Muach!

Apa kabar duniaaaa?

Teteeep asik?

Ehm, hari ini di sela-sela waktu kerja yang… nggak ada kerjaan. Saya dan teman-teman sibuk membahas ciuman pertama di YM. (Anyway, ini memang cara yang baik untuk kelihatan seperti mengetik, padahal lagi chatting. ;))

Ada yang masih ingat ciuman pertamanya? Romantiskah?

Ciuman pertama yang saya bayangkan itu kayak film Princess Diaries di mana Mia ciuman dengan cowok yang dia suka dan salah satu kakinya seperti terangkat mau terbang.

NAH! Dasar mental age saya berhenti di umur 17 tahun dan di film-film remaja picisan, jadi saya pikir kalau saya ciuman kaki saya juga bakal terangkat kayak mau terbang gitu. Sayangnya, walaupun umur sudah melampaui 17 tahun tapi ciuman pertama juga belum. Gimana mau ciuman pertama kalau punya pacar juga nggak. Lebih parahnya lagi, naksir cowok ya cuma sebiji itu. Sebelumnya punya pacar, tapi digandeng aja juga saya nggak mau. IYAH, saya emang jual mahal. Saking kemahalannya, hilang deh tuh momen kayak di film romantis. Nggak pake adegan elus-elus rambut atau peluk kalau kedinginan. Mau dipegang aja tangannya saya menarik diri. Bukan muhrimnya. *ngikik* *ditabok malaikat*

Duh, terbayang-bayang deh kalau saya bakal kayak tokoh utama di film Never Been Kissed. Mungkin kisah saya bakal dibikin film untuk Never Been Kissed 2. *daftar casting* Sementara teman-teman lainnya udah heboh cerita soal ciuman pertamanya, saya juga dengerin aja. Sok nggak peduli, tapi kuping dibuka lebar-lebar karena penasaran.

Untung, akhirnya ada juga cowok yang mau jadi pacar saya. *goyang gergaji*. Yaoloh, itu dari awal jadian saya deg-degan, lho. Deg-degan mau ciuman. *ge-er jaya*πŸ˜€

Sampai pada akhirnya terjadilah peristiwa itu. Romantiskah seperti di film-film? Tidak, sodara-sodara! Nggak ada tuh yang namanya kaki terangkat. Wong, saya lagi duduk bersebelahan dengan dia. Trus dia cuma cium ‘cup’. Belum sempat kakinya mau terangkat, udah selesai duluan itu ciuman. *krik*

Tapi yah, emang namanya ciuman pertama, itu jantung kayak udah mau meledak saking deg-degannya. Cuma di-cup aja itu senyum nggak hilang dari bibir saya sampai seminggu, lho. *tepok jidat*

Eh tapi, emang ya. Nggak perlu deh ciuman pertama spektakuler karena sesederhana apapun rasanya tetap deg-deg-DUAR! Nggak jadi deh saya bikin film Never Been Kissed 2. Bibir aye udah diperawanin, bok!πŸ˜›

Soal kaki yang bakal terbang. Hm, actually I did that. Nggak tahu ciuman ke berapa dan dengan orang yang berbeda *sok banyak aje*, akhirnya saya ngerasain apa yang dirasain Princess Mia. Beneran loh, kaki saya terangkat kayak mau melayang. Mungkin karena perasaannya melayang-layang saking bahagianya juga, ya.

Nah, kalau ciuman pertama kamu kayak gimana? *kepo*πŸ˜›

PS: Buat adek-adek yang baca. Jangan ikutin kakak, ya. Yaoloooh, ciuman itu nggak boleh sebelum kawin. Eh, nikah, deh. *benerin kemben* Atau kalaupun ciuman, make your limitation. Jangan sampai ke mana-mana kalau belum bisa bertanggung jawab, apalagi kalau dipaksa pacarnya. Cis! Jangan mau! Lempar aja ke jurang. #serius

 

2 thoughts on “Muach!

  1. Selalu senyam-senyum sendiri kalau baca tulisan sejenis. Tulisan seperti ini gw beri label ‘mesin waktu’.

    Sensasinya (di awal): kaget. (kenapa perempuannya yg lebih agresif; duluan cium gw)

    Setelahnya: nagih.πŸ˜›

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s