It’s All About The Money*

Uang itu adalah urusan yang ribet. Apalagi kalo soal uang digabung asmara: double ribetnya.

Nah, karena masalah uang ini sensitif, ada beberapa hal yang saya lakukan supaya ke depannya nggak akan ada masalah:

1. Saya nggak pernah berusaha memegang ATM atau kartu kredit pacar. Kenapa? Bukan hak, saya. Ada beberapa teman yang kartu kredit pacarnya disita atau dipegang dia supaya nggak boros. Well, maksudnya sih baik, ya. Tapi buat saya itu berlebihan. Selama belum menikah, keuangan itu urusan masing-masing. Kasih nasehat atau pertimbangan kalau mau beli-beli sih boleh banget. Tapi kalo sampe ngumpetin kartu atau uangnya dia? Duh, nggak banget, deh. Biar masing-masing belajar bertanggung jawab dengan uangnya.

2. Dulu tiap kencan saya pasti dibayarin sama mantan. Pokoknya uang saya utuh dan penuh. Nonton dan makan pasti dia yang bayarin. *ongkang-ongkang kaki* Akibatnya, saya jadi pacar yang manja dan dia jadi pacar yang ada di atas angin. Wong, semuanya dia yang beliin, kok. Dia bisa semena-mena karena ngerasa dia udah keluar uang banyak. Pas butuh juga berasa banget jadinya. Saya tiba-tiba merasa kere karena semuanya harus saya bayar sendiri. Nah, pas punya pacar lagi. Saya nggak mau tuh kejadian kayak gitu berulang lagi. Kami berdua sama-sama berperan dalam kencan. Kadang-kadang dia yang bayarin, kadang-kadang saya yang bayarin, kadang-kadang patungan. Pokoknya semua ditanggung berdua. Kalo lagi kaya, ya hura-hura. Kalo lagi kere, ya mari kencan seadanya. Tapi tentu saja, sebagai cowok dia belajar bertanggung jawab terhadap saya. Misalnya, semua uang besin dan parkir ditanggung dia. Saya tinggal duduk manis dijemput. Kami berdua nggak terlalu perhitungan banget kalo soal pembagian patungan. Bisa aja dia lebih besar dari saya, tapi intinya tetap harus berbagi. Saya jadi belajar mandiri dan nggak bergantung sama orang lain. Dia juga bisa lebih menghargai saya, kan saya nggak morotin dia.

3. Saya nggak tahu pin ATM dan saldo si pacar di tabungan. Belum penting buat saya. Walaupun tanpa diminta, si pacar kasih tahu berapa gajinya dia, tapi saya nggak pernah nanya lebih lanjut lagi. Entar aja ya kalo udah mau nikah.

Udah cukup 3 aja. Sebenarnya pengaturan keuangan ini tergantung masing-masing pasangan, sih. Cuma ternyata saya masih suka heran sama orang yang ngatur banget keuangan pacarnya. Ya mbok, sabar aja entar pas nikah. Kamu kan nggak tahu bakal beneran jadi sama dia atau malahan putus. Ya kan? Males aja pas putus, udah sakit hati, eh malah diinget-ingetin soal siapa yang sering nraktir. Meh!

 

*judul di atas diambil dari lagunya Meja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s