenalan orang tua (18 Juni 2011)
Orang tua si pacar datang. Ihiiiiiiy! Secara sebenarnya sesama orang tua udah saling kenal, jadi yah ngobrolya makin akrab. Cuma basa-basi dan bilang anak-anaknya udah serius mau nikah. Saya dan si pacar pun ditanya beneran serius nggak dan jangan berantem di tengah jalan dan bubar. Deg-degan berat di depan orang tua. Eh, saya emang suka stres kali, ya.

4. Pertemuan orang tua lagi (25 Juni 2011)
Nah, kali ini orang tuanya datang, selain untuk lebih mengenal, juga untuk ngomongin sinamot (untuk lebih jelasnya, baca di sini). Ngomongin sinamot itu lumayan bikin deg-degan, lho. Pake tawar-menawar kayak di pasar. Aaaaah, ini bikin deg-degan juga. Eh, si pacar malah santai aja. Tapi emang benar, sih. Berakhir dengan baik dan sepakat. Horeeee!

So, save the date: 14 April 2012. Doakan semua persiapan mental dan materinya lancar, yak! Oh ya, dan blog ini mungkin akan dipenuhi dengan segala macaam printilan pernikahan.πŸ˜€

*ciumin satu-satu*

One thought on “The Big News

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s