Life As We Know It

Kemarin di saat lagi suntuk, saya memutuskan untuk menonton di bioskop sendirian. Tentu saja filmnya harus film yang nggak pake mikir dan menghibur, seperti film komedi atau komedi romantis atau drama. Pilihannya jatuh ke film Life As We Know It yang dibintangi Katherine Heighl dan Josh Duhamel.

Ceritanya tentang Holly Berenson dan Eric Messer, dua orang yang nggak pernah suka satu sama lain, tapi terpaksa harus membesarkan seorang bayi teman mereka yang meninggal dalam kecelakaan. Seperti film komedi romantis lainnya, film ini pun pasti mempunyai happy ending.

Adegan pertama dari film ini menarik perhatian saya. Ceritanya Holly dan Messer lagi dijodohkan oleh teman mereka untuk sebuah blind date. Holly udah berdandan cantik, memakai dress yang menonjolkan kecantikannya. Ternyata Messer telat 1 jam. Udah telat, pas muncul dia berantakan banget; pake topi, jaket kulit, dan celana belel. Kontras banget, kan, sama penampilan Holly. Sebenarnya Holly udah agak bete karena Messer telat, tapi dia berusaha menahan marah. Ketika mereka turun, Holly nanya, di mana Messer memarkir mobilnya. Ternyata Messer naik motor. Bayangkan, Holly yang udah pakai dress disuruh naik motor. Akhirnya, Holly bilang pakaiannya nggak cocok untuk naik motor dan lebih baik naik mobilnya aja. Ketika sampai di mobil, Holly nanya mau makan di restoran mana. Lagi-lagi Messer belum memesan restoran mana pun dan nggak tahu mau ke mana. Rasanya kekesalan Holly udah ke ubun-ubun.

Adegan itu bikin saya senyum-senyum sendiri di bioskop karena itu adegan yang gue banget! xD Si pacar suka telat, jadi kalau dia datang, rasanya dandanan saya udah luntur semua saking lama nunggunya. Setelah telat datang, biasanya kalo Sabtu itu pengennya kencan pake mobil, biar bisa pake baju yang oke. Kan, sayang udah beli baju lucu-lucu nggak pernah dipake karena kalo naik motor, mmm.. susah juga, ya pakenya. Nah, jadi kalau dia tiba-tiba datang naik motor pas hari Sabtu, pasti muka saya udah bete dan bilang, “Baju ini, kan, nggak bisa dipake buat naik motor”. Sama seperti Messer, si pacar itu cintaaa banget naik motor. Berasa gagah kayaknya kalau di atas motor. Akhirnya kalau di rumah saya lagi ada mobil, saya pasti minta pakai mobil saya aja dan motornya ditinggalin di rumah saya. Atau kalau di rumahnya emang ada mobil, dia bisa balik dulu, lho, buat ganti motor ke mobil. Fiuh, untung rumahnya selemparan kolor doang dari rumah saya.

Makanya pas nonton film ini, saya jadi merasa.. woooow.. ternyata kejadian kayak gini bukan cuma saya aja yang ngalamin. Banyak pasangan lain yang juga ngalamin, buktinya sampai diangkat ke dalam film. Nemuin film yang bisa related ke kehidupan kita itu rasanya menyenangkan. Bikin senyum-senyum sendiri, bikin manggut-manggut, dan bisa memerah pipinya karena rasanya kita yang digombalin.

So, film apa yang bikin kamu bilang, “Itu gue banget!”.πŸ™‚

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s