Queen Size

30 Hari Menulis Surat Cinta

16 Januari 2011

Dear Kamu,

Kamu tahu saat ini aku tidur di tempat tidur berukuran queen size. Terlalu besar untuk aku sendiri. Aku menunggumu di sini untuk mengisinya denganku.

Aku akan terbangun dengan melihat wajahmu yang sedang tertidur sambil mendengkur. Kamu mungkin terlalu lelah karena semalam baru pulang kantor larut malam setelah melalui serangkaian pekerjaan kantor. Kamu nggak mengeluh dan berusaha tersenyum saat pulang, walau aku tahu wajahmu terlihat lelah.

Kamu mencium keningku lembut dan bertanya ada makanan apa malam ini. Kamu bahkan sengaja nggak makan malam di kantor karena kamu tahu aku pasti memasak untukmu. Dan itulah yang bikin aku makin sayang sama kamu, kamu selalu mengatakan bahwa masakanku enak padahal aku nggak pandai memasak.

Kita duduk berdua di meja makan kecil. Kamu mencicipi beberapa makanan dan mengatakan semuanya enak. Aku tersenyum kecil, merasa puas dengan masakanku sendiri. Sambil makan kamu bercerita hal-hal kecil yang terjadi di kantor. Tidak ada yang berat buat kamu, semuanya kamu anggap hal yang biasa-biasa saja. Kamu nggak pengen bikin aku khawatir.

Setelah makan, kamu beranjak ke depan TV, mengangkat kaki ke meja, menyenderkan tubuhmu yang kelelahan di sofa. Kamu memegang remote TV dan mengganti channel sampai akhirnya berhenti di sebuah stasiun TV yang menayangkan pertandingan bola. Aku buru-buru memasak air panas untuk kamu mandi. Kamu pasti butuh air yang hangat supaya seluruh kelelahan di tubuhmu menghilang. Ketika aku selesai menyiapkan air hangat, handuk, dan piyama untukmu, aku mendapatimu sudah tertidur di depan TV. Tentu saja, kamu pasti lelah. Ini sudah jam 11 malam.

Aku membangunkanmu pelan sambil mengelus rambutmu. Kamu enggan bangun dan menutup mata kembali.

“Bangun yuk, dear. Mandi dulu, biar tidurnya nanti makin enak dan wangi.”

“Hmm..” katamu sambil berusaha keras membuka mata.

Dengan malas-malasan kamu beranjak ke kamar mandi. Cuma butuh 15 menit kamu sudah kembali ke kamar dengan rambut basah dan piyama biru. Kamu bergabung denganku yang sedang membaca majalah di tempat tidur.

Tiba-tiba kamu mengecup keningku, “Makasih ya sayang”.

Aku terkejut sambil tersenyum, “Buat apa, nih?”

“Karena kamu udah mau jadi bagian hidupku setiap hari. I love you, sayang.” lalu kamu memelukku erat. Nggak sampai beberapa lama setelah obrolan kecil, kamu tertidur lelap. Esok hari pasti sedang menantimu.

Untuk calon pengisi teman tidurku, aku menunggumu saat ini. Aku tidak sabar untuk melakukan pillow talk setiap hari denganmu dan menjadikanmu pemandangan tiap aku bangun. Cepat datang ya, tempat tidur queen size ini terlalu besar untuk aku. Aku butuh kamu untuk membuatnya menjadi lengkap.

Calon teman tidurmu,

Aku.

 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s