Sepupuku Sayang

20 Januari 2011

Dear Andre,

Udah lama ya kita nggak ngobrol panjang lebar. Terakhir kali ketemu di awal tahun kemarin tapi kita nggak sempat ngobrol panjang lebar waktu acara tahun baruan keluarga. Kamu udah capek pulang kerja dan aku udah ngantuk. Jadinya kita cuma ngobrol ringan sambil nonton TV dan nggak lama kemudian sama-sama ketiduran.

Kita udah dekat dari kecil, ya. Rumah kamu dan aku lumayan dekat. Kamu sering naik sepeda dari rumahmu ke rumahku cuma untuk mampir minum susu dingin yang harusnya aku minum. Jadi tiap kamu datang, aku udah wanti-wanti supaya nggak minum susuku. Kamu nyebelin banget, sih, waktu itu.

Kita makin dekat waktu aku pindah ke rumahmu karena orang tuaku dipindah tugaskan ke luar kota. Waktu itu kita masih SMA. Aku tinggal di rumah selama 2,5 tahun. Karena kita seumuran, di rumah aku paling dekat sama kamu. Tiap malam pasti kita menghabiskan waktu berdua untuk ngobrol dan curhat. Aku sering curhat tentang teman-temanku dan kamu curhat tentang betapa banyaknya cewek di sekolah yang naksir kamu. Uuh, kamu tuh emang narsis banget!

Inget nggak waktu pertama kali kamu jadian? Kamu tiap hari ngomongin cewek ini mulu. Tiap hari dengerin laguΒ  bertema cinta dari Dewa 19. Yah, mirip orang yang pertama kali jatuh cintalah. Tapi aku nggak suka sama pacar kamu. Dia beda agama dari kamu dan itu bisa jadi masalah buat kamu nantinya. Jadi aku tiap hari cerewet sama kamu supaya kamu nggak jatuh cinta terlalu dalam. Lagipula, aku merasa cewek ini nggak cukup baik buat kamu.

Ternyata bener kan, dia selingkuh dengan sahabat baik kamu sendiri. Aku ingat waktu itu kita baru pulang dari bimbel. Kamu nggak mau pulang ke rumah karena stres mikirin pacar kamu yang selingkuh. Jadi kamu ngajakin aku ke mall. Aku ingat muka kamu tegang banget dan kamu nggak banyak ngomong. Saking stres-nya kamu mual dan muntah di mall. Sebenernya waktu itu aku kasihan, sih, tapi kalau diingat-ingat sekarang, kamu aneh banget waktu itu. Masa bisa sampai muntah di mall. Bikin aku panik aja. Ini celaan yang akan berlaku seumur hidup buat kamu. Hihihi.

Aku juga ingat pertama kali merokok. Ih, aku sebel banget sama kamu. Kamu kan tahu aku nggak suka asap rokok. Akhirnya aku cuekin kamu aja kalau kamu masih merokok. Jadilah kamu merokok di belakangku. Habis jadi bau tahu kalau merokok gitu. Aku sepupu yang bawel ya pasti. Hehehe.

Kamu itu emang sepupu yang suka aku cela, tapi kamu pasti tahu kan kalau aku sayang kamu. Males sih sebenarnya mengakui ini. Tapi ya udahlah, asal jangan kamu paksa aku buat ngomong langsung aja, ya. Hehehe. Kamu kan tahu aku orangnya gengsian banget. Tapi kamu tetap sepupu paling asik, kok, buat aku. Makanya kalau aku sering cerewet banget soal pacar-pacar yang kamu pilih, itu karena aku pengen kamu dapetin yang terbaik. Ehm, sebenernya aku nggak terlalu suka sama pacarmu yang ini, habis dia jutek sama aku. Tapi kayaknya kamu cinta banget ya sama dia. Untuk kali ini aku nyerah, deh, dia emang cocok buat kamu.

Setelah aku pindah ke rumahku, kita udah jarang hang out lagi. Kangen banget! Makanya setiap ada acara keluarga aku pasti nyariin kamu biar bisa ngobrol dan cela-celaan kayak dulu lagi. Ayo dong, kita ngumpul dan cerita-cerita lagi. Kamu pasti nggak sabar pengen tahu berita terbaru dari aku, kan? Aku juga begitu soalnya. Kita ketemu di hari ulang tahunku, ya. Kali ini aku traktir kamu, deh.

Oh ya, karena ada kamu, masa di mana aku tinggal sendirian jauh dari orang tua jadi nggak begitu sulit lagi. Makasih, ya. (Jangan suruh aku ngulang ucapan ini lagi. Hehehehe).

Sepupumu yang paling manis,

Naomi.

#30HariMenulisSuratCinta

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s