Ditampar

Pagi ini setelah melalui malam yang panjang, saya menjelajah dunia maya tanpa tujuan yang pasti juga. Pikiran saya sebenarnya bukan ke situ, tapi kemana-mana nggak jelas. Kemudian saya bergumam,

Eh, Tuhan, sebenarnya aku cuma butuh petunjuk aja, sih. Tanda-tanda kalau Kamu emang beneran peduli sama aku. Yah, jangan bilang aku harus bersyukur sama keadaanku yang lebih baik dari orang-orang lain. Itu, mah, aku juga tahu. Dibandinginnya sama orang yang nggak beruntung banget, kan jadi nggak setara dong, ya. Pokoknya, kasih tahu aku ya kalau kamu masih peduli sama aku.

Selesai itu, saya kembali menjelajah internet. Nggak lama kemudian, datanglah kabar dari teman-teman saya. Adik teman saya meninggal hanyut di sungai Musi saat dia melakukan mission trip untuk gerejanya. Sebelumnya dia sempat hilang. Teman saya dan keluarga menyusul ke sana dan membantu pencarian. Namun, sayangnya adiknya ditemukan telah meninggal.

PLAK!

Saya rasa Tuhan sedang menjawab dan menampar saya. Mungkin ini bukan berita yang setara dengan apa yang saya rasakan. Tapi kalau kejadian ini terjadi pada saya, saya nggak tahu lagi harus gimana. Masalahnya, adiknya teman saya ini lagi mission trip untuk menyenangkan Tuhan, lho, tapi dia harus meninggal. Nah, saya ini yang kerjanya marah-marah sama Tuhan masih sehat walafiat dan bisa santai-santai di rumah. Seharusnya Dia bisa aja marah sama saya, ya. Tapi Dia nggak marah.

Oh baiklah, Tuhan. Saya janji nggak bakal mengeluh hari ini. Mungkin besok-besok saya bakal marah lagi atau jadi orang yang nyebelin lagi, sih. But dear GOD, please bear with me, okay?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s