Akhir Pekan di Suatu April

Apa yang membuatmu bisa bahagia dalam menyambut hari senin? Kalau saya harus punya weekend yang menyenangkan dulu. Kebetulan weekend ini benar-benar menyenangkan. Setidaknya, mood saya lagi bagus banget.

Malam Sabtu, saya habiskan dengan membeli banyak DVD dan nonton sampai ketiduran. Bahkan setelah dihitung-hitung, saya tidur 10 jam. Eh, ini ketiduran atau emang tukang tidur, ya?

Setelah tidur over dosis, paginya saya bangun dengan keadaan super segar. Ke kantor pun dengan riang gembira (yes, I work on Saturday). Untungnya hari Sabtu cuma kerja 4 jam saja jadi nggak terlalu berat, kan. Belum lagi keriangan bahwa pulangnya si pacar akan menjemput saya.  Setelah seminggu nggak ketemu, akhirnya bisa ketemu juga. *lompat ke pelukan pacar* #lebay

Yang lebih menyenangkan lagi, pasien-pasien baru saya semua aktif dan ceria. Membuat bertemu mereka adalah salah satu hal paling menyenangkan yang terjadi hari ini.

Pulang kantor, si pacar sudah duduk manis menjemput saya. Dia menjemput saya naik motor. Pulang kantor, ngesot dikit ke daerah Blok S, makan kalap karena semua kelihatan enak. Setelah itu, merencanakan diri untuk totok wajah supaya aura keluar dari wajah kami berdua. Niatnya sih sampe pengen jadi Aura Kasih. #menurutlo? Sebelum sampai totok wajah, kami mampir dulu ke Ambas karena si pacar mau membetulkan lensa kacamata. Belum sampai ke tempat kacamata, eh saya udah memborong DVD duluan.

–_____________________–

Di Ambas nggak pake lama. Kami langsung meluncur ke daerah dekat rumah dengan niat mulai, totok wajah. Eh, begitu mau sampai rumah malah hujan. Terpaksa deh berteduh di tempat soto ayam. Makan lagi, deh (Bisa sih nggak makan, tapi emang dasarnya pengen makan aja). Setelah hujan reda, kami jalan lagi. Hujan deras lagi. Berteduh di depan pangkas rambut. Reda sedikit, kami jalan lagi. Hujan lagi, dong ya! Melipir ke tempat toko ikan. Sampe akhirnya pas hujan udah reda, langsung ngebut pulang ke rumah. Bye bye, totok wajah. Muka kami udah nggak beraura sama sekali, deh.

Sengaja pulang ke rumah masing-masing dulu karena selain tampang nggak oke, kalau hujan gini mendingan tidur, deh. Istirahat 2 jam di rumah, kami memutuskan pergi. Karena kondisi cuaca kuang oke, si pacar pake mobil. Kalo pake mobil, dandanan bisa lebih maksimal, kan. Saya pake terusan yang melekat di tubuh. Pengennya sih biar menampakkan bentuk badan yang aduhai. Pas si Mama lihat, “Hm, perut kamu buncit, kayak ibu hamil”.

–________________________– #tertampar

Tapi sebodo amat, deh. Saya merasa seksi *keukeuh*. Kami langsung meluncur ke mall paling hip, Senayan City #bosen. Terpaksa ke sana karena teman-teman arisan si pacar sudah mengsms saya bertubi-tubi dan mengabarkan malam itu ada arisan. Gagal maning, ngedate berduanya. #tiuplilin #maksudnyacandlelightdinner

Eh tapi, demi hasrat kencan berdua. Pacar memutuskan untuk datang arisan pas mau dikocok aja. Jadi melewatkan bagian chit-chat. Saya dan pacar langsung melipir ke Pancious. Iya, perut kami gampang lapar, apalagi suasana hujan, laparnya makin menjadi-jadi. Makin kalaplah kami. Sampe-sampe, perut yang tadinya dikira hamil 3 bulan, udah sampe hamil 5 bulan! #menatappacar #inisalahmu #tanggungjawabmas #kawiniaku #eaaa #maunya J

Jam 10 malam baru kami pergi ke Foodism, tempat arisan berlangsung. Baru pertama kali ke Foodism dan merasa tempatnya gelap amat, susah mau lihat apa-apa #kampungan. Nah, karena nggak pengen dibilang buncit, saya langsung melipir ke WC. Pipis. Lumayan tuh, perut kembali ke hamil 3 bulan lagi, bukan 5 bulan. Pas saya baru aja keluar dari toilet, eh masa yaaa, pengait tali BH saya lepas! Yaoloh, sodara-sodara terpaksa ngibrit lagi ke dalam toilet. Eh, tapi bangga juga, sih. Apakah ini pertanda dada saya semakin besar? #eaaa #ngareplagi

Lumayanlah di Foodism ngelirik kiri-kanan, tapi nggak ada yang cakep. Remang-remang, bok. Pandangan jadi nggak jelas. #ditabokpacar. Setelah selesai bersosialisasi, pulanglah kami. Sampai di rumah udah nggak pake acara mampir dan ngobrol lagi. Mata udah 5 watt dan kasur tampaknya lebih enak daripada mandangin wajah pacar. #ditaboklagi

Pulang tengah malam nggak berarti besok bangun siang. Besoknya saya harus bangun pagi karena harus gereja dan setelahnya menemani pacar ke kawinan temannya di Depok Timur. #jauh #jauhsekali

Di gereja udah nggak konsen. Yang dibayangkan adalah makanan karena belum sarapan. Saya mulai ribut ngajak pacar ikut membayangkan makanan. Saya berasa kayak Hawa menggoda Adam  yang lagi khusyuk beribadah #sungkempacar

Sehabis ibadah, langsung ngibrit ke bakmi bangka favorit kita berdua. Saya makan kayak orang nggak makan seminggu. Laper banget, cing! Setelah itu, berlanjutlah petualangan ke Depok.

Saya yang 2 tahun kuliah di Depok dan pernah ngekos juga merasa jago banget kan soal Depok. Pas ditunjukin petanya, saya benar-benar sotoy. Saya bilang tahu daerahnya karena dulu pernah praktek di daerah situ. Sok manggut-manggut pas baca peta. Berakhir kami nyasar. Saya nggak ngerti baca peta.

–____________________________–

Berkat perut masih berisi bakmie bangka yang enak, hati pun adem. Tersesat pun nggak membuat si pacar jadi bete. Yah, sekaligus karena saya akhirnya membelikan dia berbagai macam cemilan supaya moodnya tetap terjaga bagus. Setelah 2 jam perjalanan, kami cuma di pesta selama kurang dari 30 menit aja. Balik lagi ke daerah rumah itu 2 jam lagi. Sampe akhirnya harus mampir di SPBU Cuma buat istirahat dan minum kopi. Padahal ini Cuma Depok, loh.

Kami sampe rumah itu malam. Saya sudah mewanti-wanti dia supaya rencana totok wajah jangan sampe gagal lagi kali ini. Di rumah istirahat sebentar, malamnya kami pergi lagi. Lagi-lagi hujan, lagi-lagi perut lapar. Niat totok wajah kandas. Malah mampir ke mall terdekat untuk makan kalap. Menyesalkah? Nggak. Makanannya enak banget! #perutbuncit5bulan

Yang lucunya lagi, waktu mau turun dari mobil, si pacar bilang, “Awas, ada motor”. Saya langsung lihat kanan-kiri, kok nggak ada motor. Tapi si pacar tetap bilang, awas ada motor sambil mengelus rambut saya. Lama-lama saya sadar juga, nggak ada motor dan si pacar Cuma masih kangen aja jadi dia belum pengen saya turun mobil. HUAHAHAHAHA! #ngakaksampe2012. Ya tinggal bilang aja toh, ini pake alasan ada motor.

Well, begitulah akhir pekan yang menyenangkan buat saya. Anyway, sebenarnya ada lebih dari itu, ya. Di akhir pekan ini ada satu kabar gembira (eits, masih rahasia dulu). Selain itu, saya dan pacar menyepakati beberapa hal bersama. Ini sih, yang paling bikin gembira. J

Semoga minggu ini menyenangkan, kawan-kawan!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s