Selamat Pagi!

Pernah merasakan dada sesak dan ingin menangis tapi entah kenapa tidak pernah ada air mata yang keluar? Kamu muak dan marah. Kamu benci semua yang ada di sekitarmu. Kamu bahkan benci Facebook dan Twitter karena melihat hal-hal di dalamnya sungguh menyakitkan. Kamu benci ketika berada di satu meja dengan teman-teman lamamu dan mereka tertawa bahagia menceritakan mengenai cincin yang sedang mereka kenakan dan ke mana mereka akan pergi untuk berbulan madu. Oh tentu saja tidak lupa, mengenai liburan super mewah mereka dan pekerjaan yang memberi mereka segalanya. Kamu tertawa dengan mereka, tapi kamu bisa dengan jelas merasakan jantungmu seperti tertusuk dan kamu berusaha sekuat tenaga menahan air matamu jatuh hingga wajahmu memerah. Mereka kira saking bahagianya kamu tertawa dan membuatmu mukamu merah. Bukan karena itu. Kamu hanya sedang sedih, marah, dan iri dalam waktu bersamaan hingga rasanya wajahmu ingin meledak.

Kamu pulang ke rumah dengan lemas karena membawa beban yang semakin besar. Kamu mencari tempat di kamarmu untuk menaruh beban tersebut tapi tak pernah menemukannya. Kamu harus membawanya tiap saat hingga kepalamu pusing dan bisa membunuhmu dalam sekejap. JadiΒ  kamu menangis diam-diam, berharap setelah matamu membengkak, hatimu mempunyai ruang lebih luas. Siapa yang tahu ternyata tidak seperti itu. Matamu membengkak, dadamu sakit, dan semua tetap tidak jelas bagimu.

Kamu bingung marah pada siapa. Oh ya, marah saja pada Tuhan. Dia yang paling mudah disalahkan. Dia bilang semua akan indah pada waktuNya. Selalu waktunya Tuhan, kapan kamu bisa menciptakan waktumu sendiri. Oh, tentu kamu bisa memilih waktumu sendiri, tapi lalu Tuhan tidak akan memberi yang baik. Intinya, yang baik itu yang Tuhan mau. Jadi kamu menyalahkan Tuhan. MemarahiNya, memusuhiNya, dan membenciNya saat ini. Tapi karena kamu terlalu takut melawanNya, lalu kamu kembali menangis dalam setiap doaMu berharap kali ini Dia mau mengubah pendirianNya.

Jadi pekerjaanmu setiap hari adalah bangun tanpa tujuan. Tunggu dulu, tujuanmu adalah membahagiakan orang lain. Itu membuatmu tidak lupa memakai topeng terbaikmu sebelum pergi keluar. Lalu kamu akan mengucapkan, “Selamat pagi!” pada setiap orang dengan senyum paling lebar yang kamu punya.

Dan berulang lah semua rasa pedih itu. Kamu hanya menunggu dunia menenggelamkanmu sekarang.

4 thoughts on “Selamat Pagi!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s