Mama

Mama adalah orang yang kelihatannya keras dan sangat protektif buat anak-anaknya. Sampai umur 25 tahun aja, jam malam saya nggak melebihi jam 12 malam, lho, alias cuma sampai jam 11 malam. Itu pun sebelum jam 11 malam udah diteleponin mulu.

Mama itu kelihatannya punya ekspektasi yang tinggi banget buat anak-anaknya. Anak-anaknya harus sekolah di tempat yang bagus kualitasnya dari TK. Dia mewajibkan kami untuk sekolah katholik dari TK sampai SMP karena menurutnya mereka punya kualitas pengajaran yang baik dan disiplin yang tinggi. Selepas SMP, mama berharap anaknya masuk sekolah negeri unggulan. Menurut mama, pas SMA adalah saat yang tepat untuk bergaul dengan berbagai macam anak dengan latar belakang yang berbeda tanpa gampang terpengaruh. Tapiii, kami cuma boleh sekolah di SMA negeri unggulan aja, lho. Selain unggulan, kami harus kembali ke sekolah katholik. Untungnya kami semua bisa masuk sekolah unggulan.

Begitu pun waktu kuliah, mama mewajibkan kami untuk mengambil universitas yang terjamin kualitas pendidikannya. Mana boleh, tuh, masuk sekolah abal-abal. Dia membebaskan kami memilih jurusan apa saja yang sesuai dengan minat kami, tapi harus di tempat yang baik. Karena udah memilih jurusan sendiri, mama mewajibkan kami bertanggung jawab dengan pilihan kami. Ia mengharapkan IPK yang tinggi dari kami. Weleh! Tapi itu cukup membuat kami mau nggak mau giat belajar, sih.

Selain keras di bidang pendidikan, mama juga mengajarkan kami untuk pintar secara sosial. Dia nggak pengen anak-anaknya kuper atau ketinggalan dari yang lain. Mama itu sibuk banget ngingetin kapan waktu ke salon untuk merapihkan rambut. Dia juga yang jadi juri buat baju-baju yang anaknya pakai. Kalau misalnya dia merasa jelek, langsung deh disuruh ganti. Dulu sih yang kayak gini bikin saya merasa tertekan karena semua harus dengan persetujuan Mama, tapi sekarang akhirnya merasakan juga hasilnya.

Karena sifat Mama yang keras dan mau segala sesuatunya serba sempurna, seringkali saya yang super perasa dan tertutup ini merasa Mama nggak bakal mengerti apa yang saya rasakan. Ditambah lagi perasaan harus selalu mencapai sesuatu yang sempurna baru Mama bakal bangga. Jadi kalau saya merasa pencapaian saya biasa-biasa aja, saya cuma diam, nggak bakal bilang ke Mama soalnya takut nggak ditanggapin. Apalagi Mama ini miskin pujian. Tambah bikin stres aja, kan.

Beberapa hari yang lalu, di saat saya lagi galau, Mama bertanya gimana hari saya. Pembicaraan mulai melipir ke mana-mana, saya mulai menangis sambil mengeluarkan perasaan dan unek-unek yang saya simpan. Awalnya sempat berdebat sama mama, ditambah dia juga jadi bingung apa sih sebenarnya mau saya, karena emang super nggak jelas. Yang penting saya cuma pengen dimengerti waktu itu, bukan selalu dikasih saran ini itu.

Waktu emosi saya mulai mereda dan cuma tersisa isakan tangis aja (yeaaah, saya emang cengeng, sih ya), Mama bilang,

Mau kamu kerja, atau nggak kerja, Mama tetap sayang kamu. Mau gaji kamu setinggi langit atau biasa-biasa aja, nggak berkurang rasa sayang Mama. Kalau kamu dicubit orang, Mama yang ngerasa lebih sakit. Mama bahkan nggak pengen sehelai rambut kamu jatuh. Kalau selama ini Mama selalu keras ke kamu soal bersih-bersih rumah, karena Mama pengen kamu jadi istri yang baik nantinya. Mama selalu sayang kamu, apapun pilihan kamu karena Mama cuma pengen kamu bahagia

Mama bilang gitu langsung deh banjir air mata. Sampai sekarang pun kalau nulis ini, saya masih berkaca-kaca. Soal yang ini saya nggak tahu. Saya pikir Mama pasti lebih bangga kalau saya berhasil, tapi ternyata Mama sayang saya apapun bentuknya saya.

I love you so much, Mom. I can’t imagine what my life is without you.

Me and Mom

2 thoughts on “Mama

  1. miii emang ya semua nyokap tu pada dasarnya sama aja. cara nunjukkin kalo mereka sayang sama kita itu kdg2 yg bikin hadeeh hadeh deh..
    to be honest nyokap gue tuh gak pernah sih ampe skrg memberi nasehat dan kata2 mutiara yg menenangkan hati like ur mom, tapi deep inside i know she loves me walopun kerjaannya skrg nyuruh gue makan mulu hahahaha.

    life is boring without her. πŸ™‚

  2. Be proud of your lovely Mum. There are many ways to express motherly love, but sure that they love us deeply and tenderly from her inner heart in silent. Requiescat in Pace my beloved MAMA…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s