Panjang Panjaaang Panjaaaang Sekali

Have I told you that I wish I didn’t have to put my degree on my wedding invitation? Tapi ternyata, saya wajib mencantumkannya di undangan pernikahan (suatu saat nanti) karena begitulah kata Mamaku. Dia bilang,

“Buat apa sekolah tinggi-tinggi kalau gelarnya nggak dipajang?”

–_____________________–

Dalam hati: ya buat belajar ilmunya aja, bukan ngejar gelarnya. Tapi tentu saja, apapun alasannya, buat mereka itu suatu kebanggaan bisa memajang gelar anaknya. Mungkin karena gelar itu didapat pake uang mereka juga kali, ya.

Pasang gelar panjang-panjang secara nggak langsung bilang: eh, gue berhasil bikin anak gue berhasil, lho. Keren, ya! *minta dipuji*πŸ˜€

Nah, masalahnya saya baru tahu kalau gelar saya kalau dipajang itu panjang kayak kereta api. Ditambah, nama saya juga panjang.

Naomi Ernawati Lestari Tobing, S.Psi, M.Psi, Psi.

*ajegile kayak kereta api panjangnya*

Saya pikir gelar di bidang yang sama itu hanya dipajang gelar tertingginya aja, tapi ternyata oh ternyata semua harus dipajang. Berasa kayak profesor yang pinter banget, padahal aslinya grasak-grusuk dan kalau dilihat sekilas nggak kelihatan kayak psikolog. -_____-

Ssst, tapi jangan bilang Mama saya kalau gelarnya harus dipajang sepanjang itu, ya. Dia bakal kesenangan setengah mati.πŸ™‚

2 thoughts on “Panjang Panjaaang Panjaaaang Sekali

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s