Teman Berantem Terbaik

Kamu tahu apa yang paling bikin aku kesal? Hm, aku udah bikin daftarnya. Siap-siap, yah.

Aku kesal kalau kamu telat jemput aku karena itu bikin aku nunggu sendirian dengan resah.
Aku kesal kalau kamu lama bales BBM aku, apalagi kalau lagi penting. Mungkin karena aku nggak suka menunggu, ya.
Aku kesal kalau kamu seharian nggak ada kabar. Itu bikin aku jadi panik, tau! Takut kenapa-kenapa di jalan.
Aku kesal kalau kamu menelepon aku terlalu malam karena bikin aku jadi telat tidurnya.
Aku kesal kalau kamu… Ah, masih banyak lagi, deh, daftar kekesalanku.

Setelah kesal, aku pasti jadi cemberut. Nggak perlu menunggu lama, aku pasti bakal ngambek ke kamu. Aku bisa ngomong dari A sampai Z. Kamu akan dengerin aku dan memilih mengalah. Pada akhirnya, aku nggak betah lama-lama ngambek sama kamu. Kamu selalu berhasil bikin aku ketawa.

Kamu tahu nggak, setiap berantem sama kamu, aku jadi sadar aku sayang banget sama kamu. Berantem sama kamu itu menyiksa. Untungnya kamu lebih sabar dari aku. Kamu jarang ngambek lama-lama. Kamu selalu jadi orang yang lebih rasional dari aku.

I am what I am in front of you. Kamu nggak pernah bilang, “Kamu, kan, psikolog, harusnya nggak boleh begitu, dong”. Kamu bisa maklum kalau aku seringkali bersikap manja dan kekanak-kanakan di depanmu.

Kamu nggak pernah memaksa apapun. Kamu membebaskan aku berteman dengan siapapun. Kamu nggak masalah kalau waktu kencan kita berkurang karena aku main-main sama temanku dulu. Kamu mau mengganti waktu kencan kita dan menggantinya dengan acara keluargaku. Kamu nggak pernah melarangku kalau aku mau memotong rambut jadi pendek atau mewarnai rambutku. Kamu nggak melarang aku pakai baju apapun. Kamu percaya aku bisa memilih baju yang tepat.

Jadi, walaupun banyak yang bikin aku kesal dan sering ngambek sama kamu, kamu adalah tempat ternyaman buat aku.

Oh wait! It’s already December. Our third December. The month where we first talked and made our journey began.

I love you. I heart you.

One thought on “Teman Berantem Terbaik

  1. Duh naomi, semoga awet terus yah sama si abang.. yang nomer 3 me too.. me too.. hihi.. beneran bikin parno takut kenapa2 di jalan (jd ikut curcol)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s