Basa Yang Basi

Pernah nggak kalian kesulitan untuk berbasa-basi?

Saya kesulitan banget nget nget!

Kesulitan berbasa-basi ini bikin saya jadi merasa kalah ramah dari orang-orang lainnya. Saya mungkin akan lebih suka berbasa-basi:

“Apa kabar?”
“Sekarang sibuk apa?”

Dan pembicaraan akan berlanjut dari sana. Tapi kalau udah misalnya harus basa-basi muji orang, ya ampun tenggelamin saya ke dasar jurang aja, deh. Saya nggak bisa.

Sering kan kita ketemu orang yang hebat banget basa-basi mujinya, seperti:

“Ya ampun, kamu cantik banget hari ini, deh”
“Make up-nya bagus, ya. Di salon mana?”
“Ih, makin langsing aja, sih kamu.”

Saya hampir nggak pernah mengucapkan itu, kecuali kalau emang orangnya benar-benar kelihatan cantik atau pantas dipuji. Padahal kan kalau lagi menghadiri acara/pesta, yang punya hajatan pasti pengen banget dong dipuji. Itu bagian paling sulit buat saya. Kalau pas di acara kawinan, dandanannya menurut saya nggak banget, saya mendingan diam, deh. Daripada harus komen, “Kamu manglingin, deh”.

Saya nggak bisa bermulut manis. *ihiks*

Berbasa-basi itu kan penting banget ya kalau lagi mendekati sesuatu, misalnya calon mertua. Bisa dong ya puja puji dikit biar si camer senang. Saya malah diam seribu bahasa. Padahal kan harusnya ngomong, “Apa kabar, tante? Duh, tanaman di rumahnya makin subur aja. Tante hebat, deh, merawatnya.”

Saya cuma cengengesan. Nggak tahu harus ngomong apa.

Selama ini nggak ada yang protes, sih. Tapi ya saya nggak jadi orang yang paling difavoritin orang. Habis kerjaan saya cuma diem, menjawab apa yang ditanyakan, dan nggak berpanjang lebar lagi. Usaha saya untuk mengambil hati orang itu susah. Saya harus kenal lama dulu baru bisa lebih ramah dan ngobrol ngalor-ngidul. Baru deh bisa muji-muji, tapi itu juga jarang, sih.

Di keluarga saya, emang dari kecil si Mama jarang memuji anak-anaknya. Jadi kalau anaknya dapat nilai bagus, dia paling senyum senang aja. Memuji nggak pernah di depan anak-anaknya, tapi kalau di depan orang-orang Mama pasti membanggakan kami setinggi langit. Sedangkan, kalau ada kritik, pasti deh disampaikan. Makanya, saya jadi lebih terbiasa sama kritik daripada pujian. *kasihan*

Gimana sih caranya berbasa-basi? I seriously need a help.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s