Akhirnya Bertemu!

Selain nulis surat cinta, saya nggak ada kabarnya lagi, ya akhir-akhir ini. Apa kabarnya, duniaaaa? Teteeep asik, kan? Hihihi.

Gimana kabar saya? I am super happy! I had a very good weekend. Good enough to recharge my energy. Sabtu kemarin saya melakukan hal yang besar. Cukup besar untuk saya yang tergolong suka deg-degan kalau ketemu orang yang baru. Oh well, psikolog kan juga manusia, boleh dong gugup kalau masuk lingkungan baru.

Jadiii ceritanya, si pacar mengundang saya ke acara keluarganya tiba-tiba. Oh yeah, dia emang suka gitu. Ngagetin. Kalau dikagetin dengan bawain bunga (ehm, bunga deposito lebih baik. xD) sih, nggak papa, ya. Tapi ini suka ngagetinnya yang bikin saya gugup dan panik. Dulu (lagi-lagi) tanpa bilang-bilang sebelumnya, dengan manisnya dia mengajak saya jalan-jalan ke restoran yang belum pernah kami singgahi. Eh, ternyata di sana udah duduk dengan manis orang tuanya si pacar. Mau pingsan nggak, siiih?! Untung waktu itu baru dari salon, jadi rambut kelihatan okelah (ini penting banget, yak! Hihihi). Tapiii berakibat, sepanjang acara makan malam itu saya cuma bisa senyum-senyum dan cengengesan aja. Tangan udah dingin banget. Mana makanannya seafood pula. Makanan yang bukan favorit saya. Kebayang, dong. Berusaha menghabiskan makanan sambil konsentrasi ke obrolan dan berusaha menenangkan jantung yang udah bunyinya kayak bom waktu. Malam itu berlalu dengan sukses. Sukses di sini berarti saya nggak pingsan. Hehehe.

Nah, Sabtu kemarin si pacar begitu lagi. Tiba-tiba bilang ke saya, “Kamu lagi ngapain? Siap-siap, gih. Aku jemput sekarang.” WHAT! Duh, saya tahu banget di sana ada keluarga besarnya. Jantung saya langsung berdebar-debar. Mandi pun nggak konsentrasi dan sengaja saya lama-lamain supaya mengulur waktu. Eh tetap aja, lho, dia datang dengan cepat. Mana rambut saya masih basah pula. Oh nooo, bukan penampilan terbaik saya kayaknya, nih. Jadilah di sana, saya kenalan sama keluarga besarnya dia. Jangan ditanya gimana dinginnya tangan saya. Udah membeku kayaknya. Seperti biasa kalau gugup gitu biasanya saya lebih banyak diam dan senyum-senyum menanggapi pertanyaan aja. Mana berani saya yang memulai pembicaraan. Aduh mak, tenggelamkan saja saya ke laut.. lautan cinta tapinya. Hihihi.

Well anyway, acara hari itu berlangsung sukses! FIUUUH! Setidaknya saya nggak memalukan, dengan memecahkan gelas misalnya. Oh yeah, saya ini ceroboh banget. Jadi ini suatu prestasi besar. Hihihihi. Setidaknya si pacar bilang dia bangga sama saya karena berhasil mengatasi ketakutan. Oh well, saya juga bangga, sih. Ternyata emang benar, saya harus dijebak dulu baru bisa. Coba kalau dia udah bilang dari beberapa hari sebelumnya, pasti saya bakal kasih sejuta alasan untuk menghindar atau bahkan sampai nggak bisa tidur karena mikirin itu.

YEAAAH! Boleh, kan, saya lompat-lompat sekarang? :))

Ini gambar saya dan teman-teman saya di acara keluarga si pacar. Oh well, ini semacam acara adat menuju pernikahannya si adik pacar.

2 thoughts on “Akhirnya Bertemu!

  1. you are definitely very happy. there’s almost a ‘hihihi’ or ‘hehehe’ in each paragraph.


    thank god, envy is legal in Indonesia.
    otherwise i’d be in jail by now, being so envy seeing people happy =)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s